Home / Global / Nasional

Jumat, 8 November 2019 - 09:00 WIB

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar

BERITAWAJO.COM, BEIJING– Asosiasi pengusaha yang tergabung dalam China Nonferrous Metals Industry Association (CMRA), optimistis Kawasan Industri Takalar akan cepat selesai dan segera beroperasi. 

Hal itu diungkapkan Petinggi CMRA, Mr Luo dalam konvensi tahunan CMRA 7- 9 November 2019 di kota Ningbo, Tiongkok. Pemilik Wizhou Industrial Park, kawasan industri daur ulang logam terbesar di China itu mengatakan jika saat ini ada 6 pengusaha besar China yang akan menandatangi MoU untuk kawasan Industri Takalar.


Foto Istimewa

“Ini sebagai bukti kesediaan untuk membangun pabrik pengolahan logam di kawasan industri Takalar,” kata Mr Luo yang menjamu Bupati Takalar Syamsari Kitta, pejabat Menko Perekonomian, dan perwakilan PT Kawasan Berikan Nusantara (KBN). 

Baca  Luhut: Pemerintah Cari Format Tepat Rekonsiliasi dengan PKI

Selain menghadirkan pengusaha besar China, CMRA juga akan menghadirkan pejabat utama pemerintah China untuk mengadakan pertemuan Goverment China dengan delegasi Indonesia untuk Kawasan Industri Takalar.

Dengan banyaknya perusahaan yang berminat itulah, maka Mr Luo dan grup CMRA berharap kawasan Industri Takalar bisa cepat dibuka dan dioperasikan. “Kita optimistis kawasan industri akan cepat beroperasi,” ujar Mr Luo. 

Bupati Takalar Syamsari Kitta menjadi tamu spesial dalam konvensi tahunan asosiasi pengusaha China Nonferrous Metals Industry Association (CMRA) 2019.  

Syamsari diundang khusus bersama pejabat Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian, BUMN dan Direktur PT Kawasan Berikat Nusantara. Di konvensi tahunan CMRA, pembangunan kawasan industri Takalar menjadi salah satu pembahasan yang sangat penting. 

Baca  WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi

Konvensi tahunan CMRA ini mengagendakan pertemuan pengusaha dan pemilik kawasan industri dari puluhan negara di antaranya AS, India, Belgia, dan beberapa negara lainnya.

“Jadi kita diundang khusus untuk menghadiri pertemuan dengan pengusaha yang akan terlibat dalam pembangunan kawasan industri Takalar,” kata Syamsari lewat Whashap, Jumat 8 November 2019. 

Pembangunan kawasan industri Takalar terus mengalami progres pasca penandatanganan Mou antara Pemkab Takalar dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Juli lalu. Konsilidasi cepat antara Pemkab, PT KBN dan beberapa kementrian yang berhubungan dengan kawasan industri terus berlangsung.

Baca  Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 yang Diterimanya dari China Adalah Palsu

“Konsolidasi berupa FGD percepatan kawasan industri Takalar dan peninjauan lapangan, dan pembuatan rancangan masterplan,” kata Syamsari. 

Syamsari mengatakan, pembangunan kawasan industri Takalar berjalan mulus karena adanya dukungan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan beberapa kementrian serta PT KBN. Diketahui PT KBN telah lama menjalin kemitraan dengan asosiasi pengusaha dari luar negeri seperti CMRA. 

“Jadi proses pembangunan kawasan industri Takalar ini bisa terwujud karena dukungan pak Gubernur dan PT KBN yang memiliki banyak mitra usaha di luar negeri,” ungkap Syamsari.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Global

Virus Korona Mewabah, Belasan Produsen Mobil Dunia Tutup Pabrik di Tiongkok

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?

Nasional

UAS Soal Tukang Bully; Dilapor Mereka Mencret!

Global

China Akan Bor Minyak di Laut Sengketa, AS dan Australia Kirim Kapal Perang

Nasional

Kisah Lucu dan Mengharukan, ‘Saya Nggak Mudik, Hanya Pulang Kampung’

Global

Raja Salman Mengizinkan Jamaah Mengitari Ka’bah Tanpa Boleh Menyentuhnya

Global

Tidak Bebas! Para Tahanan di Turki Produksi 1,5 Juta Masker untuk Rumah Sakit

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan