Home / Islam

Sabtu, 4 April 2020 - 19:45 WIB

Dosen Katolik Ini Akui Kebenaran Nabi Muhammad saw soal Mencegah Corona

BERITAWAJO.COM – Sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada 31 Desember 2019, jumlah kasus virus corona (Covdi-19) di dunia kian bertambah. Hingga Rabu (1/4/2020), sebanyak 201 negara, telah mengonfirmasi terpapar Covid-19.

Dilansir dari Worldometer, jumlah kasus corona di seluruh dunia sudah mencapai 854.608 kasus.

Dari jumlah tersebut, pasien yang sembuh tercatat sebanyak 176.908 orang. Sementara yang meninggal sebanyak 42.043 orang.

Dalam upaya mencegah penularan beragam kebijakan pun diterapkan baik berupa karantina wilayah, serta imbauan isolasi mandiri dan tak lupa tetap menjaga hidup sehat.

Dosen sosiologi di Rice University Houston di Texas, Dr. Craig Considine mengakui Nabi Muhammad SAW, mempunyai nasihat-nasihat yang baik dan cocok diterapkan pada saat ini di tengah virus corona. (Baca artikel Craig Considine berbahasa Inggris di sini)

“Pakar seperti ahli imunologi Dr. Anthony Fauci dan reporter medis Dr. Sanjay Gupta mengatakan bahwa kebersihan dan karantina yang baik, atau praktik isolasi dari orang lain dengan harapan mencegah penyebaran penyakit menular, adalah alat paling efektif untuk mengandung Covid-19,” tulis Craig dalam sebuah artikelnya di newsweek, yang dikutip Haluan.co pada Kamis (1/4/2020).

Dalam artikelanya, Craig menegaskan bahwa seseorang yang memberikan arahan tentang kebersihan dan karantina yang baik selama pandemi ialah Nabi Muhammad SAW.

Baca  Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun

Menurut Craig, walaupun Nabi Muhammad SAW bukan merupakan ahli ‘traditisional’ dalam hal penyakit mematikan, namun mempunyai nasihat yang baik.

“Muhammad, nabi Islam, lebih dari 1.300 tahun yang lalu. Walaupun ia sama sekali bukan ahli dalam hal penyakit mematikan, Muhammad tetap memiliki nasihat yang baik untuk mencegah dan memerangi perkembangan seperti Covid-19,” tulisnya.

Wabah penyakit menular yakni kusta pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW. Wabah itu yang menular dan mematikan tersebut, waktu itu belum diketahui vaksin atau obatnya.

Craig menjelaskan, Nabi Muhammad SAW berkata: “Jika kamu mendengar wabah penyakit di suatu negeri, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat saat kamu berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu.”

Dia juga mengatakan: “Mereka yang memiliki penyakit menular harus dijauhkan dari mereka yang sehat.”

Graig mengakui, Nabi Muhammad SAW juga sangat mendorong manusia untuk mematuhi serta menerapkan hidup bersih yang itu akan membuat aman dari infeksi.

“Pertimbangkan hadis berikut, atau ucapan Nabi Muhammad: ‘Kebersihan adalah sebagian dari iman’,” tuturnya.

“Cuci tanganmu setelah kamu bangun; kamu tidak tahu ke mana tanganmu bergerak saat kamu tidur.”

Baca  UAS; Jangan Karena Corona Kita Benci Suku!

“Berkat makanan terletak pada mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.”

Dan bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat seperti apa yang akan diberikan Muhammad kepada sesama manusia yang menderita kesakitan?

Dia akan mendorong orang untuk selalu mencari perawatan medis dan pengobatan: “Manfaatkan perawatan medis,” katanya, “karena Tuhan tidak membuat penyakit tanpa menetapkan obat untuknya, dengan pengecualian satu penyakit — usia tua.”

Craig menilai, mungkin yang paling penting, Nabi Muhammad SAW tahu kapan harus menyeimbangkan iman dengan akal.

Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa orang telah menyarankan bahwa doa akan lebih baik dalam menjauhkan Anda dari virus corona daripada mematuhi aturan dasar jarak sosial dan karantina. Bagaimana tanggapan Nabi Muhammad terhadap gagasan doa sebagai kepala — atau hanya — bentuk obat?

“Pertimbangkan kisah berikut, yang berkaitan dengan kita oleh sarjana Persia abad ke-9 Al-Tirmidzi: Suatu hari, Nabi Muhammad melihat seorang lelaki Badui meninggalkan untanya tanpa mengikatnya. Dia bertanya kepada orang Bedouin, ‘Mengapa kamu tidak mengikat untamu?’ Orang Badui itu menjawab, ‘Aku menaruh kepercayaan pada Tuhan.’ Nabi kemudian berkata, ‘Ikat unta Anda terlebih dahulu, lalu percayakan kepercayaan Anda pada Tuhan’.”

Baca  Mahfud: Sembarang Orang Hanya Karena Bisa Ngelucu, Bisa Cerita Horor, Dijadikan Da'i

Kemudian, lanjut Craig, Nabi Muhammad SAW juga mendorong orang untuk mencari bimbingan dalam agama mereka. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW tetap berharap orang-orang melakukan langkah-langkah pencegahan dasar untuk stabilitas, keamanan dan kesejahteraan semua orang.

“Dengan kata lain, dia (Nabi Muhammad SAW, red) berharap orang akan menggunakan akal sehat mereka,” tukasnya.

Siapa Dr Craig Considine?

Dr Craig Considine merupakan warga Amerika Serikat penganut Katolik keturunan Irlandia dan Italia. Sebagai sosiolog, Craig memusatkan kajiannya pada Islam, pluralism keagamaan, Muslim Amerika, Islamofobia, hubunganhubungan Kristen-Muslim, kehidupan Nabi Muhammad SAW, hubungan ras dan suku, serta titik temu antara agama dan kebangsaan.

Buku-buku Craig diantaranya ialah, Islam, Race, and Pluralism in the Pakistani Diaspora (Routledge–Taylor and Francis Group, 2017), The Humanity of Muhammad: A Christian View (Blue Dome Press, 2020), dan Islam di Amerika: Exploring the Issues (ABC-CLIO 2019).

Sekarang Craig merupakan pengajar di Fakultas Sosiologi pada Rice University di Houston, Texas. Craig meraih gelar doktornya (Ph.D.) dari Trinity College Dublin di Irlandia. Craig lahir dan berkeluarga di Needham, Massachusetts, dan pernah tinggal di Washington, D.C., serta London, Inggris.

Sumber

Share :

Baca Juga

Islam

Kabar Sedih dari Sandiaga: WNI Pengurus Masjid di New York Meninggal karena COVID-19

Islam

Demi Keselamatan Jamaah, Menyentuh Ka’bah Dilarang, dan Jalur Sai Juga Terancam Akan Ditutup

Islam

Subhanallah! Wanita Muslim Ini Donasikan Tabungan Hajinya untuk Lawan Covid-19

Islam

UAS; Jangan Karena Corona Kita Benci Suku!

Islam

Karena Anies, Ancol Resmi Jadi Lokasi Museum Rasulullah saw Terbesar Dunia

Islam

Kasihan! Keputusan Arab Saudi Tunda Ibadah Umrah dalam Jangka Waktu yang Tidak Ditentukan

Islam

MUI Minta Video Santri Berpeci Puisi Paskah Ditelusuri

Islam

Hukum Islam, Syariat dan Fikih, Apa Perbedaannya?