Home / Politik

Kamis, 5 Maret 2020 - 03:44 WIB

Kordinator Bela Islam Menolak Ahok sebagai Kepala Otoritas Ibukota Negara

Kordinator korlabi

Kordinator korlabi

BERITAWAJO.COM – Kordinator Bela Islam (KORLABI), menolak pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Selain itu, mereka juga menolak mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara (IKN).

Sikap penolakan itu disampaikan oleh Ketua Korlabi, Damai Hari Lubis. Damai awalnya bicara mengenai anggaran yang besar terkait pemindahan ibu kota.

“Oleh karena selain anggaran biayanya akan spektakuler atau luar biasa dan diasumsikan akan kembali berutang dengan meminjam kebutuhan pembangunan Ibu Kota melalui kreditor China, Tiongkok. Selain pinjaman kepada investor China asing dan aseng, biaya pasti sangat besar bagi Presiden untuk mendapatkan persetujuan dari DPR RI,” kata Damai kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Damai mengimbau Jokowi mendengarkan sejumlah saran dan masukan dari berbagai tokoh sebelum menghadap DPR. Pemindahan ibu kota ini, kata Damai, menyangkut aspek kerawanan dari sisi politis dan pertahanan negara.

“Selain itu, dibutuhkan juga anggaran spektakuler lainnya, yaitu kewajiban untuk melakukan kajian ilmiah (seminar-seminar) untuk merevisi terhadap beberapa perundang-undangan yang berlaku, antara lain (UU) Nomor 29 Tahun 2007 tentang pemerintah provinsi Ibu Kota Jakarta sebagai ibu kota NKRI, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah,” ujar dia.

Damai mengungkit karakter dan kepercayaan terhadap Ahok. Menurut Damai, kepercayaan ini penting dalam pengelolaan ibu kota.

“Sementara Ahok jelas pribadi yang rawan, karena faktor trust yang banyak melilit dirinya. Bahkan issue untrusting dimaksud adalah terkait dengan lembaga anti rasuah alias KPK bersumber dari bukti autentik, bukti yang dikeluarkan oleh lembaga negara (BPK).

Salah satunya biografi Ahok, dirinya berstatus eks napi, karena fakta hukum Ahok dulu menistakan Al-Qur’an, kitab suci umat muslim, umat mayoritas negeri ini, dengan modus ‘menghina’ surah Al-Maidah ayat 51,” ujar dia.

Sumber

Share :

Baca Juga

Politik

Prabowo Ajak Kader Gerindra Patuh dan Bantu Jokowi Atasi Corona

Nasional

Pengamat: Kritikan Tanpa Bukti, Justru Datangkan Simpati untuk Anies Baswedan

Politik

Media Asing Sebut Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Indonesia Sudah Lebih 2.200 Orang

Politik

Mahfud MD; Terkait Corona Jangan Ada Kepala Daerah Cari Panggung. Siapa yang Dimaksud? Anies Kah?

Politik

Fadli Zon Heran Tanda Tangan Jokowi Kok Bisa Kerek Harga Motor Rp2,5 M
Virus Corona Ditularkan oleh Kebijakan Pemerintah

Politik

Rocky Gerung: Virus Corona Ditularkan oleh Kebijakan Pemerintah yang Buruk
Sandiaga dukung jokowi

Politik

Dulu Musuhan, Kini Susul Prabowo Bantu Jokowi. Muncul Tagar Good Bye Sandiaga Uno
Anies Dikeroyok 3 Menteri

Politik

Anies Dikeroyok 3 Menteri, Fraksi Demokrat DKI: Mereka Baru Bangun Tidur