Home / Nasional

Kamis, 30 Januari 2020 - 09:00 WIB

Endus Harun Masiku di PTIK, Penyidik KPK Malah Digeledah hingga Dites Urine Polisi

BERITAWAJO.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Caleg PDIP Harun Masiku berada di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta.

Tim penyelidik KPK sempat mendeteksi keberadaan Harun itu saat penyelidikan hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1).


Foto Istimewa

“Iya (Harun di sekitar PTIK). Itu ketika proses penyelidikan,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/1).

Harun Masiku diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam perkara kasus dugaan suap penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 bersama Wahyu Setiawan. Kini statusnya buron.

Saat OTT dilakukan, KPK gagal mengamankan Harun. Padahal, tim KPK telah berada di sekitar PTIK karena meyakini Harun ada di sana. Tim KPK justru diperiksa oleh polisi yang bertugas di sana. Bahkan, sampai menjalani tes urine.

Dikonfirmasi perihal kemungkinan tim KPK bakal menyambangi kembali PTIK atau sekadar memeriksa CCTV untuk mencari Harun Masiku, Ali Fikri bergeming. Ia mengaku tak bisa mengungkapkan langkah tim KPK lebih lanjut lantaran termasuk dalam strategi penanganan perkara.

“Kami tidak bisa menyampaikan karena itu bagian dari strategi pengamanan perkara,” kata dia.

Ali pun enggan berspekulasi tudingan bahwa Harun Masiku disembunyikan ketika berada di sekitar PTIK. Ia juga tak mau menyebut ada pihak yang berusaha membantu Harun melenggang bebas.

“Kami tidak berspekulasi apakah disembunyikan atau ke mana begitu ya. Kami tidak berspekulasi lebih jauh terkait dengan itu,” kata Ali.

Akan tetapi, ia menegaskan, KPK tak segan untuk mengenakan Pasal 21 UU Tipikor tentang merintangi penyidikan bagi pihak-pihak yang membantu ataupun menyembunyikan Harun Masiku.

“Tentunya ya siapapun yang ternyata sengaja menyembunyikan itu bagian dari merintangi tugas penyidikan,” ucap Ali Fikri.

Sementara itu, Wakil Sekretaris (Sekjen) Partai Demokrat Andi Arief dan Rachland Nashidik mengaku bakal mendatangi PTIK untuk meminta klarifikasi keberadaan Harun Masiku. Mereka bakal menyambangi PTIK dalam tujuh hari ke depan jika Polri tak kunjung menjelaskan mengenai kebenaran kabar Harun Masiku di PTIK saat OTT KPK terjadi.

“Kami akan menunggu satu minggu terhitung dari hari ini untuk mendapatkan jawaban terang dari aparat hukum,” kata Andi melalui keterangan pers.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Selain Wahyu, KPK juga menetapkan eks caleg PDIP Harun Masiku sebagai pemberi suap dan dua orang lain.

Antara lain yaitu mantan Anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar total Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Anggaran Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI, Ini Peringatan Prabowo Subianto

Nasional

Islam Dan Penghijauan: Hadits Perihal Pahala Menanam Pohon

Nasional

Lobi-lobi dari Nasdem, Pengamat Sebut PKS Bakal Dapat Kursi Wagub DKI Jakarta

Nasional

Wasiat Para Ulama: Bagaimana Cara Memahami Al-Quran Dan Al-Hadits

Nasional

Dua WNI Terinfeksi Corona, Tapi Kok RI Malah Tarik Banyak Wisatawan Mancanegara?

Nasional

Disinilah Letak Tembok Zulkarnain – Ya’juj Ma’juj Dan Kondisinya Sekarang

Nasional

Membongkar Misteri Alam Ghaib – Dunia Jin Dan Perdukunan

Nasional

Ini Jawaban Misnah Soal Pengunduran Dirinya dari Ketua KPU