Home / Pendidikan

Minggu, 3 Mei 2020 - 07:02 WIB

Keluhan Orangtua, Kenapa SPP Ditagih Padahal Anaknya Belajar dari Rumah

Sebuah postingan di media sosial Facebook mendadak menjadi viral karena postingan tersebut menyuarakan keluhan orang tua terkait proses belajar yang dilakukan dari rumah. Keluhan ini dituliskan akun bernama Rizqajameela pada beberapa hari lalu.

Rizka bercerita bahwa dirinya masih kerap menerima pesan Whatsapp dari sekolah untuk membayar SPP. Padahal, pada bulan yang ditagihkan tersebut anaknya belajar dari rumah. Bahkan dia juga sempat mengeluh mengenai banyaknya tugas dari sekolah yang diberikan untuk murid, namun penulis tidak mencantumkam di mana sekolah yang ia maksud.

Baca  Ditemukan Pasal Aneh dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja; Guru dan Dosen Asing Tak Perlu Disertifikasi

“Setiap hari belajar dari rumah menggunakan fasilitas rumah, listrik, wifi, AC plus pendampingan ortu yang selalu disempatkan. Meskipun kerjaan rumah tangga banyak yang harus diselesaikan. Kadang sampe anak nangis karena sulitnya tugas,” tulis akun tersebut.

Akun Rizqajameela ini juga mengatakan, tidak semua orang tua memiliki smartphone, laptop ataupun mampu mengakses jaringan internet. Terlebih jika orang tua tersebut memiliki anak lebih dati satu, dan saat ini pemasukannya sedang terkendala akibat PSBB, maka pemerintah sebaiknya memikirkan ini.

Baca  3 Syarat Guru Honorer Bisa Digaji Pakai Dana BOS


“Bantuan beras 10kg dan uang 600 ribu aja ga cukup kalau ortu sehari-hari kena PSBB atau lockdown kalo mereka malah ditangkap-tangkaoin mau dagang. Apalagi kalo 4 atau 5 anak harus bayar SPP semua, susah kan?” tulisnya.

Pengguna facebook itu juga mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah yang tidak sedikitpun menyinggung soal SPP. Semestinya dalam kondisi seperti ini, pembayaran SPP dihilangkan atau oaling tidak dikurangi tidak full.

Baca  Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan

“Sering banget muncul di timeline statement sang Menteri. Tapi kira-kira statement tentang SPP kapan yah. Apalagi kalo harus free sampai akhir tahun. Ga wajar kalo masih harus bayar 100 persen. Subsidi dari pemerintah harusnya. Kan ini dampak dari Covid-19,” ujarnya.

Sejauh ini banyak yang meyetujui terkait postingan tersebut. Di kolom komentar, pengguna lain juga banyak yang menyatakan mengalami hal serupa, bahkan tautan tulisan tersebut juga banyak disebarkan melalui pesan aplikasi whatsapp. (viva)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Pendidikan

SIARAN PERS; BSNP Siapkan POS UN Baru

Pendidikan

Bentuk Penghormatan, Anies Gratiskan Pendidikan Anak dari Tenaga Medis yang Gugur

Pendidikan

Wah Ternyata Ujian Nasional Hanya Jadi Ladang Bisnis

Pemerintah

Perpres PPPK Belum Jelas, Kabar Baiknya dari Kepala BKN Ini

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Pendidikan

Kemendikbud: Zona Merah dan Kuning Tak Boleh Menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan

Mau dapat Beasiswa KIP Kuliah 2020? Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya