Home / Daerah

Sabtu, 23 Mei 2020 - 05:48 WIB

Kerumunan di Pasar Masih Terjadi, Pemkot Bandung Pasrah, Ya Sudahlah

Masyarakat berkerumun di kawasan Pasar Baru, Kota Bandung. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Masyarakat berkerumun di kawasan Pasar Baru, Kota Bandung. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Pemkot Bandung tidak dapat berbuat banyak ketika ada kerumunan yang berbelanja, seperti yang terjadi di Pasar Baru, ITC Kebon Kelapa, serta Jalan Trunojoyo Kota Bandung.

Pemkot Bandung memasrahkannya terhadap kesadaran masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, fenomena ini cukup dilematis mengingat roda ekonomi masyarakat juga menjadi pertimbangannya. Maka dari itu, ia sangat berharap masyarakat yang berbelanja di sejumlah pasar dan toko agar menerapkan protokol kesehatan.

“Mereka alasannya ekonomi, sudah tidak punya uang untuk kebutuhan keseharian, itu juga menjadi salah satu bahan pertimbangan. Untuk sementara kebijakan dari kami, mereka harus bisa benar-benar menjalankan protokol kesehatan,” kata Ema di Bandung, Jumat (22/5).

Baca  Bupati Dan Ulama Sampang Sepakat Tak Ada Larangan Beribadah di Masjid Selama Bulan Puasa

Dia mengatakan, pihaknya memang tidak bertindak secara agresif untuk membubarkan kerumunan. Pasalnya, kata dia, jika terlalu agresif maka itu bisa menyebabkan konflik sosial.

“Di sini saya mohon ada kesadaran semua, tapi kalau tetap ditekan, ini akan ada potensi konflik yang tentunya harus kita hindari, jangan sampai seperti itu, apalagi ini bulan Ramadan,” katanya.

Selain itu, menurutnya Pemkot Bandung melalui Satpol PP dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah menutup sejumlah gerai pakaian yang berada di pasar swalayan. Sehingga pasar swalayan di Kota Bandung hanya menjual kebutuhan pokok.

Baca  4 Pesan Anies Baswedan Menyambut Lebaran 2020 untuk Warga DKI Jakarta

“Saya tugaskan orang kecamatan dan Disdagin, setiap hari harus piket, karena kalau dia melanggar, tindakan berikutnya adalah yang ditutup gedungnya sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar Baru Bandung nekat kembali membuka lapak di sepanjang bahu Jalan Otista, Kota Bandung, sejak Rabu (20/5).

Ketua perkumpulan pedagang pasar baru Trade Center (P3BTC) Bandung, Wawan Ridwan mengatakan, para pedagang di Pasar Baru sudah sangat sabar dan menaati peraturan pemerintah.

Namun, kata dia, saat ini kesabaran para pedagang sudah memuncak dan nekat berjualan di pinggir Jalan.

Baca  Efek Corona: Tak Sanggup Beli Beras, 1 Keluarga di Mamuju Konsumsi Ubi Kayu

“Saya koordinasi dengan pengelola dan unit PD Pasar, tapi katanya belum ada surat instuksi perpanjangan PSBB dari Wali Kota dan Dirut PD Pasar. Pedagang sudah sabar, saat ini pedagang jualan di pinggir Jalan Otista karena Mall Pasar Barunya tidak dibuka,” kata Wawan, Rabu (20/5).

Wawan memohon kepada pemerintah agar memberikan izin kepada para pedagang untuk berjualan selama empat hari, hingga H-1 Lebaran.

“Saya sudah memohon agar pedagang bisa membuka selama tiga atau empat hari, nanti setelah lebaran kalau mau ditutup lagi, mangga wae (silakan saja),” katanya. (jpnn)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar

Daerah

Tetap Terapkan Lockdown, Walikota Sorong: Jangankan Satu Tahun, Dipenjara Lima Tahun Pun Saya Masuk
WNA India Positif Covid-19

Daerah

Empat WNA India di Masjid al-Ittihad Sleman Positif Covid-19

Daerah

Unjuk Rasa di Jembatan Keera; Poros Palopo-Makassar Lumpuh

Daerah

Wah, Haerul Sang Pembuat Pesawat Selain Tak Tamat SD Juga Memiliki Istri Empat

Daerah

Terkait Covid 19, Gubernur: Sejumlah Kebijakan Pusat Kacaukan Skenario Daerah
500 WNA Asal China Bakal Masuk

Daerah

500 WNA Asal China Bakal Masuk ke Sultra, Ali Mazi: Jelas Kita Tolak!

Daerah

Gereja Bathesda Makassar Tetap Laksanakan Ibadah Minggu