Home / Daerah

Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:43 WIB

Tanpa Marah-marah, Khofifah Beberkan Bukti 2 Mobil PCR untuk Jawa Timur, Risma Mati Langkah

Ada titik terang soal kisruh dua mobil pemeriksa spesimen Covid-19, polymerase chain reaction (PCR) bantuan BNPB yang menjadi rebuta antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ternyata, Pemerintah Provinsi Jatim melalui Gugus Tugas COVID-19 telah jauh-jauh hari mengajukan bantuan ke pusat.

Salinan surat yang ditandatangani Khofifah itu ditujukan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat. Surat tersebut tertanggal 11 Mei 2020, artinya lebih cepat dari surat pengajuan bantuan dari Pemkot Surabaya yang beredar secara berantai.

Melalui surat resminya, Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jatim mengajukan permohonan mesin RT-PCR sebanyak 15 unit. (Merk abbothb 580 atau roche cobas Z 480). Serta permintaan cartridge sebanyak 3.500 buah bagi rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan TCM GeneXpert.

“Jadi terkait bantuan mobil PCR bahwa bantuan BNPB oleh Pak Doni Monardo (Kepala BNPB) ditujukan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur mungkin kami akan jelaskan kronologisnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Suban Wahyudiono saat jumpa pers bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim, di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (29/5/2020).

Baca  Klaim Kasus Corona Terkendali, MUI Kota Bengkulu Izinkan Tarawih di Masjid

Suban menceritakan kronologisnya. Pada 11 Mei 2020 Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jatim berkirim surat ke Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat, perihal Permohonan dukungan percepatan penegakkan diagnosis COVID-19.

“Di dalam surat kami, permohonan mesin RT-PCR sebanyak 15 unit,” katanya.

Juga permintaan cartridge sejumlah 3.500 buah bagi rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan TCM GeneXpert.

“Di samping surat permohonan itu, malam hari Ibu Gubernur langsung telepon Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Bapak Jenderal Doni Monardo,” ujarnya.

“Dan Bapak Pangdam juga berkomunikasi dengan Kepala BNPB untuk segera ada bantuan mobil Unit PCR ini. Di samping itu, saya sendiri WA (WhatsApp) ke Bapak Doni diarahkan segera komunikasi kepada Pak Dodi Deputi I Kedaruratan BNPB,” terangnya.

Baca  Indonesia Berhasil Ciptakan Durian Gundul. Tapi Bentuknya Jadi Aneh Ya...

Tambahan 1 Mobil PCR ke Surabaya

Kisruh Khofifah dan Risma sampai di telinga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Jenderal bintang tiga itu mengatakan sudah mengirimkan alat pemeriksa spesimen Covid-19, polymerase chain reaction (PCR), untuk Kota Surabaya. “Mesinnya sudah tiba di Surabaya,” kata Doni, Sabtu, (30/5).

Doni mengatakan, mesin PCR yang mampu memeriksa 600 spesimen dalam sehari itu akan ditempatkan di RSUD Dr. Soetomo dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Selain itu, Doni mengatakan akan ada tambahan 1 unit mobil PCR pada pekan depan. Namun, ia tak menjelaskan di mana penempatan mobil tersebut.

BNPB sebelumnya telah mengirimkan dua unit mobil PCR untuk Pemprov Jawa Timur. Mobil lab dikirim karena ada salah satu laboratorium di Jawa Timur rusak. Sehingga, tidak bisa memeriksa spesimen Covid-19.

Baca  Setelah Mengamuk Soal Mobil PCR, Risma Terdiam Dipermalukan Penjelasan Gugus Tugas

Kemarin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku kecewa lantaran 2 unit mobil PCR bantuan BNPB untuk Surabaya dibawa ke Tulungagung dan Lamongan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Risma sempat memperlihatkan komunikasinya dengan Ketua BNPB Doni Monardo melalui WhatsApp. Dalam percakapan itu, Risma meminta kepada Doni bahwa jika ada alat fast lab, agar dikirim ke Surabaya karena laboratorium sudah swab 1.000 orang namun hasilnya belum maksimal meski sudah tiga minggu.

“Temen-temen lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Risma.

Mobil PCR itu, menurut Risma, dibutuhkan karena ia ingin segera mengetahui hasilnya agar pasien yang positif bisa dikarantina untuk memutus rantai Covid-19. Doni pun menyanggupi dan akan mempercepat pengiriman alat tersebut. Pada percakapan berikutnya, Risma mengungkapkan kekecewaanya pada Doni karena mobil tersebut digeser ke Sidoarjo. (bl)

Share :

Baca Juga

Pasien COVID-19 Kabur

Daerah

Tidak Betah Dikarantina, 10 Pasien COVID-19 Kabur Lewat Samping

Daerah

Ini Lima Daerah yang Melakukan ‘Lockdown’ Guna Mencegah Penyebaran Corona

Daerah

Covid-19, Gelar Tarawih Berjamaah di Makassar Diancam Pidana

Daerah

Heboh, Aksi Bagi-bagi Uang Wanita Bermobil Mewah di Kulon Progo

Daerah

MUI Sumatera Utara Tetap Anjurkan Shalat Tarawih di Masjid Saat Ramadhan

Daerah

Dana JPS Sumbar Dibagikan Lewat Pos Indonesia, Satu KK Dapat 1,2 Juta

Daerah

Hujan Bakal Guyur DKI Jakarta, Simak Peringatan BMKG

Daerah

Viral Video Diduga Bupati Boltim Marah soal BLT: Goblok Itu Menteri