Home / Daerah

Jumat, 8 Mei 2020 - 21:12 WIB

Kasus Corona Bertambah, Bupati Mimika Minta Jokowi Tutup Freeport

Jakarta – Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, bakal mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusulkan penutupan sementara operasional PT Freeport Indonesia. Hal ini dilakukan guna meminimalisir penularan wabah virus Corona di wilayah Tembagapura.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta operasional Freeport untuk ditutup selama 14 hari hingga satu bulan. Ia khawatir bila operasional Freeport tetap berjalan maka penularan virus Corona bisa bertambah.

“Ini memang baru sebatas wacana, kami akan mengirim surat ke Presiden RI di Jakarta dan semua menteri terkait untuk menutup sementara waktu operasional Freeport. Kalau karyawan di Tembagapura tetap kerja terus, kita tidak akan bisa memutus mata rantai kasus COVID-19 di Tembagapura,” kata Omaleng usai bertemu DPRD Mimika seperti dilansir dari Antara, Sabtu (9/5/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini jumlah karyawan yang terpapar COVID-19 di wilayah Tembagapura terus meningkat. Hingga Jumat kemarin, kata dia, sudah 56 orang di Kelurahan dan Distrik Tembagapura dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Baca  Heboh, Aksi Bagi-bagi Uang Wanita Bermobil Mewah di Kulon Progo

Omaleng menjelaskan kesulitan utama untuk mencegah penularan COVID-19 di wilayah kerja PT Freeport di Tembagapura itu lantaran jaga jarak tidak bisa diterapkan maksimal lantaran ruang gerak dan ruang publik yang terbatas.

“Karyawan itu pergi kerja sama-sama, duduk dalam bus sama-sama, naik tram sama-sama, sampai di tempat kerja sama-sama, pulang dari tempat kerja sama-sama, begitu juga saat makan sama-sama. Jadi otomatis penularannya cepat. Belum lagi suhu udara di Tembagapura dan tambang Grasberg itu sangat dingin, bahkan bisa di bawah nol derajat. Kondisi seperti itu bisa berakibat fatal jika tidak diambil langkah pencegahan secepatnya,” kata Omaleng.

Ia menambahkan Pemkab dan DPRD Mimika tidak bisa mengambil langkah dan kebijakan sendiri untuk menutup operasional PT Freeport mengingat perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia itu merupakan obyek vital nasional.

Baca  Masjid Cirebon Ini Tetap Gelar Salat Jumat, Jemaah: Tertular atau Tidak Itu Kehendak Tuhan

“Kami hanya bisa minta arahan dan petunjuk Bapak Presiden. Kami tidak bisa mengambil langkah sendiri. Kalau memang disetujui usulan kami maka tentu akan lebih bagus untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang yang ada tinggal di Tembagapura saat ini,” kata Omaleng.

Sebelumnya Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama menyebut perusahaannya terus memperkuat upaya dan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika guna melindungi karyawan dari risiko penyebaran COVID-19 di seluruh area kerja dan lingkungan sekitar perusahaan.

Upaya yang dilakukan antara lain dengan memaksimalkan jaga jarak, menyiapkan fasilitas medis di Tembagapura dan Timika yang merupakan area kerja utama perusahaan, serta menutup akses memasuki Tembagapura.

Sejak awal Maret, kata Riza, Freeport telah menerapkan berbagai upaya mitigasi yang dapat melipatgandakan protokol kesehatan di area kerja seperti larangan masuk dan pembatasan perjalanan ke luar negeri, pemeriksaan suhu tubuh karyawan yang tiba di bandara dan terminal bus dan hendak memasuki area kerja.

Baca  Desak Jokowi Hentikan Bagi-bagi Sembako di Jalan, Ubedilah Badrun: Malu Sama Negara Tetangga

Karyawan yang terdeteksi dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius diwajibkan untuk tidak bekerja dan memeriksakan diri ke tim medis.

Selanjutnya, memaksimalkan pembatasan interaksi fisik dengan menutup sejumlah fasilitas seperti sekolah, tempat ibadah, dan restoran/kafetaria di seluruh area kerja.

Fasilitas umum yang tetap dibuka seperti kantin karyawan dan pasar swalayan, garis yang mengatur jarak antrean antar pengunjung telah disiapkan. Pembatasan jarak yang sama diterapkan pula dalam trem dan bus karyawan yang hanya beroperasi di dalam area kerja.

Freeport juga menggiatkan standar kebersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor dan area kerja, menutup seluruh akses memasuki Tembagapura sejak 26 Maret 2020. Namun, seluruh kegiatan operasional pengangkutan logistik tetap dilakukan seperti biasa agar kebutuhan bahan-bahan pokok seperti makanan tetap terpenuhi. (detik)

Share :

Baca Juga

Daerah

Klaster Corona Sampoerna ‘Meledak’ Gara-gara Dinkes-Gugus Tugas Lambat

Daerah

Berjubel Belanja di Mall, Kini Pembeli Cemas, Seorang Kasir Terbukti Positif Corona

Daerah

Setelah Mengamuk Soal Mobil PCR, Risma Terdiam Dipermalukan Penjelasan Gugus Tugas
500 WNA Asal China Bakal Masuk

Daerah

500 WNA Asal China Bakal Masuk ke Sultra, Ali Mazi: Jelas Kita Tolak!

Daerah

Tetap Terapkan Lockdown, Walikota Sorong: Jangankan Satu Tahun, Dipenjara Lima Tahun Pun Saya Masuk

Daerah

Peserta Itjimak Meninggal, Permintaan Keluarga: Pemakaman dengan Protap Covid 19

Daerah

Dana JPS Sumbar Dibagikan Lewat Pos Indonesia, Satu KK Dapat 1,2 Juta

Daerah

4 Pesan Anies Baswedan Menyambut Lebaran 2020 untuk Warga DKI Jakarta