Home / Global

Selasa, 24 Maret 2020 - 15:34 WIB

Inggris Lockdown, China Khawatir Gelombang Kedua Wabah Corona

Ilustrasi -- Patung di Wuhan, China turut dipasangi masker di tengah pandemi virus Corona (Getty Images)

Ilustrasi -- Patung di Wuhan, China turut dipasangi masker di tengah pandemi virus Corona (Getty Images)

BERITAWAJO.COM – Otoritas Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk membatasi penyebaran virus Corona. Sementara otoritas China mengkhawatirkan gelombang kedua wabah virus Corona setelah jumlah kasus impor terus bertambah.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan langkah tegas memberlakukan lockdown di negaranya pada Senin (23/3) malam waktu setempat. Langkah ini diharapkan bisa menangkal penyebaran virus Corona di Inggris.

Setiap warga dilarang keluar rumah selama lockdown berlangsung, kecuali untuk urusan penting dan mendesak.

Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk menangkal penyebaran virus Corona atau COVID-19. Setiap toko dan layanan jasa ditutup sementara, dengan warga dilarang untuk berkumpul.

“Tetap di rumah,” tegas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3/2020).

Pengumuman lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat, setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah menjadi 335 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Inggris saat ini mencapai 6.650 kasus.

Baca  Gedung Putih Jebol, Pasukan Khusus Pengawal Trump Kena Corona

Langkah tegas ini diambil PM Johnson setelah muncul kemarahan dari pemerintah yang merasa imbauan agar warga mengurangi kontak sosial demi meminimalisasi penularan virus Corona, diabaikan oleh publik. Kerumunan orang terlihat menikmati akhir pekan di taman-taman setempat dan di area pinggiran negara itu.

“Mulai malam ini (23/3) saya harus memberikan instruksi sederhana untuk warga Inggris — Anda harus tetap di rumah,” tegas PM Johnson. “Karena hal penting yang harus kita lakukan adalah menghentikan penyebaran penyakit antar rumah,” imbuhnya.

China Khawatirkan Gelombang Kedua Wabah Corona

Muncul kekhawatiran adanya gelombang kedua virus Corona atau COVID-19 di China daratan setelah jumlah kasus impor di negara itu semakin meningkat. Otoritas kesehatan China melaporkan 78 kasus baru virus Corona, yang sebagian besar merupakan kasus impor atau datang dari luar negeri.

Baca  Keluarga ABK Kapal China Tuntut Perusahaan Perekrut

Seperti dilansir AFP, Selasa (24/3/2020), untuk pertama kali dalam enam hari terakhir, satu kasus domestik — penularan lokal — kembali muncul di kota Wuhan, yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus Corona. Sebelumnya kota Wuhan melaporkan tidak ada kasus baru selama lima hari. Tiga kasus domestik lainnya dilaporkan muncul di tiga wilayah lainnya di China daratan.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan 74 kasus baru lainnya merupakan kasus impor atau kasus yang muncul dari orang-orang yang tertular di luar negeri dan datang ke China. Jumlah ini tercatat sebagai jumlah tertinggi untuk kasus impor dalam sehari di wilayah China sejak awal Maret ini. Hingga Senin (23/3) tengah malam waktu setempat, sudah 427 kasus impor yang dilaporkan muncul di China daratan.

Baca  Gereja Bathesda Makassar Tetap Laksanakan Ibadah Minggu

Dalam beberapa hari terakhir, seluruh kasus baru yang muncul di China daratan didominasi oleh kasus impor dari luar negeri. Otoritas China merasakan kekhawatiran baru soal aliran kasus impor yang terjadi saat negeri ini nyaris berhasil menghentikan penyebaran virus Corona di wilayahnya.

Media nasional China merilis peringatan soal potensi gelombang kedua virus Corona pada Selasa (24/3) ini. Surat kabar Global Times pada halaman utamanya menyatakan bahwa ‘langkah-langkah karantina yang tidak memadai, berarti gelombang kedua penularan virus Corona ‘sangat mungkin, bahkan tak terhindarkan’.

Sumber

Share :

Baca Juga

Global

Warga Belanda Kutip Ayat al-Quran, al-Maidah 32, Dukung Dokter dan Perawat Pasien Corona

Global

Terbongkar! Lab Virus Wuhan Masih Simpan 1500 Virus Mematikan, Diungkap Peneliti Senior
China Sembunyikan Info Corona

Global

Breaking News! Dokumen Intelijen Bocor, Fakta China Sembunyikan Info Corona Terungkap

Global

Tak Ada Korban Jiwa, Begini Strategi “Perang” Vietnam Lawan Corona
Corona amerika memburuk

Global

Kondisi Amerika Memburuk, Jumlah Penderita Corona Melampaui Korea Selatan dengan 9.415 Orang Terinfeksi

Global

Mau Coba Masker Paling Mahal Sedunia? Sekali Pakai Seharga Rp 3 Juta

Global

Wabah Corona Meluas, Warga AS Antre Beli Senjata. Mereka Panik?

Global

15 Warga India Terlindas Kereta saat Mudik Akibat Lockdown