Home / Daerah

Sabtu, 16 Mei 2020 - 03:56 WIB

Geger Ratusan Pedagang Pasar di Gowa dan Makassar Positif Corona

Ratusan pedagang pasar di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulawesi Selaran positif corona berdasarkan pemeriksaan rapid test. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan rapid test massal di pasar-pasar di hari ketiga.

Dari total 18 pasar tradisional yang menjadi tempat pelaksanaan tes cepat COVID-19 di Kota Makassar, empat di antaranya masih berjalan di hari terakhir ini.

“Hasil ‘rapid test’ di hari ketiga ini di pasar tradisional tercatat 161 orang dinyatakan reaktif COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Ichsan Mustari saat meninjau tes cepat massal di Pasar Butung Makassar, Jumat siang.

Baca  Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Pergub PSBB

Menurut dia berdasarkan data sementara dari pemeriksaan sekitar 6.000-an sampel di hari ketiga itu menunjukkan sebanyak 138 orang dinyatakan reaktif, bukan hanya dari pedagang tapi juga petugas pasar.

Sedangkan di Kabupaten Gowa, dari tujuh pasar tradisional yang melaksanakan tes cepat dari jumlah 3.000-an orang pedagang dan petugas pasar, ditemukan 23 orang dinyatakan reaktif.

“Bagi yang reaktif selanjutnya akan menjalani tes swab untuk memastikan statusnya. Kalau positif langsung menjalani isolasi mandiri di hotel yang disediakan pemerintah provinsi,” katanya.

Baca  Gereja Bathesda Makassar Tetap Laksanakan Ibadah Minggu

Tiga hotel, kata Muh Ichsan Mustari telah disediakan untuk menampung pasien COVID-19 yang kondisinya orang tanpa gejala (OTG) seperti di hotel Swiss Bell in, Losari Makassar dan Herper.

Sementara Pangdam XIV Hasanuddin sekaligus Ketua Pelaksana Harian Satgas COVID-19 Sulsel, Mayjen Andi Sumange Rukka di sela pemantauan di pasar tersebut menyatakan setelah pasar-pasar selanjutnya akan dilakukan tes massal di tingkat pemukiman RT dan RW.

“Setelah pasar selesai, maka kita beralih ke tingkat RT dan RW, yang daerahnya dianggap zona merah, setelah itu kita mengevaluasi semuanya. Untuk sekarang ini kita hanya melihat sampai sejauh mana hasilnya. Bagi pedagang reaktif langsung kita bawa ke tempat isolasi,” katanya.

Baca  MUI: Terbuka Kemungkinan Covid-19 Bagian Konspirasi Politik AS-China

Salah seorang pedagang setempat, Hj Ani menuturkan, tes cepat tersebut sangat membantu mereka dalam hal keamanan dan meminimalisir penyebaran virus corona itu.

“Kalau saya ini sangat bagus, lebih aman buat kami dan bisa diketahui siapa saja yang kena, serta tes ini bisa meminimalisasi penyebaran COVID-19,” katanya. (s)

Share :

Baca Juga

Pasien COVID-19 Kabur

Daerah

Tidak Betah Dikarantina, 10 Pasien COVID-19 Kabur Lewat Samping
Trik Licik Pelaku Jual Babi

Daerah

Trik Licik Pelaku Jual Babi Disulap Jadi Daging ‘Sapi’ di Bandung

Daerah

Ini ‘Zona Merah’ Corona di Jawa Barat Menurut Ridwan Kamil

Daerah

Bupati Mamteng ke Luhut: Jangan Bicara Sembarangan, Ini Rakyat Kami!

Daerah

Empat Anak di Sumsel Positif Corona, Penyebabnya Sulit Dideteksi

Daerah

Dua Lansia Asal Gunungkidul Sembuh dari Corona

Daerah

Pemprov Jatim Izinkan Masjid Gelar Salat Id Berjemaah di Masjid

Daerah

Daerah Terkendali Covid-19, MUI Sumut: Tetap Shalat Berjamaah di Masjid