Home / Nasional

Rabu, 6 Mei 2020 - 21:10 WIB

Keluhan Listrik Naik, Ini Tarif Terkini dan Cara Menghitung Tagihan Pribadi

Masyarakat ramai mengeluhkan naiknya tagihan listrik selama masa pandemi virus corona kepada PLN. Menurut mereka, kenaikan ini semakin menambah beban pengeluaran di saat kondisi ekonomi justru tak menentu akibat covid-19.

Misalnya Risma, seorang warga Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Ia menyebut tagihan penggunaan listriknya meningkat dari Rp 305 ribu pada Februari 2020 menjadi Rp 400 ribu di bulan setelahnya.

“Harapannya pemerintah juga memikirkan tagihan PLN bagi kami yang bekerja dari rumah,” kata Risma seperti dilansir Antara, Minggu (3/5).

Puluhan warga di Kota Langsa, Provinsi Aceh, kemarin (4/5) bahkan sampai mendatangi kantor PLN di sana untuk memprotes kenaikan tagihan listrik. Mereka meminta agar tarif listrik dikembalikan normal agar beban ekonominya selama pandemi bisa terkurangi.

Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN I Made Suprateka pada sebelumnya telah sempat menyinggung keluhan masyarakat tersebut. Ia menilai kenaikan listrik adalah wajar selama masa work from home (WFH).

Baca  Puji Anies: Ketua Gugus Tugas, Kasus Corona di Jakarta Menyusut Drastis

Karena kata dia, “biasanya siang hari tidak ada aktivitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah. Otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan.”

Made memastikan pemerintah tak mengubah tarif dasar listrik hingga Juni 2020. Keputusan ini diambil pada 2 Maret lalu untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi. Pemerintah justru menggratiskan listrik untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50% untuk pelanggan 900 VA.

“Bahkan sejak 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” kata Made, Sabtu (2/5).

Selain faktor peningkatan penggunaan selama masa WFH, PLN juga menyebut karena penangguhan pengecekan meteran listrik pascabayar ke lapangan oleh petugas. Penangguhan dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sebagai gantinya PLN meminta pelanggan pascabayar untuk memeriksa secara mandiri angka meteran. Pelanggan kemudian diminta memotret angka meteran dan mengirimkannya kepada PLN melalui pesan WhatsApp ke nomor layanan terpusat 08122 123 123.

Baca  Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Bagi pelanggan yang tidak mengirimkan foto angka meteran listriknya, maka tarif akan dihitung berdasarkan penggunaan rata-rata tiga bulan ke belakang.

Berikut adalah tarif listrik terkini berdasar golongan dan cara menghitungnya secara mandiri:

Tarif Listrik Terkini Berdasar Golongan

Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/KWh
Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/KWh

Cara Menghitung Tagihan Listrik Secara Mandiri

Melansir akun Instagram resmi PLN, cara menghitung tarif listrik mandiri di saat pandemi corona adalah dengan mencatat angka di kWH meter selama 3 bulan ke belakang.

Misalnya jika ingin menghitung tagihan April, maka mencatat penggunaan Januari, Februari, dan Maret. Kemudian mengambil rata-ratanya.

Baca  Token Listrik Gratis Bulan Mei, Ini Cara Mendapatkan via WhatsApp dan Website PLN

Ilustrasinya, seorang pelanggan pada Januari memakai 230 kWh listrik, lalu Februari 220 kWh, dan Maret 205 kWH. Sehingga tagihan listrik April adalah ((230+220+205):3) yang hasilnya 218 kWh.

Jika orang itu adalah pelanggan listrik tegangan rendah, maka 218 kWh dikalikan dengan Rp 1.467. Hasilnya Rp 320.356 yang harus dibayar untuk April.

Bila ia pelanggan R1-900VA, maka dikalikan Rp 1.352 dan hasilnya Rp 294.736. Karena pelanggan kategori 900 VA mendapat diskon 50%, maka yang harus dibayar untuk April adalah Rp 147.368.

Namun kebijakan PLN menangguhkan pengecekan lapangan mendapat kritik dari Ombudsman RI. PLN dinilai tak boleh mengurangi layanan dengan alasan pandemi corona.

“Tidak boleh dengan alasan covid-19 meminta pelanggan untuk self service terkait tagihan penggunaan listrik,” kata Anggota Ombudsman La Ode Ida. (Katadata)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tahun Ini Warga Miskin Bebas Bayar PBB

Nasional

Menang Adu Penalti, Madrid Juara Piala Super Spanyol

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?

Nasional

Hamil Lalu Buang Bayi, Sepasang Pelajar SMP Ditangkap Polisi
Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China

Nasional

Ketum PP KB-PII: Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China Harus Direshuffle

Nasional

Izinkan 500 TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemik, PB HMI: Kera di Hutan Disusui, Anak Di Rumah Mati Kelaparan 
Sandiaga dukung jokowi

Nasional

Sandi Salurkan Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa Terdampak Covid-19 via KAHMIPreneur

Nasional

Yusril Minta Indonesia Segera Lockdown: Corona Makin Parah Jika Telat Dilakukan