Home / Ekonomi

Senin, 20 April 2020 - 18:53 WIB

Layak Ditiru! Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Online

wali kota banda aceh

wali kota banda aceh

Menjelang bulan suci Ramadhan dan membantu meringankan beban warga yang terdampak ekonominya di tengah pandemi Covid-19, Pemko Banda Aceh kembali menggelar pasar murah online tahap dua.

Menurut Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh pada tahap kedua ini, menyediakan 3000 kupon. Pada tahap pertama Jumat (10/4/2020) lalu, Pemko telah memberikan kupon sembako murah sebanyak 4000 kupon. Total kupon keseluruhan adalah sebanyak 7000.

“Mengingat Ramadhan yang sudah dekat dan animo masyarakat, maka kembali kita gelar pasar murah secara online ini sebanyak 3000 kupon. Intinya adalah menstabilkan harga pasar, agar tidak terjadi lonjakan harga,” kata Aminullah, di Pendopo Minggu (19/4/2020) .

Baca  Dampak Corona, Utang BUMN Jatuh Tempo Bikin Erick Thohir Cemas

Aminullah menerangkan, kupon tahap kedua ini akan diprioritaskan kepada warga Kota Banda Aceh yang belum menerima kupon sembako murah sebelumnya.“Bagi warga yang belum kebagian, dapat segera mendaftar untuk mendapatkan kupon pembelian Beras, Gula, Minyak Goreng, dan Telur. Untuk teknisnya sudah kita koordinasikan melalui panitia agar tiada yang double,” kata wali kota didampingi Kabag Humas, Irwan.

Pada saat pengambilan, Aminullah meminta warga agar tetap menjaga jarak (physical Distancing), pakai masker dan tetap menjaga protocol kesehatan.“Jangan saling berdesakan, pakai masker dan usai beraktivitas upayakan mencuci tangan,” tuturnya.

Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan M Nurdin mengatakan setiap kupon sembako murah akan di subsidi sebesar Rp.50.000 dan setiap kupon terdiri dari 4 item bahan pokok utama.

Baca  Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

“Beli Rp 150.000, bayar Rp 100.000. Kupon tersebut berlaku untuk empat item, yaitu 5 Kg Beras Premium, 2 kg gula, 1 liter Minyak Goreng, 1 lempeng telur (30 butir),” kata Nurdin.

Biaya tebus bisa lebih murah, sebutnya, apabila harga pasar pada saat pengambilan turun, yang pasti masyarakat tidak membayar diatas Rp 100.000. Untuk pendaftaran akan di buka secara online mulai hari senin tanggal 20 dan ditutup tanggal 21 April 2020, atau penutupan secara otomatis oleh aplikasi jika kuota 3000 pendaftar telah terpenuhi,

“Bagi warga yg tidak memiliki smartphone, belum paham, tidak memiliki kuota internet dan sulit melakukan pendaftaran, dapat meminta bantuan anggota keluarga atau tetangga untuk melakukan pendaftaran.”

Baca  Waduh, Ustadz Yusuf Mansur Diduga Melakukan Penipuan Bisnis

Masyarakat yang berminat dapat mendaftar pada link yang telah disediakan sesuai domisili pendaftar. Adapun link pendaftaran sebagai berikut: bit.ly/sembakomurah_MeuraxaKutaraja (khusus warga Kecamatan Meuraxa dan Kutaraja), bit.ly/sembakomurah_kutaalam (warga kecamatan Kuta Alam), bit.ly/sembakomurah_BandarayaJyabaru (warga Kec Bandaraya dan Jaya Baru), bit.ly/sembakomurah_SyiahkualaUleekareng (warga Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng) dan, bit.ly/sembakomurah_BaiturrahmanLuengbata (warga Kecamatan Baiturrahman dan Luengbata).

Sedangkan pengambilan kupon sembako murah dapat dilakukan sejak tanggal 21 sd 23 April 2020, jam 09.00 s/d 17.00 wib di 5 lokasi yaitu : Permata Bunda Swalayan Punge Jurong, Mizi Toserba Depan Mesjid Raya, Pocut Baren Swalayan Gampong Kramat, Permata Bunda Swalayan Jeulingke, dan Permata Bunda Swalayan Lamteumen. (bizlaw)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Sri Mulyani Shock Besar dan Minta Rakyat RI Siap-siap, Ada Apa?

Ekonomi

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah

Ekonomi

Jokowi Heran Beras dan Gula Naik, Sementara 50 Juta Rakyat Sudah Sulit Makan

Ekonomi

Soal 500 TKA China, Pengusaha: “Melihatnya Agak Miris dan Sedih”

Ekonomi

Waduh, Ustadz Yusuf Mansur Diduga Melakukan Penipuan Bisnis

Ekonomi

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Ekonomi

Prediksi Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Ekonom

Ekonomi

Perpres Kemudahan Impor Terbit, Mafia Impor Makin Merajalela?