Home / Pendidikan

Selasa, 12 November 2019 - 13:00 WIB

Kecewa, Ketum IGI Serukan Guru Honorer Bersatu Tinggalkan Ruang Kelas

BERITAWAJO.COM, JAKARTA– Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim makin lantang menyuarakan aspirasi guru honorer. Dia menilai berbagai kebijakan pemerintah semakin membuat peluang guru honorer memiliki status aparatur sipil negara (ASN) makin kecil.

Padahal bertahun-tahun, pemerintah sudah diuntungkan secara finansial dengan mempekerjakan guru honorer yang digaji tidak layak. Ada yang Rp 100 ribu per bulan.


Ketua Umum IGI M Ramli Rahim berpose bareng Mendikbud Nadiem Makarim di Jakarta, Senin (4/11). Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.Com

“Saya agak kecewa dengan kebijakan Kemendikbud soal Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri ini. Padahal itu peluang guru honorer mendapatkan sertifikat pendidik sebagai syarat dalam mengikuti seleksi ASN. Kalau prioritasnya guru fresh graduate, peluang guru honorer makin tipis dong,” kata Ramli kepada JPNN.com, Selasa (12/11)

Baca  Perpres PPPK Belum Jelas, Kabar Baiknya dari Kepala BKN Ini

Dengan harapan yang semakin tipis ini, lanjutnya, mungkin sebaiknya para guru honorer menyerahkan urusan pendidikan kepada negara dengan bersama-sama meninggalkan ruang ruang kelas dan memenuhi aturan pemerintah agar pengangkatan honorer dihentikan.

Dengan cara itu, lanjutnya, barangkali pemerintah akan tersadar betapa ruang-ruang kelas itu selama ini diisi oleh guru-guru honorer. Yang statusnya tidak jelas, pendapatannya tidak jelas tetapi jelas kinerjanya dalam meningkatkan pendidikan Indonesia.

Baca  Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani

“Karena itu akan jauh lebih baik jika guru guru honorer ini bersatu padu meninggalkan ruang ruang kelas sehingga pemerintah mengetahui seberapa besar kelumpuhan dunia pendidikan kita tanpa adanya guru-guru yang tidak dianggap oleh pemerintahnya,” tegasnya.

“Jngankan harapan untuk menjadi PNS. Bahkan untuk mengikuti PPG Prajabatan Mandiri pun yang mereka bayar dengan uang yang tidak seberapa dari pendapatan mereka, juga tidak diberikan kesempatan,” sambungnya

Baca  Soal Ujian Anak SD Dinilai Lecehkan Nabi saw! Kok Bisa?

IGI berharap para guru honorer yang masih memenuhi syarat usia, bisa berjuang menembus ketatnya persaingan menjadi PNS dalam seleksi CPNS 2019.

Sementara, menurut Ramli, guru honorer usia di atas 35 tahun tidak punya harapan lagi karena hampir semua ruang sudah tertutup.

Padahal ratusan ribu bahkan jutaan guru yang statusnya tidak jelas ini sesungguhnya memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk bersaing dengan fresh graduate.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Pendidikan

Wah Ternyata Ujian Nasional Hanya Jadi Ladang Bisnis

Pendidikan

Agar Belajar Membaca al-Quran Menyenangkan Bagi Anak Anda

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan
Cara Mendidik Anak di Zaman Modern

Pendidikan

Begini Cara Mendidik Anak di Zaman Modern Menurut Abdul Somad

Pendidikan

Kemendikbud: Zona Merah dan Kuning Tak Boleh Menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan

Ditemukan Pasal Aneh dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja; Guru dan Dosen Asing Tak Perlu Disertifikasi

Pendidikan

Nadiem Akan Rombak Kurikulum demi Kurangi Beban Siswa