Home / Nasional

Minggu, 17 Mei 2020 - 04:30 WIB

Kecewa Penanganan COVID-19, Indonesia Terserah Masuk Google Trend

Kecewa terhadap penanganan COVID-19, Indonesia Terserah menjadi perbincangan di Google Trend dan sempat muncul #indonesiaterserah di Twitter. Hashtag #indonesiaterserah menyuarakan ketidakpuasan netizen pada penerapan aturan pencegahan penyebaran virus corona.

“Negri Seterah, Negara suka suka, Hukum Asal bapak suka #indonesiaterserah,” tulis akun @R****R****.

Kekecewaan juga disuarakan @a****h****** yang menyesalkan penutupan masjid dan rumah ibadah lain, namun bandara dan pusat perbelanjaan justru mulai dibuka. Padahal masih dalam kondisi pandemi virus corona.

“Pak kami rela beribadah dirumah agar wabah ini segera berlalu. Tarawih, solat jamaah, tadarrus, jumatan, dll. Tapi anda buka bandara, banyak yg kumpul tdk soscial distancing. Bagaimana kami mendengar pemerintah kalau mereka tdk mendengar suara mereka sendiri? #indonesiaterserah,” tulisnya.

Baca  Dua WNI Terinfeksi Corona, Tapi Kok RI Malah Tarik Banyak Wisatawan Mancanegara?

Dengan kekecewaan tersebut, netizen menyesalkan pengorbanan tenaga medis yang setiap hari berhadapan langsung dengan virus corona. Menurut netizen, pengorbanan tersebut tidak ada artinya jika masyarakat dan pemerintah terkesan tidak serius mengatasi COVID-19.

“Kesabaran ada batasnya. Konteksnya adalah orang yg berjuang mempertaruhkan nyawa melihat yg diperjuangkan tidak peduli padanya. #indonesiaterserah,” tulis akun @i**g*****

“Nyesek kalo liat tenaga medis yg udah berkorban sampe sejauh ini tapi masyarakat nya bodoamat dan nganggep biasa aja. Kaya gak ngehargain perjuangan mereka. Kalo tenanga medis udah bodo amat nasib kalian2 mau gimana? Hampir gila liat orng yg makin seenaknya #indonesiaterserah,” tulis akun @i**m****

Selain menjadi perbincangan di Twitter dan Google Trend, Indonesia Terserah juga menjadi topik hangat di WhatsApp. Postingan di WhatsApp bahkan disertai saran supaya tenaga medis pulang dan berkumpul bersama keluarga.

Baca  Ibu dan Nenek Meninggal karena COVID-19, Ucapan Anak Ini Bikin Meleleh

Penanganan bisa digantikan mereka yang tidak peduli pada aturan jaga jarak untuk menekan jumlah kasus infeksi virus corona. Tidak disiplin dan taat meningkatkan risiko penyebaran virus corona di lingkungan umum.

Berikut bunyi pesan yang beredar di WhatsApp Group,

Kalian tidak mau wabah berakhir ? Sebarkan lah !

Kalian tidak mau distancing ? Berkerumun lah !

Kalian tidak mau tinggal di rumah ? Keluar lah !

Mari kita ganti slogan :
“Peoples stay outside !”
“Doctors stay at home !”

Kita tunggu siapa yang bertahan, siapa yang berguguran.

Sudah banyak dokter dan perawat berjatuhan, dan itu tidak merisaukan kalian.. .!?

Tenaga kesehatan sudah kehabisan ludah menjelaskan persoalan…!

Tenaga kesehatan sudah kehabisan tenaga menangkap korban…!

Tenaga kesehatan sudah kehabisan muka ditolak tetangga…!

Tenaga kesehatan sudah kehabisan bahan mencari pengamanan…!

Tenaga kesehatan sudah kehabisan ide mencari jalan penyelesaian…!

(Ini dari Dokter2 yang kesal dengan keadaan Indonesia sekarang)

Update data terkait virus corona hingga Jumat (15/5/2020) menyatakan ada 16.496 kasus positif, 3.803 orang sembuh, dan 1.076 orang meninggal.

Baca  Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pemenang Lawan Covid-19

Sehari sebelumnya pada Kamis (15/5/2020) tercatat ada 16.006 kasus positif virus Corona. Sedangkan untuk kasus sembuh ada 3.518 dan kasus kematian 1.043. (detik)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dipojokkan Ade Armando, Din Syamsuddin: Semoga Beliau Kembali Ke Jalan yang BenarĀ 

Nasional

Menolak RUU Omnibus Law, Buruh Rencana Mogok Massal

Nasional

PA 212 Rencana Reuni di Monas, Respons Istana Begini

Nasional

Gambar Animasi Bergerak Bertema Islam

Nasional

Bentuk 3 Satuan Baru, Ini Penjelasan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Nasional

MUI Usul Pemerintah Berlakukan Lockdown, Tunda Ibukota Baru dan Gunakan Anggaran Infrastuktur Hadapi Wabah Corona

Nasional

Kepastian Jakarta Lockdown Dibahas Hari Ini di Kantor Luhut

Nasional

Paket Prabowo Subianto-Puan Maharani Sudah Dirancang Jauh-jauh Hari