Home / Politik

Jumat, 22 Mei 2020 - 22:40 WIB

Fadli Zon Heran Tanda Tangan Jokowi Kok Bisa Kerek Harga Motor Rp2,5 M

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, ikut menyoroti acara lelang motor yang menjual tanda tangan Presiden Jokowi yang menjadi berita heboh. Fadli Zon merasa heran tanda-tangan Jokowi bisa membuat harga motor menjadi selangit. Lelang tertinggi Rp2,55 miliar lebih.

Sebelum membahas komentar Fadli Zon, acara lelang yang juga disiarkan sebuah stasiun televisi ini telah sukses membetot perhatian. Pasalnya, pemenang lelang, pria asal Jambi bernama Muhammad Noh ternyata tak kunjung datang mengambil motor listrik Gesits tersebut. Ia justru akhirnya berurusan dengan polisi.

Baca  Jokowi Diminta Bubarkan Stafsus Milineal, Apa Pekerjaan Mereka?

Diperiksanya M Nuh tentu sangat beralasan. Pasalnya acara lelang itu tak sembarangan, acara lelang itu untuk menggalang dana melawan Virus Corona COVID-19. Tak hanya itu, motor listrik Gesits tersebut juga bertanda-tangan Presiden Jokowi. Tak heran jika timbul lelucon, M Nuh sukses ngeprank Jokowi.

Kembali ke tanggapan Fadli Zon. Dalam akun twitternya, orang kepercayaan Prabowo Subianto ini justru menganggap aneh kenapa tanda tangan Jokowi mampu mendongkrak harga motor tersebut berlipat-lipat. Dengan kata lain, Fadli Zon seperti mempertanyakan apa istimewanya tanda tangan seorang Joko Widodo.

Baca  PBNU Minta Pemerintah Batalkan Pelatihan Online Kartu Prakerja

“Mungkin M. Nuh dari Jambi ini salah denger, dikiranya harga motor Rp2,5 juta, bukan miliar. Lagian mana ada motor jenis itu harganya sampai Rp2,5 miliar? Memangnya kalau ditanda tangani Pak Jokowi jadi bisa semahal itu? Saya kira ini cuma salah paham,” tulisnya melalui akun Twitter. (viva)

Share :

Baca Juga

Politik

Survei: 52 Persen Warga Anggap Jokowi Cepat Tangani Corona

Politik

DPR Bertanya Kepada Jokowi: Apa Bedanya Kerumuman di Pasar dan Rumah Ibadah

Politik

Pengamat: Presiden Jokowi Harus Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China 

Politik

Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh Perang Dingin Dimulai dari Sini

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Stafsus Presiden Mundur, PKS: Yang Salah Bukan Prajurit Tapi Jenderal

Politik

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tolak Komut Pertamina