Home / Politik

Jumat, 10 April 2020 - 16:13 WIB

Kritik Dierktur CESPELS; Pakai Jurus Pedagang Tanpa Perencanaan, Cara Jokowi Tangani Covid-19 Patut Dipertanggungjawabkan

Jakarta – Presiden Joko Widodo beserta jajarannya harus bertanggung jawab atas jurus yang keliru sejak awal menghadapi pandemik virus corona atau Covid-19.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mengatakan, jurus atau strategi Presiden Jokowi sebelum mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia seperti jurus pedagang yang tidak memiliki perencanaan yang matang.

Baca  Survey Indo Barometer; 64,3 Persen Publik Percaya Pemerintah Mampu Mengatasi Corona

Strategi Jokowi yang dia maksudkan saat awal hadapi Covid-19, adalah dengan memberikan diskon tiket pesawat, membebaskan pajak hotel dan restoran, mengumumkan membiayai influencer Rp 72 milyar untuk ajak orang asing berkunjung ke Indonesia.

“Itu seperti jurus atau strategi pedagang yang tidak punya perencanaan yang matang, mindsetnya ambil keuntungan dalam situasi ancaman. Itu keliru besar, sama dengan mengabaikan keselamatan warga negara,” ucap Ubedilah Badrun, Jumat (10/4).

Baca  PA 212 Sebut Jokowi Gagal Tangani Virus Corona

Kebijakan yang diambil Presiden Jokowi tersebut, kata Ubedilah, merupakan kebijakan yang seolah-olah menjanjikan namun tidak menggunakan data riset.

“Strategi seperti itu juga menandakan strategi yang tidak base one research. Ini rezim sepertinya tidak mendengarkan data riset saat ambil keputusan penting tetapi mengikuti logika keuntungan semata-mata,” tegasnya.

Akibatnya, kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, Presiden Jokowi dan para menterinya kelabakan saat mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia yang ternyata sudah menyebar.

Baca  Pilpres 2024, Gerindra Diprediksi tak Usung Anies Baswedan

“Itu semua berakibat strateginya menjadi keliru. Koordinasi buruk, komunikasi publik buruk. Tentu yang paling dirugikan adalah rakyat banyak. Kekeliruan Jokowi dan jajarannya ini patut dimintai pertanggungjawabannya,” pungkasnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Politik

Habib Bahar Kembali Masuk Lapas, Fadli Zon Tanya Kapolri

Politik

Kordinator Bela Islam Menolak Ahok sebagai Kepala Otoritas Ibukota Negara

Politik

Terima Kasih Jokowi, Kata Survei: Pemerintah Terbaik dan Cepat Tanggap Tangani Covid-19

Politik

Dua Komisioner KPU Dipecat. Pengamat Politik; Indikasi Kecurangan Pemilu 2019

Politik

Mahfud MD; Terkait Corona Jangan Ada Kepala Daerah Cari Panggung. Siapa yang Dimaksud? Anies Kah?

Nasional

AHY Belum Layak Bersaing dengan Prabowo dan Anies, Gatot Lebih Menjanjikan

Politik

Iuran BPJS Dinaikkan, Rocky Gerung: Jokowi Bukan Pemimpim Dalam Keadaan Krisis

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden