Home / Cek Fakta

Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:16 WIB

6 Fakta Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur, Mengaku Sampai Jadi Tersangka

Tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton menangkap Ruslan alias Ruslan Buton di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (28/5).

Pecatan TNI itu ditangkap setelah membuat pernyataan terbuka kepada Presiden Joko Widodo dalam bentuk rekaman suara pada tanggal 18 Mei 2020.

Rekaman suara itu menjadi viral di media sosial.

Pertama, Ruslan Buton mengaku rekaman suara yang meminta Presiden Jokowi mundur itu adalah suaranya sendiri.

Menurut Ruslan, solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah bila Jokowi rela mundur dari jabatannya sebagai presiden.

Baca  Iuran BPJS Naik. Pengamat: Prabowo Masih Berani Bersaksi Jokowi Perjuangkan Rakyat?

“Namun, bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” tutur Ruslan dalam rekaman suaranya.

Kedua, Ruslan Buton sengaja menyebarkan pernyataannya ke grup WhatsApp (WA) Serdadu Eks Trimatra hingga akhirnya viral di media sosial.

Dalam kasus ini, barang bukti yang disita polisi berupa satu ponsel pintar dan sebuah KTP milik Ruslan.

Ketiga, Ruslan Buton merupakan mantan perwira menengah di Yonif RK 732/Banau dengan pangkat terakhirnya kapten infanteri.

Keempat, ketika menjabat sebagai komandan kompi cum (juga) Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau, Ruslan terlibat dalam kasus pembunuhan La Gode pada tanggal 27 Oktober 2017.

Baca  Jokowi Diminta Bubarkan Stafsus Milineal, Apa Pekerjaan Mereka?

Pengadilan Militer Ambon memutuskan hukuman 1 tahun 10 bulan penjara. Ruslan pada tanggal 6 Juni 2018 dipecat sebagai anggota TNI AD.

Kelima, setelah dipecat, Ruslan membentuk kelompok mantan prajurit TNI dari tiga matra: darat, laut, dan udara yang disebut Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

Ruslan mengaku sebagai Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara.

Keenam, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan tersangka Ruslan atau Ruslan Buton terancam pasal berlapis jika terbukti bersalah dalam kasus ujaran kebencian.

“Tersangka RB dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” kata Kombes Pol. Ramadhan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (29/5).

Baca  Mengapa Jokowi ke Summarecon Mall Bekasi? Tahukah Siapa Pemiliknya?

Tersangka Ruslan Buton dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum karena kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri.

“Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri setelah RB tiba di Jakarta,” kata Ramadhan. (jpnn)

Share :

Baca Juga

Cek Fakta

Betulkah Peneliti Korsel Dokter Kim Woo Joo Temukan Vaksin COVID-19?
Dapat Bantuan Sembako

Cek Fakta

Tangis Haru Nenek Sebatang Kara Ketika Dapat Bantuan Sembako di Mamasa

Cek Fakta

5 Fakta Mengerikan Lapas Nusakambangan yang Sekarang Ditempati oleh Habib Bahar

Cek Fakta

Betulkah Ulama Dijemput Paksa Karena Positif Corona?

Cek Fakta

Viral! Video Diklaim Meteor Jatuh, Ada Suara Terjadi di Surabaya 

Cek Fakta

Asteroid Tabrak Bumi pada Pertengahan Ramadhan Ternyata Hoax Menurut LAPAN

Cek Fakta

Dapatkah Virus Corona Menular Melalui Makanan? Cek Faktanya