Home / Nasional

Jumat, 1 Mei 2020 - 23:07 WIB

Ini Sosok Bupati Boltim yang Viral Karena Sebut Aturan Menteri Membingungkan

Raut wajah penuh kekesalan ditampilkan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar dalam sebuah video berdurasi 2.06 menit yang beredar di media sosial, Sabtu (25/4/2020).

Duduk di atas kursi plastik warna merah dan di hadapan sejumlah orang, Sehan Landjar meluapkan kekesalannya dengan aturan dari para pembantu Presiden Joko Widodo yang terus berubah-ubah dalam menanggapi wabah Covid-19.

“Menteri-menteri itu berlagak tidak salah main ubah aturan yang bikin kita pusing,” ujar Sehan Landjar mengawali luapan amarahnya.

Menurutnya, pemerintah pusat seharusnya menjalankan koordinasi yang bagus dalam menghadapi wabah semacam ini. Jika bingung, sambungnya, maka pemerintah pusat bisa beri mandat penuh pada pemerintah daerah dengan memperketat pengawasan dari aparat penegak hukum

“Beri saja kewenangan kita, diawasi KPK, polisi, kejaksaan kita akan libatkan semua. Tapi jangan (aturan) diubah-ubah bikin bingung,” tegasnya.

Baca  Kepala BPIP Sesalkan Masyarakat Salahkan Pemerintah Terkait Pandemi, Bahkan Sampai Bahas Pemakzulan Presiden

Sehar Landjar mengurai bahwa kini banyak daerah yang mengalami keterlambatan dalam antisipasi Covid-19. Ini lantaran mereka bingung dalam mengubah APBD dan peruntukan dana desa.

“Kita jadi bingung, sekarang memasuki bulan Ramadhan, kita bingung, semua serba terdesak,” tekannya dengan nada meninggi.

Salah satu yang disoroti adalah mengenai aturan dana desa. Di mana Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) meminta agar dana desa tidak untuk dibelanjakan sembako.

Lalu kemudian surat dari Menteri Dalam Negeri mengharuskan daerah melakukan antisipasi dampak dari Covid-19 dan bencana alam dari dana desa.

“(Lalu) Mendes turun surat atas kesalahan dia. Yang lebih hebat di situ bahwa itu digunakan BLT, standarnya Rp 600 ribu, Boltim ada 4.700 KK lebih,” ujarnya.

“Nah bagaimana dengan surat dari Mensos, yang PKH tidak perlu lagi dapat lagi sembako, tidak perlu dapat BLT. Gila PKH dari Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu per PKH,” sambung Sehan Landjar.

Baca  Punya Anak Jadi Bupati 2 Periode, Ibu Ini Tolak Kemewahan,Pilih di Kampung Jual Sayur

Menurutnya, aturan itu merupakan cara berpikir menteri yang tidak adil. Dia pun akhirnya berinisiatif mengambil kebijakan bahwa PKH tetap harus dapat.

“Aparat desa juga harus mendapatkan,” tutupnya.

***

Lalu siapa sosok Sehan Salim Landjar? Kader Partai Amanat Nasional ini merupakan bupati dua periode di Boltim, Sulawesi Utara. Periode pertama ia berdampingan dengan Medy Lensun. Sedangkan di periode kedua dengan Rusdi Gumalangit.

Sehan Landjar menikah dengan wanita asal Gorontalo, Nursiwin Dunggio. Dari pernikahan tersebut dikaruniai 4 putra dan putri. Sang Istri kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari PAN.

Putra pertamanya, Fuad Landjar merupakan Ketua DPRD Boltim. Anak keduanya, Amelia Landjar juga tengah mempersiapkan diri maju dalam pencalonan sebagai Bupati Boltim. Anak ketiganya Firhan Landjar juga sempat terjun di dunia politik.

Baca  Bantu Nelayan Terdampak Covid-19, Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

Pria kelahiran 17 Desember 1963 di Desa Togid ini memang dikenal punya gaya nyentrik selain dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Bahkan, tak sedikit yang memanggilnya dengan Eyang karena kemampuannya memberikan wejangan dan motivasi.

Gaya khasnya juga, ia selalu blusukan untuk menangkap kondisi nyata dari warganya. Biasanya ia menggunakan sepeda motor untuk blusukan. Bahkan tak segan ia memeluk dan menangis saat bertemu warganya di tengah rutinitasnya blusukan.

Pria yang lahir dari keluarga petani dan sempat merasakan putus sekolah ini tercatat punya kekayaan sebesar Rp958.300.080 (LHKPN 23 Juli 2015). (PORTAL ISLAM, VIVA, konten islam)

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Saat Pandemi

Nasional

Dukun yang Obati Pasien Corona di-Rapid Test Sekeluarga

Nasional

Berita Gembira! Suplemen Pelawan Corona Ditemukan, 6 Provinsi Sudah Pesan

Nasional

Kritik Penanganan Corona, Faisal Basri: Komandannya Luhut atau Siapa?

Nasional

Luhut: TKA China Masuk Juni – Juli. Kita Harus Jujur!

Nasional

Sidang Lanjutan Anak Gugat Ayah, Pintu Maaf Sudah Tertutup

Nasional

Prabowo: Dalam Perang Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa

Nasional

Begini Hitungan dan Cara Mengetahui Pengguna Token dapat Listrik Gratis!