Home / Daerah

Jumat, 8 Mei 2020 - 13:44 WIB

Khofifah dan Risma Memanas? Gubernur Ambil Alih Kerjaan Walikota Soal Pasar Murah

Ada kabar baik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jelang lebaran untuk warga Surabaya soal pasar murah online. Seharusnya, program ini menjadi tanggung jawab Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma.

Khofifah mengatakan, di tengah PSBB Surabaya dan sekitarnya, menjelang lebaran atau Idul Fitri 1441 H, masyarakat akan mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Sebagaimana diketahui, sejak 28 April 2020 lalu, pemerintah melakukan penerapan PSBB di kota Surabaya.

Guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ada di kawasan terdampak maka Pemprov Jawa Timur menggelar program baru layanan penjualan sembako murah pasar murah online Mandiri (Pamor).

Penjualan sembako murah ini berbasis online drop point dan drive-thru. Artinya masyarakat diberi kemudahan untuk memilih bahan pokok yang dibutuhkan.

“Bahan pokok yang disediakan di Pamor ini harganya lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan karena kita sedang berjuang untuk menekan penyebaran covid-19 maka masyarakat bisa memesan lewat online dan di-drop belanjaannya atau juga bisa lewat sistem drive thru,” kata Khofifah, Rabu (6/5/2020).

Baca  Klaster Corona Sampoerna 'Meledak' Gara-gara Dinkes-Gugus Tugas Lambat

Lewat program ini produsen sembako bisa menitipkan produk bahan pokoknya untuk dijual lewat pasar murah online.

Sehingga sistemnya Pemprov menyerap hasil produk pertanian dan komoditas bahan pokok langsung dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga yang lebih murah.

Pasokan produk bahan pokok yang dijual di pasar murah online ini berasal dari produsen atau industri bahan pokok yang ada di Jawa Timur.

Misalnya untuk gula kristal putih langsung didatangkan dari beberapa pabrik gula.

Adapun beberapa produk bahan pokok yang dijual antara lain gula pasir dengan harga Rp 12.500, minyak goreng kemasan 1 liter dengan harga Rp 11.500, minyak goreng kemasan 2 liter dengan harga Rp 22.500, serta beras medium 5 kilogram dengan harga Rp 45.000.

Selain itu di pasar murah online juga menyediakan beras premium 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp 58.000, serta mie instan 1 dus dengan harga Rp 92.875 dan lain-lain.

“Program Pamor ini terdapat dua jalur untuk pembeliannya.

Pertama adalah drop point atau metode pesan dan diantar ke titik drop, dan kedua lewat sistem drive thru,” kata Khofifah.

Baca  Kabar Baik! Indonesia Bisa Bikin Alat Tes PCR dan Ventilator Corona

Untuk jalur drop point target penjualannya adalah masyarakat di sentra pemukiman.

Jalur pembelian ini bekerja sama dengan RT/RW setempat yang akan berperan sebagai koordinator untuk memesan secara online melalui website http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/.

“Jika masyarakat sudah memesan melalui website tersebut maka barang akan dikirimkan ke sesuai pemesanan di drop point yang sudah disepakati,” imbuh Khofifah.

Jalur yang kedua adalah dengan sistem drive thru. Dengan metode ini pembeli dapat memesan bahan pokok melalui website http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/ kemudian pembeli datang ke outlet Pamor di Disperindag tanpa turun dari kendaraan.

Khusus untuk pembelian sistem drive thru, ada 3 jenis paket sembako yang bisa dibeli masyarakat.

Masing-masing paket menyediakan jenis dan varian sembako yang berbeda-beda.

“Program ini sudah berjalan. Dan sampai tanggal 4 Mei 2020, transaksi yang dilakukan sudah cukup besar.

Yang pertama misalnya untuk komoditas gula pasir, yang sudah terjual ada 2.247 kilogram, lalu minyak goreng yang sudah terjual ada sebanyak 769 liter, kemudian untuk beras yang sudah terjual 711 kilogram dan untuk mie instan 56 karton,” tegas Khofifah.

Baca  Khofifah Berikan Tunjangan Kehormatan bagi Para Hafidz Hafidzah

Sejauh ini pembeli pasar murah online berasal dari Kota Surabaya diantaranya Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan, Kelurahan Kupang Krajan Kecematan Sawahan, Kelurahan Semolowaru Kecamatan Semolowaru, Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo.

Selain itu pembeli juga berasal dari Kabupaten Sidoarjo diantaranya dari Desa Waru Kecamatan Waru, Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Desa Gelam Kecamatan Candi, Desa Trosobo Kecamatan Taman.

“Kami berharap masyarakat akan lebih termudahkan aksesnya pada sembako dengan harga yang lebih murah jelang lebaran Idul Fitri,” pungkas Gubernur Khofifah.

Hubungan Risma dan Khofifah

Sebelumnya, hubungan Khofifah dan Risma sempat memanas dipicu kasus klaster corona di pabrik rokok Sampoeena. Khofifah menyayangkan respons Pemkot Surabaya yang dinilai lelet dan lamban dalam menangani kasus tersebut.

Pasalnya, kata Khofifah menyebutkan, kasus itu telah dilaporkan oleh pihak pabrik ke Dinas Kesehatan Surabaya pada 14 April 2020. Tepat saat dua karyawannya meninggal dunia. (BL)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ngamuk tak Mau Pakai Masker, Bupati Bogor: Memprihatinkan

Daerah

Viral Video Diduga Bupati Boltim Marah soal BLT: Goblok Itu Menteri

Daerah

Tak Peduli Corona, Ribuan Warga Menyerbu Kantor Pos untuk Cairkan Bantuan
500 WNA Asal China Bakal Masuk

Daerah

500 WNA Asal China Bakal Masuk ke Sultra, Ali Mazi: Jelas Kita Tolak!

Daerah

Bupati Luwu Utara Borong Hasil Panen Petani dan Dibagikan Gratis ke Warga

Daerah

Pemprov Aceh Siapkan Kuburan Massal Korban Virus Corona

Daerah

Kakek 103 Tahun Menikahi Wanita 30 Tahun; Apa yang Terjadi di Malam Pertama?

Daerah

Selebaran Berisi Kalimat Menghina Nabi Muhammad dan TNI-Polri Membuat Geger Warga