Home / Politik

Jumat, 10 April 2020 - 16:02 WIB

Jokowi Sepelekan Covid-19 Tanpa Pencegahan, Pengamat: Tuhan Sudah Kasih Kesempatan, Inilah Hasilnya 

Jakarta – Presiden Joko Widodo diingatkan bahwa dua bulan sejak sebelum kasus pertama virus corona atau Covid-19 sangat menyepelekan dan tidak melakukan langkah pencegahan.

Bagi analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira, tindakan yang dilakukan Presiden Jokowi jauh dari pengumuman kasus pertama di Indonesia harus benar-benar dikritik keras.

“Saya pikir itu sebuah tindakan yang harus dikritik keras, itu karena kita diberikan waktu dua sampai tiga bulan untuk mempersiapkan diri tapi malah mengundang orang-orang asing masuk ke dalam negeri,” ucap Geradi Yudhistira, Jumat (10/4).
Padahal, kata Geradi, pada Januari 2020 di saat belum ada kasus di dalam negeri seharusnya Presiden Jokowi untuk fokus berupaya agar tidak ada penularan virus yang masuk ke Indonesia.

Baca  Pandemi, PDIP Akan Tetap Gelar Doa Bersama di Makam Bung Karno

“Seharusnya fokus pemerintah adalah bagaimana supaya tidak ada sebuah penularan di dalam negeri sehingga harus ditutup, tapi yang dilakukan malah sebaliknya, dia malah membuka besar-besaran terutama pariwisata dan insentif tiket dan segala macam,” jelasnya.

Logika Presiden Jokowi tersebut, kata dia, sangat berlawan dengan logika kesehatan masyarakat yang seharusnya melakukan pencegahan dibanding mengobati.

Baca  Rizal Ramli: Tunjangan Guru Dipangkas 3,3 Triliun, Stafsus Presiden Dapat Proyek 5,6 Triliun

“Ini agak sedikit berlawanan dengan logika kesehatan masyarakat ya bahwa sebenarnya kalau kita melakukan karantina sebetulnya yang terbaik adalah ketika kita belum ada kasus di dalam,” kata Geradi.

Karantina sebelum ada kasus di dalam negeri, lanjutnya, dapat dilakukan sejak Januari 2020 kemarin di mana beberapa negara di luar negeri telah terpapar.

Namun demikian, logikan tersebut kata Geradi, hanya digunakan oleh para pemerintah daerah di Indonesia dan bukan oleh Presiden Jokowi. Misalnya seperti di Toli-Toli yang terlebih dahulu melakukan lockdown atau karantina wilayah meskipun belum ditemukan kasus Covid-19 di sana.

Baca  BBC Kumandangkan Adzan dan Ayat Suci al-Quran Selama Wabah Corona

“Tindakan lockdown itu menurut saya logika yang tepat. Karena bagaimana caranya supaya melindungi orang-orang yang ada di wilayah tersebut dengan cara jangan sampai ada penularan dari luar. Nah yang dilakukan pemerintah jokowi ini sangat bertentangan dengan itu,” tegas Geradi.

“Saya gak tau logika apa yang dibawa dan terbukti dua bulan tiga bulan kita di kasih waktu dikasih Tuhan kesempatan untuk lakukan persiapan tapi tidak dilakukan persiapan dengan matang dan hasilnya seperti ini,” pungkasnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Politik

Adamsyah: Dulu Zero Corona, IMF Buka Pinjaman untuk Corona, Langsung Ngaku Ada
Kartu Prakerja

Politik

MPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif dan Pemborosan Uang Negara

Politik

Said Didu dan Faisal Basri Didukung Ratusan Orang, Desak Pecat Luhut

Politik

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tolak Komut Pertamina

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Rocky Gerung: Corona Baru Berhenti di Tahun 2070! Apa Maksudnya?

Politik

Ditanya Kesiapan Jadi Capres 2024, Ini Jawaban Susi Pudjiastuti

Nasional

Desak Anies Baswedan Dimakzulkan, Satyo Purwanto Sebut Massa Kesurupan Atas Dasar Kebencian