Home / Peristiwa

Selasa, 12 Mei 2020 - 02:19 WIB

Ketua Gangster Paling Sulit Ditangkap, Tewas di Tangan Corona dalam 2 Hari

Ilustrasi penagnkapan gengster. Foto: reuters

Ilustrasi penagnkapan gengster. Foto: reuters

Tak ada yang bisa luput dari wabah virus corona yang melanda banyak negara, virus ini tak pandang bulu menyerang siapapun, termasuk ketua gangster. Bahkan orang terkuat di Meksiko mampu dibunuh corona hanya dalam waktu dua hari saja.

Ketua gangter terkenal Meksiko bernama Moises Esvamila May ditemukan tewas di penjara setelah terinfeksi corona. Mafia terkuat di Meksiko tersebut diketahui tertular virus corona pada 6 Mei 2020, dan ditemukan tewas dalam kurun waktu hanya dua hari.

“Escamilla tertular virus corona pada 6 Mei dan meninggal dua hari kemudian karena komplikasi pernapasan yang diyakini terkait dengan berat badannya yang berlebihan.” Sekretariat Kesehatan Negara Bagian Jalisco yang dilansir RT, Selasa 12 Mei 2020.

Escamilla merupakan mafia terkuat di Meksiko yang menjadi pimpinan sebuah group di dalam kartel Los Zetes yang dikenal paling kuat di negara tersebut. Escamila dikenal sebagai pemasok utama kokain di Cancun yakni resor pantai paling populer.

Baca  Siapa George Floyd yang Kematiannya Memicu Rusuh di AS?

Kelompok Escamilla termasuk yang cukup licin dan memiliki banyak cara menyelundupkan barang haram kepada para konsumennya di beberapa negara bagian. Escamilla dijuluki sebagai Gordo May atau May gendut.

Escamilla sendiri telah ditangkap sejak 2008 dan mendapatkan hukuman sebanyak 37 tahun atas tuduhan kejahatan terorganisir, termasuk perannya dalam pemenggalan 12 orang di Yucatan. Dia ditangkap bersama delapan anak buahnya.

Korban tewas di Meksiko akibat covid-19 terbilang cukup besar, dimana angka kematiannya telah mencapai 3.450 orang dari total 35 ribu kasus yang tercatat di negara yang terkenal dengan jaringan kartel narkoba.

Baca  Capai Rp749 Miliar, Anggaran Covid-19 di Makassar Tertinggi di Seluruh Indonesia

Pejabat kesehatan juga melaporkan angka kematian akibat pandemi covid-19 di penjara keamanan maksimum Puente Grande yang juga menjadi lokasi penahanan Escamila telah mencatatkan 74 kasus covid-19. Namun tidak diketahui pasti angka kematiannya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memotong dana untuk peneliti virus corona di Amerika, hal itu dinilai membahayakan untuk keberlangsungan penyembuhan pasien COVID-19.

Seorang ilmuwan Amerika yang bekerja sama dengan Institut Virologi Wuhan mengatakan institusinya tidak lagi mendapat bantuan dari pemerintah AS setelah Trump termakan teori konspirasi bahwa COVID-19 adalah buatan manusia atau bocor dari laboratorium pemerintah China.

Peter Daszak adalah seorang ilmuwan yang membantu dalam pencarian obat COVID-19. Daszak menilai bahwa sikap ini sungguh tidak berdasar dan merupakan jenis politik keliru dalam krisis kesehatan.

Baca  Viral Kisah Haru Korban PHK Corona: Tinggal di Becak Bersama Istri dan Anak 13 Bulan

“Presiden Trump menyalahkan pemerintah China atas pandemi ini,” ujar Daszak dilansir laman CBS News.

Lebih lanjut Daszak mengatakan, Pemerintah AS menduga virus itu buatan manusia dan bocor dari laboratorium pemerintah China.

Peter Daszak adalah Ph.D. yang menghabiskan karier mencari virus berbahaya di alam liar, terutama kelelawar. Ia juga salah satu peneliti yang berkontribusi dalam wabah SARS beberapa tahun silam.

Setelahnya Daszak menjadi pimpinan EcoHealth Alliance yang berbasis di New York dan bekerja selama 15 tahun dengan Institut Virologi Wuhan. Bersama-sama mereka telah membuat katalog ratusan virus kelelawar, penelitian yang sangat penting saat ini termasuk kemungkinan penggunaan Remdesivir untuk COVID-19.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Ada Kecoa Ditemukan di Nasi Goreng Orang Ini!

Peristiwa

Bantuan Makanan Siap Santap Bertulisan “Nasi Anjing” Bikin Gaduh Warga
motor lelang jokowi

Peristiwa

Polisi: Pemenang Tak Paham Acara Lelang Motor Jokowi, Disangka Dapat Hadiah

Peristiwa

Jangan Pesimis! Lihat Nenek Ini Ketemu Jodoh Usia 56 Tahun

Peristiwa

Bandara Soetta Temukan 11 Penumpang dari Italia Positif Virus Corona

Peristiwa

Curhat Tukang Gali Kubur, Makamkan 20 Jenazah Corona Setiap Hari

Global

Virus Corona; Teguran Tuhan Terkait Uighur?

Peristiwa

Polisi Ini Terancam Dipecat Karena Tilang Pengemudi Gara-gara Terlalu Cantik