Home / Islam

Minggu, 12 Januari 2020 - 13:13 WIB

Inilah Makna Ikhlas yang Tersembunyi dalam Surah Al-Ikhlas. Tidak Banyak Orang Mengetahuinya

BERITAWAJO.COM – Apa makna ikhlas? Dalam al-Quran ada surah yang bernama surah al-Ikhlas. Ternyata ada hubungan antara surah al-Ikhlas dengan ikhlas itu sendiri.

Allah memperlihatkan kita petunjuk berupa Al-Quran, diharapkan pemahaman yang baik untuk mengetahui isi petunjuk tersebut. Surah Al-Ikhlas, Surah pendek berisi empat ayat, dinamakan Al-Ikhlas tetapi sama sekali tidak ada kata Ikhlas di dalamnya.

Apa maksud yang hendak disampaikan oleh Allah swt..? Bagaimana memahami makna ikhlas dalam surah al-Ikhlas itu? Mari kita simak.

Bismillaahirrahmaanirrahiim… Ayat pertama “qul huwallaahu ahad” : Katakanlah Tuhan itu Ahad. Dalam terjemah Al-Quran yang lain diartikannya “katakanlah Tuhan itu Esa”, ada juga yang mengartikannya “katakanlah Tuhan itu Satu”.

Engkau yang satu, apakah sama pemaknaan satu sebagai referensi satu ‘’Dia’’ dengan satu ‘’Tuhan’’?, Benarkah satu itu tidak ada unsur lain?. ‘’Dia’’ satu, tetapi ada dua tangan, dua kaki, dua telinga, dua mata.

Tetapi Dia tetaplah satu, Satu atau Tunggal. Seorang lelaki menikah dengan wanita akan membentuk satu keluarga. Dua orang tetapi dinamakan “satu” keluarga.

Satu disini bermakna penyatuan dua unsur yang menjadi satu. Namun, Tuhan tidak membutuhkan pasangan, adakah Tuhan kesepian?

Tuhan tidaklah sendiri, tidak juga banyak, sebagaimana banyaknya manusia. Tuhan bersama dengan ciptaan-Nya : kerjasama tim, sebagaimana keluarga antara suami dan istri.

Baca  Hukum Islam, Syariat dan Fikih, Apa Perbedaannya?

Maka Tuhan beserta Malaikat-malaikat-Nya dan dengan segala yang Ia cipta. Tuhan mencakup segalanya, mencakup alam semesta, mencakup malaikat-malaikat-Nya, Serta mencakup apapun itu. Itulah ahad, satu atau Tunggal.

Dalam konsepsi Jawa, kita kenal dengan kata manunggaling kawula gusti. Manunggal: satu. Dalam konsepsi kenegaraan kita kenal dengan kata Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka: berbeda-beda / beragam, Ika: Satu. Kaprikornus apa makna dari Tunggal?, Bisakah diartikan “tetapi”?

Dalam tunggal itu ada keberagaman. Tuhan ialah dzat yang Maha Sempurna. Kita tidak akan pernah tau bagaimana dzat Tuhan yang sebenarnya, namun penting adanya untuk mengetahui supaya terbangun pemahaman bila Ia benar-benar berbeda dengan makhluk-Nya.

Dalam Surah Al-Ikhlas dijelaskan, “katakanlah Tuhan itu satu”, kalimat ini merupakan kalimat impressive.

Muhammad diperintahkan oleh Tuhan melalui Jibril untuk mengakui bila Tuhan itu satu. Ayat ini juga dikenal dengan ayat Tauhid. Muhammad dikuatkan kembali dengan ratifikasi tersebut, sekaligus sebagai peringatan kepada umatnya supaya melaksanakan perjalanan-perjalanan “tauhid”.

Sebagaimana pula yang dilakukan Ibrahim dalam proses pen-Tauhidannya. Dalam bahasa sederhana “katakanlah Dia, itu ialah kekasihku”. Seseorang memerintahkanku untuk mengakui jikalau Dian ialah kekasihku.

Malaikat menguatkan keyakinan Muhammad dengan persaksiannya “Tuhan itu satu”. Begitupun dengan saya yang bersaksi wacana “Dian ialah kekasihku”.

Baca  Karena Anies, Ancol Resmi Jadi Lokasi Museum Rasulullah saw Terbesar Dunia

Ada ratifikasi di dalamnya atau mengikrarkan diri. Ayat kedua dari Surah Al-Fatihah sebagai penjelas wacana Tuhan yang satu, siapakah Tuhan yang satu itu?

“alhamdulillaahi Rabbil Aalamiin”: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tuhan yang satu, mencakup seluruh semesta.

Akankah Tuhan kesepian?, Jawabannya tidaklah mungkin Tuhan kesepian, lantaran Ia ialah yang Maha Cinta? Dialah Tuhan yang mencakup alam semesta.

Kemudian pertanyaan bagi kita semua, Akankah Tuhan jatuh ‘’Cinta’’ kepada insan menyerupai kita ini?, Sementara kita ini hanya sebahagian yang sangat kecil dari alam semesta ini.

Ayat kedua “Allaahus Shomad’ : Tempat meminta segala sesuatu. Pemaknaan kita terhadap ayat ini akan lekas kepada sifat kedermawanan Tuhan.

Meminta, sangat berafiliasi dengan sesuatu yang bersifat materi, “aku meminta uang kepada Ibu” sangat bermateri. Apakah Tuhan materialistik?

Sementara Tuhan tidak mengukur insan dengan kekayaan. Bentuk badan dan apapun itu melainkan hanya dari segi ketakwaan. Kita sempat melupakan kata “pinta” (cintailah aku, hanya itu yang saya pinta).

Kata-kata ‘’pinta’’ cocoknya dengan sesuatu yang inmateri atau tidak bermateri. Bagaimana jikalau seumpama diartikan “Allaahu Shomad”: Tempat meminta segala Pinta.

Dalam terjemahan Al-Quran yang lain bermakna: Adalah Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu. Yang bergantung itu ialah beban, hidup ini dipenuhi dengan beban / persoalan.

Baca  Mengapa Jasad Nabi, Sahabat dan Para Syuhada Tetap Harum? Ini Jawabannya

Hanya kepada Ia lah satu-satunya yang mencakup segala misteri dan rahasia-rahasia daerah insan menggantungkan keluh kesah, rasa dan asa. Akankah kita meminta rezeki kepada Tuhan berupa emas ataupun permata? Ataukah kita meminta untuk dibukakan pintu-pintu pengetahuan supaya kita lekas mengetahui dari mana memulai pekerjaan yang terbaik?

Ayat ketiga “ lam yalid walam yuulad” : Tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Mari kita obrolkan, Tuhan tidak beranak,

Dan mari kita mengurusi kata anak. Anak berawal dari air mani dan sel ovum. Di dialog selanjutnya kita akan bahas lebih mendalam. Anak lahir lantaran bersenggama, sangatlah jauh untuk Tuhan berkegiatan menyerupai itu.

Mari kembali lagi, dengan Ia Tuhan yang mencakup segala semesta, Sungguh rendah kedudukan Tuhan bila Ia dilahirkan apalagi melahirkan. Mungkinkah Tuhan memerlukan semua itu, Tuhan tidak butuh bersenggama, alasannya Ia ialah dzat yang ‘’Maha Cinta’’, Maha Pencipta tanpa reproduksi.

Ayat keempat “walam yakunlahu kufuwan ahad” : Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya. Ayat ini sebagai pembersih, Bersih dari apapun mengenai pedoman insan terhadap-Nya.

Itulah IKHLAS. Sama sekali tidak ada kata-kata Ikhlas di dalam surah Al-Ikhlas. Ikhlas tidak meski disebutkan, Ikhlas ialah bentuk pentauhidan kepada Allah yang Maha Kuasa

Share :

Baca Juga

Islam

Mengapa Jasad Nabi, Sahabat dan Para Syuhada Tetap Harum? Ini Jawabannya

Inspiratif

Ternyata Ibu UAS Pernah Curiga Sang Ustadz Pelihara Jin

Islam

Ini Waktu Dilarang Mengerjakan Shalat! Banyak yang Belum Tahu

Islam

Baru! Begini Cara Urus Jenazah Seorang Muslim Pasien Corona Menurut Fatwa MUI

Islam

Arwah Manusia yang Meninggal Gentayangan atau Bagaimana?

Islam

Demi Keselamatan Jamaah, Menyentuh Ka’bah Dilarang, dan Jalur Sai Juga Terancam Akan Ditutup

Islam

Relawan Jokowi Ini Minta MUI Keluarkan Fatwa Tak Puasa di Saat Corona

Islam

MUI: Tak Ada Perintah Melarang Shalat Jumat Karena Virus Corona. Itu Pelintir!