Home / Politik

Minggu, 8 Maret 2020 - 13:22 WIB

Jokowi Akan Jatuh Bulan Juni, Ini Alasannya Menurut Syahganda

BERITAWAJO.COM – Pengamat ekonomi dan politik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan memperkirakan rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan jatuh enam bulan lagi.

Hal ini disampaikannya dalam acara bertema “Benarkah Rakyat Kecewa Jokowi?” yang videonya diunggah ke kanal YouTube realita TV, Jumat (28/2/2020).

Syahganda mengaku telah membaca berbagai kajian dan menyimpulkan rezim Jokowi akan jatuh dalam enam bulan. Prediksi ini berdasarkan pengamatannya dari sektor ekonomi dan politik.

“Jatuh itu ada dua, dia buat rezim baru, sekarang kan sudah sibuk dari kantor KSP mengumumkan akan ada reshuffle kabinet. Ini kan paling konyol di dunia, ada yang belum enam bulan sudah bicara reshuffle,” klaim Syahganda.

Baca  Sri Mulyani Sentil Anies, Belanja Pegawai dan Barang DKI Masih Tinggi

Ia menambahkan, “Menurut saya ini rezimnya, bukan Jokowi, artinya Jokowi dan para tim ini kemungkinan dalam bulan Juni ini sudah jatuh”.

Syahganda juga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia semakin susah dalam pemerintahan Jokowi periode kedua ini.

“Ketika masuk pada realitas sekarang, 3 bulan plus satu bulan pemerintahan Jokowi, semua orang tahu ekonomi ini susahnya bukan main, baik di rakyat bawah maupun di atas. Sekarang 115 juta jiwa terancam kemiskinan,” ujarnya.

Syahganda lalu mencontohkan ekonomi rumah tangga sekarang yang mengalami kesulitan. Menurutnya, orang-orang kekinian sulit membayar berbagai cicilan.

Baca  Jokowi Mengatakan Klorokuin Bisa Sembuhkan Pasien Corona, Kominfo Langsung Ralat. Sumule; Sebar Hoax Dong?

“Yang biasa sudah nikmat dengan pengeluaran cicilan mobil, kredit rumah tiba-tiba sekarang berkurang. Negara 36 triliun di bulan Januari aja enggak punya uang, siapa yang mau dipotong?” katanya.

Kesulitan ekonomi Indonesia, menurut Syahganda disebabkan oleh rezim pemerintah yang pro terhadap China.

“Karena selama ini rezim yang pro pada China merasa nyaman dengan adanya China yang setiap saat bisa membantu. Kalau kata Luhut Binsar Panjaitan: ‘gampang nanti kalau BPJS runtuh saya panggil asuransi China langsung selesai’ kata Luhut,” ujarnya

Ia menambahkan,”Ini rezim ketika kena kasus coronavirus, dimana China itu hancur ekonominya sekarang, rezim ini gak punya penolong lagi”.

Baca  Presiden Iran Hubungi Pak Jokowi, Tawarkan Bantuan untuk RI Hadapi COVID

“Kita impor 45 miliar dollar dari China per tahun, 24 miliar dollar ekspor. Ini mempengaruhi semua, barang-barang sekarang orang sudah senang handphone, semua handphone dari sana, sparepart mobil, ini nanti kena tiga bulan lagi,” katanya.

“Cita-cita Jokowi yang selama ini aneh-aneh pindahin ibukota, mau ini itu, terjebak pada fakta dimana dia tidak bisa mendanai rezimnya, dan itu menurut saya, tiga atau enam bulan lagi terasa, enggak tahu jatuh atau enggak, tapi saya berdoa jatuh,” imbuhnya.

Sumber

Share :

Baca Juga

Politik

Kepala Daerah Doyan Mutasi untuk Kepentingan Politik, Ini Warning Wapres

Politik

Pramono Tak Ingin Jokowi Senasib Gus Dur, Arief Poyuono Bilang Seperti Ini

Politik

Dua Komisioner KPU Dipecat. Pengamat Politik; Indikasi Kecurangan Pemilu 2019

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Politikus Demokrat: Program Kartu Prakerja Jokowi Mirip Kuis

Politik

Riza Patria Jadi Wagub DKI, Ini Pesan dari Prabowo

Politik

Pengamat: Presiden Jokowi Harus Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China 

Politik

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tolak Komut Pertamina