Home / Daerah

Jumat, 1 Mei 2020 - 21:27 WIB

Gawat! KIB Nyatakan Perang Lawan FPI Usai Persekusi Penjual Tuak

Aksi persekusi yang dilakukan laskar FPI terhadap wanita penjual miras jenis tuak di Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatra Utara, berbuntut panjang.

Komite Independen Batak (KIB) menyerukan agar seluruh elemen Batak bersatu mengusir FPI dari Sumatera Utara.

“Kami dengar ada seorang ibu rumah tangga dilecehkan, direndahkan, dihina, disampaikan cap kotor sekotor-kotornya oleh segerombolan manusia-manusia biadab, yang kami dengar dari ormas FPI,” kata Ketua KIB, Tagor Aruan dalam video yang dibagikan akun @Candraasmara85.

Sebagai putra Batak, kata Tagor, dia sangat menentang perlakuan FPI terhadap pemilik kedai tuak, Lamria Manullang.

Baca  Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!

“Kami merasa terluka, kami merasa ternoda, buruh kami diperlakukan seperti itu,” kata Tagor.

“Saya Tagor Aroan atas nama Komite Indpenden Batak menyatakan mengusir, menentang, meminta aparat membubarkan FPI dari bumi Sumatera Utara, dari Kota Medan, dari Batang Kuis,” tegasnya.

Menurut Tagor, Indonesia adalah negata berdaulat, negara hukum. Siapa pun tidak boleh bertindak sewenang-wenang.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, seluruh elemen bangsa Batak, mari kita bersatu, berkumpul untuk mengusir FPI dari Kota Medan, dari Sumatera Utara,” tegas Tagor.

Ia menambahkan, sudah saatnya elemen Batak bertindak karena selama ini membiarkan FPI merajalela, bertindak seenaknya, sesuka hatinya.

Baca  Klaster Corona Sampoerna 'Meledak' Gara-gara Dinkes-Gugus Tugas Lambat

“Saya menyatakan perang dengan FPI, bubarkan FPI. Mari kita bersatu semuanya, bergerak untuk mengusir FPI dari Indonesia, dari Sumatera Utara dan Kota Medan,” pungkas Tagor.

Sebelumnya, video sekelompok orang dari FPI mendatango kedai tuak milik Lamria Manullang di Batang Kuis viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat Lamria Manullang mempertahankan kedai tuak miliknya saat diminta tutup oleh sekelompok orang.

Dia mengatakan warung miliknya tetap buka untuk mencari makan sehari-hari.

“Pak, saya makan dari mana. Saya warga sini loh. Saya makan dari mana. Bapak ini bagaimana? Bisa Bapak kasih aku makan? Pak, bisa Bapak kasih aku makan?” katanya.

Baca  Gegara Makan Kapurung Bareng, Sejumlah Warga di Parepare Terpapar Corona

Wanita itu mengatakan telah menutupi warung miliknya agar tidak terlihat dari bagian luar. Ia menolak barang-barang miliknya yang akan diambil.

“Kan itu ditutup Pak. Kan katanya harus ditutup, saya tutup. Jangan bawa barang-barang itu, bisa kalian kasih saya makan?” katanya.

Kaporesta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut keributan itu terjadi di Batang Kuis pada Selasa, 28 April 2020. (pojoksatu)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pedagang Positif Corona, 2 Pasar di Palembang Ditutup

Daerah

Bagi Sembako Berujung Dipolisikan, Gubernur Gorontalo: Saya Siap Dipenjara

Daerah

Pemprov Aceh Siapkan Kuburan Massal Korban Virus Corona
Kita Tak Boleh Karantina Wilayah

Daerah

Anies: Karena Kita Tak Boleh Karantina Wilayah, Maka Kita Karantina Wajah

Daerah

Remaja Masjid dan Masjid Dilempari Batu, Anggota Geng Motor Diamuk Massa

Daerah

Terkait Covid 19, Gubernur: Sejumlah Kebijakan Pusat Kacaukan Skenario Daerah

Daerah

Calon pengantin di Makassar Batalkan Resepsi Nikah Gegara Corona, Undangan Telah Disebar

Daerah

Tak Peduli Corona, Ribuan Warga Menyerbu Kantor Pos untuk Cairkan Bantuan