Home / Kesehatan

Jumat, 6 Maret 2020 - 05:57 WIB

Hasil Penelitian; 5 Bahaya Kesepian, Salah Satunya Bisa Menyebabkan Kematian Dini

BERITAWAJO.COM – Anda kesepian? Segera atasi hal itu. Karena bagi sebagian orang, rasa kesepian tak bisa dielakkan. Ada lima hal penting yang dapat muncul memengaruhi tubuh karena rasa kesepian.

Rasa kesepian tak dihitung dari jumlah orang yang berada di sekitar kita. Semakin banyak orang di sekeliling kita, bukan berarti kesepian tak bisa menghampiri. Melainkan, kesepian merupakan perasaan yang muncul dari kurangnya koneksi atau hubungan dengan orang lain.

Kesepian juga bukan hanya sekadar rasa biasa. Studi menunjukkan, kesepian kronis dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Para ahli mendapati hubungan kesepian dengan kesehatan mental dan fisik.

Berikut lima hal yang perlu diketahui mengenai dampak buruk kesepian.

1. Kesepian Bisa Menyebabkan kematian dini

Dua penelitian menunjukkan, kesepian dan hidup seorang diri dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Studi pada 45 ribu orang menunjukkan orang yang hidup sendiri lebih mungkin terkena serangan jantung, stroke, dan komplikasi lain dibandingkan yang hidup bersama keluarga atau teman.

Studi lain menunjukkan, orang yang melaporkan kesepian, 45 persen lebih mungkin meninggal dunia dalam waktu dekat atau selama enam tahun.

2. Kesepian Dapat memengaruhi otak

Penelitian mendapati, perasaan kesepian memicu aktivitas di beberapa bagian otak yang dapat menyebabkan rasa sakit fisik.

“Pada kesepian kronis, kadar hormon stres kortisol melonjak lebih tinggi di pagi hari daripada orang yang lebih terhubung secara sosial,” kata ahli bedah saraf Sanjay Gupta, dikutip dari CNN.

Selain itu, saat merasa kesepian, tubuh mengirimkan sinyal pada otak bahwa terdapat ancaman untuk bertahan hidup. Hubungan dengan orang lain yang terjalin dengan baik memberikan rasa aman untuk berlindung, dan makanan. Sebaliknya, rasa kesepian berarti ancaman dalam perlindungan dan makanan.

3. Karena Kesepian tidur menjadi tidak nyenyak

Studi menunjukkan, orang-orang yang merasa kesepian cenderung mengalami lebih banyak gangguan tidur di malam hari. Peneliti bahkan menemukan hubungan kesepian dan gangguan tidur dapat bertahan ketika seseorang terlibat dalam perkawinan.

Hasil penelitian ini juga mendapati perbedaan kecil pada tingkat kesepian seseorang bakal langsung terlihat dalam tidur mereka.

4. Kesepian meningkatkan risiko demensia

Penelitian pada 2.200 orang dewasa di Amsterdam, Belanda, menunjukkan orang yang merasa kesepian walaupun tinggal bersama lebih mungkin mengalami demensia dibandingkan orang yang hidup sendirian tapi tidak merasa kesepian. Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi otak yang mengganggu kehidupan sehari-hari seperti hilang memori, pikiran, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik.

Para peneliti menemukan bahwa perasaan kesepian meningkatkan risiko demensia sebesar 64 persen. Hal ini terjadi karena demensia berhubungan dengan perubahan suasana hati.

5. Kesepian dapat menghancurkan jantung

Rasa kesepian tak hanya membuat hati menjadi ‘nyesek’. Studi menunjukkan, orang yang mengalami kesepian kronis lebih mungkin menunjukkan inflamasi dan kerusakan jaringan, termasuk organ jantung.

Inflamasi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker.

Untuk menghindari rasa kesepian, mulai lah menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ikuti banyak aktivitas agar dapat bersosialisasi dengan orang lain.

Disadur dari cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Tetap Optimis! Ini 5 Kelemahan Virus Corona. Nomor 3 Sangat Mudah

Kesehatan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Sampai Rp150 Ribu per Orang, Lewat Perpres 64/2020.

Kesehatan

Pemerintah: Kasus Positif Corona di DKI Mulai Melambat, Saat ini Sudah Flat

Kesehatan

Khasiat Dasyat Air Rendaman Kurma Atau Kismis (Nabeez)

Kesehatan

Penyakit Alzheimer? Jangan Takut, Tempe Obatnya!

Global

Virus Korona Mengkhawatirkan, Mahasiswa Asal Indonesia Terjebak di Wuhan

Kesehatan

Awas Ada Bahaya Kencing Berdiri Bagi Laki-Laki!

Kesehatan

Sering Dikomplain, 4 Keluhan Ini Kerap Dialami Pasien Pengguna BPJS Kesehatan