Home / Pemerintah

Jumat, 3 April 2020 - 08:00 WIB

Karena Wabah Corona Akad Nikah Via Video Call? Ini Keputusan Kemenag

BERITAWAJO.COM – Kementerian Agama (Kemenag) tak memberi pelayanan akad nikah baru di tengah wabah coona virus Covid-19. Pasangan calon pengantin pun diminta tak menggelarnya secara daring atau online lewat video call.

Keputusan itu berdasarkan surat edaran Tanggal 2 April 2020 terkait protokol penanganan Covid-19 pada pelayanan kebimasislaman.

“Permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani. Kami meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaannya,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan resminya, Jumat (4/3).

Amin menyatakan surat edaran itu sudah ditujukan ke seluruh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan KUA untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Baca  Kisah Pilu, Ojol dan Istri Bersama Bayinya Berusia 20 Hari Diusir dari Kontrakan

Selain itu, Amin meminta KUA untuk menggelar akad nikah sesuai dengan aturan dan syariat Islam yang berlaku.

“Pelaksanaan akad nikah secara online, baik melalui telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya tidak diperkenankan,” cetusnya.

Pada prinsipnya, surat edaran itu berisi, pertama, Kemenag hanya melayani spendaftaran calon pengantin secara daring melalui situs www.simkah.kemenag.go.id. Meski demikian, pelaksanaan akad nikah nantinya tak dalam masa tanggap darurat penanganan Covid-19.

“Tak ada pendaftaran tatap muka,” kata Amin.

“Pelaksanaan akadnya tidak dalam masa darurat Covid-19 yang akan terus diupdate perkembangannya,” imbuhnya.

Kedua, Kemenag tetap menggelar akad nikah hanya bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum 1 April 2020. Dengan catatan, pelayanan akad nikah itu hanya bisa dilaksanakan di kantor KUA.

Baca  Begini Cara Orang Beriman Menghadapi Wabah Penyakit Menurut UAS

“Layanan [akad nikah] di luar KUA ditiadakan,” tambah dia.

Ketiga, Kemenag meminta calon pengantin dan keluarganya tetap mematuhi prosedur pencegahan Corona jika melakukan akad nikah di kantor KUA.

Yakni, jumlah yang hadir dalam prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang; calon pengantin dan anggota keluarga harus mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer serta menggunakan masker; petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Baca  Honorer K2 Minta Passing Grade Turun, Pati Sunandar: Namanya Makin Tua, Daya Ingat Berkurang

Diketahui, rukun atau yang harus dipenuhi dalam nikah secara islam adalah ada mempelai pria, mempelai wanita, wali nikah, dua orang saksi, dan ijab kabul atau kesepakatan dua pihak.

Dalam buku Ensiklopedi Hukum Islam, sahnya ijab kabul pun memiliki sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah berada dalam satu majelis. Ulama berbeda pendapat soal makna ‘satu majelis’ ini.

Imam Syafi’i cenderung melihat itu dalam arti fisik. Bahwa, calon suami dan wali dari calon istri harus berada dalam satu ruangan saat ijab kabul agar bisa saling memandang, mendengar, dan memahami dengan jelas kesepakatannya.

Sumber

 

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Mengapa Indonesia Belum Juga Mengambil Langkah Lockdown? Ini Jawabannya!

Pemerintah

Perjuangkan Guru Honorer, Anggota Komisi X DPR Adrianus: Mudah-mudahan Air Matanya Jangan Keluar Lagi

Pemerintah

Peserta Pelatihan Kartu Prakerja Tidak Dijamin Mendapat Pekerjaan: Ini Alasannya

Pemerintah

Anies Meminta Semua Aktifitas Kantor Perusahaan Dihentikan

Pemerintah

Dana Pensiun ASN Rp1 Miliar, Tjahjo Kumolo: Salah Kutip

Nasional

Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani

Pemerintah

Menko Mahfud: Haram Tiru Sistem Pemerintahan Era Nabi Muhammad

Pemerintah

Menkeu Sri Mulyani Ngutang 5 Triliun, Komisi XI: Kita Enggak Pernah Tahu Kapan Diajukan