Home / Daerah

Jumat, 22 Mei 2020 - 18:50 WIB

Jadi Imam dan Khatib Salat Idul Fitri, Jawaban Bupati Karanganyar di Grup WhatsApp

Kebijakan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang mengizinkan pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan, masjid, dan musala secara berjamaah mendapat teguran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Meski begitu, Juliyatmono punya alasan kuat untuk menggelar salat berjamaah di tengah pandemi Corona.

Yuli sapaan akrab Juliyatmono tetap teguh dengan kebijakan Salat Idul Fitri berjamaah tersebut dengan mengambil segala tanggung jawab atas akibat dari regulasinya itu.

Karenanya, perbedaan pendapat antara dirinya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, perihal pelaksanaan Salat Id di tanah lapang, masjid, maupun musala tidak dipertentangkan di media apapun.

Yuli memahami betul kondisi saat ini yang masih berada dalam situasi pandemi Covid-19. Saat dirinya mengeluarkan kebijakan tersebut, Yuli, sapaan akrabnya, mengaku sudah mempertimbangkan banyak aspek.

Baca  Khofifah dan Risma Memanas? Gubernur Ambil Alih Kerjaan Walikota Soal Pasar Murah

“Jangan dipertentangkan lo ya. Presiden kan jelas juga [agar] memperhatikan tentang kesehatannya he he. Karanganyar kan ini tinggal tiga orang [terkonfirmasi positif Covid-19] dan semuanya sudah di rumah sakit. Jadi apanya. Apanya yang ditanggapi ya,” ujar Yuli, Kamis (21/5/2020).

Ia menyampaikan bahwa dirinya sudah mengonfirmasi pertanyaan Gubernur Jateng melalui whatsapp grup. Dalam whatsapp grup itu berisi bupati dan walikota se-Jawa Tengah.

“WhatsApp grup [berisi] bupati walikota se-Jateng kan ada. Di sana Pak Gubernur konfirmasi apakah benar seperti yang di medsos itu [Kabupaten Karanganyar mengizinkan masyarakat menyelenggarakan Salat Id di tanah lapang, masjid, dan musala]. Begitu terus kami jawab, ‘Betul Pak, saya bertanggung jawab. Semuanya memperhatikan protokol kesehatan begitu’,” tutur dia.

Baca  Tanpa Jarak, Ribuan Orang Tarawih di Masjid Baiturrahman Aceh

Yuli seperti dikitip Solopos.com mengaku telah menyiapka segala protokol kesehatan dalam rangka mencegah persebaran Covid-19 selama pelaksanaan Salat Id di tanah lapang. Rencana Pemkab menyelenggarakan Salat Id di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bertindak sebagai imam dan khotib Salat Id.

“Pintu masuk kami siapkan thermometer gun. Semua pakai masker, bawa sajadah sendiri, jarak kami atur. Di depan juga kami siapkan tempat wudu dan air mengalir. Selesai langsung pulang tanpa salaman dan tidak boleh berkerumun. Dalam hati terus berdoa semoga Covid-19 segera berlalu. Ini juga belajar new normal namanya.”

Baca  Ini 'Zona Merah' Corona di Jawa Barat Menurut Ridwan Kamil

Seperti diberitakan sebelumnya, Ganjar menyesalkan keputusan Yuli yang izinkan warganya menggelar salat Idulfitri di lapangan, masjid, maupun musala. Keputusan Juliyatmono tersebut bertentangan dengan anjuran pemerintah pusat untuk salat Id di rumah.

Ia pun meminta Bupati Juliyatmono meninjau kembali keputusannya dan mengikuti anjuran pemerintah untuk menggelar salat Id di rumah. (bl)

Share :

Baca Juga

Pemprov Sumut Gratiskan Tagihan Air

Daerah

Dampak Corona, Pemprov Sumut Gratiskan Tagihan Air PAM Selama 3 Bulan

Daerah

Anies Akan Minta Petunjuk Ulama dalam Menyambut Ramadhan di Tengah Corona

Daerah

Gubernur Khofifah akan Cabut Izin Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya

Daerah

Capai Rp749 Miliar, Anggaran Covid-19 di Makassar Tertinggi di Seluruh Indonesia

Daerah

Hujan Bakal Guyur DKI Jakarta, Simak Peringatan BMKG

Daerah

Lockdown Dibatalkan Pemerintah, 19 Orang Ini Menggugat Jokowi

Daerah

Ini Lima Daerah yang Melakukan ‘Lockdown’ Guna Mencegah Penyebaran Corona

Daerah

Gereja Bathesda Makassar Tetap Laksanakan Ibadah Minggu