Home / Nasional / Pemerintah

Rabu, 18 Desember 2019 - 01:00 WIB

Komisi II DPR RI Ingin Honorer K2 Secepatnya Jadi PNS

BERITAWAJO.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP Arif Wibowo mengatakan, dewan ikut berupaya agar honorer K2 bisa secepatnya diangkat menjadi PNS. Salah satunya dengan memasukkan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam prioritas prolegnas 2020.

“Sebenarnya ada dua opsi model perjuangan honorer K2 menjadi PNS. Ini bisa berhasil kalau seluruh honorer K2 tetap solid,” kata Arif dalam sarasehan nasional Kesatuan Honorer Indonesia yang merupakan gabungan forum-forum honorer K2 di Jakarta, Selasa (17/12).


Foto Istimewa

Dua opsi tersebut adalah pertama revisi UU ASN. Revisi UU ASN adalah salah satu cara untuk bisa mengangkat tenaga honorer menjadi PNS.

Revisi UU ASN sudah bergulir mulai tahun 2018. Pprogresnya sudah sampai pada pembuatan DIM (Daftar Inventarisir Masalah) yang seharusnya diselesaikan oleh Menpan RB saat itu, sesuai dengan Surpres (surat presiden) dari Presiden Joko Widodo.

Hingga akhir 2019, tidak ada semangat untuk menyelesaikannya. Komisi II DPR RI kembali mengusulakan ke Baleg dan ada jaminan revisi UU ASN telah masuk Prioritas Prolegnas 2020.

Opsi kedua, Komisi II DPR membentuk Panja ASN. Sejak diterbitkannya PP 56/2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS yang dalam aturan tersebut mengatur honorer yang sumber digajinya non-APBD (K2) bisa diangkat menjadi CPNS tetapi harus melalui tes SKD (seleksi kompetensi dasar) dan SKB (seleksi kompetensi bidang). Tes dilakukan serentak secara nasional pada 3 Nopember 2013.

“Pertanyaannya, apa yang dijadikan dasar dalam PP 56/2012 tersebut sehingga ada ketentuan yang mengharuskan melaksanakan tes agar bisa diangkat menjadi CPNS. Sedangkan bertentangan dengan UU 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian saat itu di mana bisa langsung mengangkat honorer K2 tanpa tes (sebagai gantinya kelengkapan administasi sebagaimana honorer K1). Sebab, UU 5/2014 tentang ASN belum diundangkan. Jadi sebenarnya ini sudah melanggar aturan,” papar Arif.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Nurkanita Kahfi Nakhoda Baru KNPI Sulsel, Gubernur: Saya Satu Visi dengan Imran Eka

Nasional

Anies Baswedan Didemo Soal Banjir, Gerindra Beber Massa Dibayar Rp100 Ribu

Nasional

Pesawat Batik Air Seri 320 Mendarat Darurat, Ini Kondisi Pilot

Nasional

Ancaman Imam Nahrawi: Siap-siap Saja yang Merasa Terima Dana KONI

Nasional

Ketua DPP PSI Tsamara Amany Usul Jabatan Presiden Dibatasi Satu Periode

Nasional

Ruhut Sitompul: Kesombongan Orang yang Terpilih Gubernur dengan Cara SARA

Nasional

Benarkah Rasul Saw Menikahi Aisyah Usia 6 Tahun?

Nasional

Membongkar Misteri Alam Ghaib – Dunia Jin Dan Perdukunan