Home / Daerah / Peristiwa

Jumat, 24 Januari 2020 - 10:39 WIB

Gara-gara Kejar Ceklok, ASN Dilindas Mobil

BERITAWAJO.COM – Politisi partai Demokrat Sulbar itu menilai kebijakan buka tutup pintu perlu ditinjau karena pegawai atau ASN sekedar mengejar absen.

Dilansir dari inisulbar.com, Kamis (23/01), Suraidah telah mewanti-wanti bahwa kebijakan buka tutup pintu yang berlaku di pemprov Sulbar berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Dari kemarin kan saya sudah komentari, bahwa kebijakan ini perlu ditinjau. Karena orang itu (ASN – red) sekedar mengejar ceklock, sekedar mengejar absen. Kalau sudah seperti ini siapa yang harus bertanggung jawab,” pungkas Suraidah, Jumat (24/01).

Baca  Efek Corona: Tak Sanggup Beli Beras, 1 Keluarga di Mamuju Konsumsi Ubi Kayu

Sistem ini juga berdampak pada antrian panjang yang menumpuk di depan gerbang utama pintu masuk kantor gubernur sulbar karena akses masuk pegawai hanya satu pintu dan menanjak.

“Kan kasian, syukur ini orang tidak meninggal, kalau meninggal pasti komplain ke pemerintah, ke kita. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Suraidah Ketua DPRD Sulbar.

Baca  Ratapan Driver Ojol Saat PSBB, Sampai Diusir dari Kontrakan!

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh Idris, saat dikonfirmasi mengatakan, “saya baru dapat informasi dari staf, klarifikasinya nanti hubungi saya lagi,” ujar Idris.

Share :

Baca Juga

Daerah

Tak Peduli Corona, Ribuan Warga Menyerbu Kantor Pos untuk Cairkan Bantuan

Peristiwa

Pelaut yang Meninggal di Kapal China dan Jenazahnya Dilarung ke Laut Berasal dari Sulsel
Pemudik Ini Dipecat dan Duitnya Tinggal Rp100 Ribu

Peristiwa

Kasihan! Gagal Pulang Kampung, Pemudik Ini Dipecat dan Duitnya Tinggal Rp100 Ribu

Daerah

Orang Tanpa Gejala Tapi Positif Corona Diprediksi Banyak di Makassar

Peristiwa

Suaminya Ternyata Seorang Wanita, Ini yang Terjadi di Malam Pertama

Peristiwa

Dirut Garuda Indonesia Dicopot, Sandiaga Uno: Jangan Betul-betul Dihancurkan

Peristiwa

Ratapan Driver Ojol Saat PSBB, Sampai Diusir dari Kontrakan!

Daerah

Seluruh APD, Obat-obatan, dan Rapid Test Hangus Terbakar, RSUD Aeremo, NTT, Butuh Bantuan”,