Home / Daerah

Kamis, 4 Juni 2020 - 10:01 WIB

Halo Ibu Risma, Tak Lagi Merah, Kota Surabaya Sudah Zona Hitam

Kondisi penyebaran virus corona di Kota Surabaya makin mengkhawatirkan. Kota Surabaya sudah beralih ke zona hitam.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Dr Kohar Hari Santoso menganggapi penetapan Surabaya sebagai Zona Hitam ini.

“Sebetulnya belum hitam melainkan merah tua, lebih gelap dibandingkan daerah lain di Jatim” ujar Kohar.

“Jika indikator utama penetapan warna zona untuk kota Surabaya adalah jumlah pasien positif Covid-19, atau tingkat kepadatan dari pasien positif di kota Surabaya” lanjutnya, Senin (2/6/2020).

“Penetapan warna zona pada peta persebaran merujuk pada tingkat kepadatan pasien positif di daerah tersebut. Karena Surabaya paling banyak, jadi ya lebih gelap dari daerah lainnya,” katanya.

Baca  Tanpa Marah-marah, Khofifah Beberkan Bukti 2 Mobil PCR untuk Jawa Timur, Risma Mati Langkah

Dirinya juga menambahkan bahwa indikator penetapan lainnya adalah jumlah kasus pasien positif di Surabaya mencapai 54% dari total jumlah kasus di Jawa Timur.

Kritik Kinerja Risma

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Surabaya menilai kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam menangani COVID-19 sudah bagus sehingga keputusan Badan Musyawarah (Banmus) tidak menyetujui pansus itu sudah tepat.

Baca  Dokter Pembongkar Kebobrokan Penanganan Corona di Surabaya akan Dihukum

“Kami menilai Wali Kota Risma berserta seluruh jajaran Pemkot Surabaya bekerja keras menangani pendemi COVID-19 sejak 14 Maret 2020 sampai sekarang,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Syaifudin Zuhri di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Fraksi PSIP bersyukur pimpinan dan anggota Bamus DPRD Surabaya memiliki kebijaksanaan dengan mengambil keputusan tepat memutuskan untuk tidak menyetujui usulan pembentukan Pansus COVID-19 dalam rapat Bamus pada Jumat (15/5).

“Tentu ada banyak yang perlu dibenahi dari kinerja Pemkot Surabaya, namun Fraksi PDI Perjuangan memandang DPRD tidak perlu membentuk Pansus COVID-19,” ujarnya.

Baca  Hilang Pekerjaan karena Wabah, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah KebunĀ 

Sekretaris Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Surabaya Imam Syafi’i sebelumnya mengatakan ada lima fraksi di DPRD Surabaya sudah memasukkan surat usulan pembentukan pansus untuk pengawalan percepatan penanganan COVID-19 di Surabaya kepada Ketua DPRD Surabaya dua pekan lalu.

Sebelumnya, lima fraksi diantaranya Golkar, PKB, Nasdem, Demokrat dan PAN mendesak pembentukan pansus sebab Risma dinilai tak transparan terkait jumlah pasien corona di kota Pahlawan tersebut. Selain itu, Risma dinilai kebobolan dalam penularan di klaster Pabrik Sampoerna. (bl)

Share :

Baca Juga

Daerah

Masjid Cirebon Ini Tetap Gelar Salat Jumat, Jemaah: Tertular atau Tidak Itu Kehendak Tuhan

Daerah

Dokter Pembongkar Kebobrokan Penanganan Corona di Surabaya akan Dihukum

Daerah

Pemprov Jatim Izinkan Masjid Gelar Salat Id Berjemaah di Masjid

Daerah

Hilang Pekerjaan karena Wabah, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah KebunĀ 

Daerah

Gubernur Khofifah akan Cabut Izin Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya

Daerah

Izinkan Tarawih Berjemaah, Pemkot Bengkulu Siapkan Pos Kesehatan di Masjid

Daerah

Bupati Luwu Utara Borong Hasil Panen Petani dan Dibagikan Gratis ke Warga

Daerah

Tetap Terapkan Lockdown, Walikota Sorong: Jangankan Satu Tahun, Dipenjara Lima Tahun Pun Saya Masuk