Home / Kesehatan

Selasa, 28 April 2020 - 18:17 WIB

Hasil Tes Lab Lamban Diterima, Pemerintah Daerah Kelimpungan Deteksi Penyebaran Corona

Petugas yang mengenakan APD melayani warga yang mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Pemkot Depok menggelar rapid test di 11 puskesmas.TEMPO/Nurdiansah

Petugas yang mengenakan APD melayani warga yang mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Pemkot Depok menggelar rapid test di 11 puskesmas.TEMPO/Nurdiansah

Minimnya alat pendeteksi yang menyebabkan terlambatnya proses pemeriksaan laboratorium terhadap pasien Covid-19 menjadi kendala pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan virus corona baru (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan Walikota Cirebon, Nashrudin Azis, menyusul adanya 4 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan Tes Pro Aktif Covid-19 dari laboratorium kesehatan Dinkes Jawa Barat setelah 20 hari pengajuan.
“Mungkin karena banyaknya permohonan pemeriksaan di laboratorium, sehingga terjadi antrean yang sangat panjang dan alhasil terjadi keterlambatan,” ungkapnya.

Baca  Khasiat Dasyat Air Rendaman Kurma Atau Kismis (Nabeez)

Dikatakan Azis, terlambatnya hasil pemeriksaan laboratorium tersebut menyebabkan pemerintah di daerah sangat kesulitan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

“Bisa bayangkan dalam kurun waktu 20 hari tersebut, orang yang datanya telah masuk untuk pemeriksaan laboratorium itu mungkin sudah berkontak dengan banyaknya orang. Ketika dinyatakan positif, akhirnya kita kewalahan untuk melakukan screening,” ujarnya.

Baca  Kisah Pak RT Penjual Bandrek Sisihkan Rezeki Bantu Warga Terdampak Pandemi

Oleh sebab itu, lanjut Azis, pihaknya berharap kepada pemerintah pusat dapat menemukan cara dan memberikan solusi agar penanganan Covid-19 bisa lebih cepat melalui pemeriksaan yang dilakukan di setiap daerah.

“Salah satu contohnya, Pemkot Cirebon melalui anggaran rasionalisasi akan melakukan upaya pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR). Terkait pelaksanaannya, kami ingin segera mendapat panduannya,” pungkasnya. (Rmol)

Baca  Dokter Klaim Virus Corona COVID-19 Menular Lewat Kentut

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Ramalan Luhut Soal Puncak Wabah Corona di RI

Kesehatan

Studi Harvard : Social Distancing Diperlukan Hingga 2022 untuk Setop Virus Corona

Kesehatan

Awas Ada Bahaya Kencing Berdiri Bagi Laki-Laki!

Kesehatan

Breaking News: Positif Corona Bertambah 2, Kini Berjumlah 6 Orang!

Kesehatan

Ramuan Penyakit Jantung ala Rasulullah saw

Kesehatan

Jangan Asal Cuci, Begini Cara Bersihkan Masker Kain yang Benar

Kesehatan

Ini Jawaban Ilmuwan Terkait Virus Corona yang Sering Ditanyakan

Kesehatan

Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah, Total 27 Orang