Home / Peristiwa

Senin, 13 April 2020 - 06:24 WIB

Ditertibkan, Ibu Pedagang Emperan: “DI Luar Kami Mati Corona, di Rumah Kami Mati Kelaparan Pak!”

Tangerang – Seorang ibu pedagang emperan di wilayah hukum Polres Kota Tangerang menangis saat dibubarkan petugas gabungan.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat seorang ibu berkerudung berwarna hitam dan berjualan pakaian dalam di pinggir jalan tersebut dihampiri oleh petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Tujuan petugas gabungan tersebut agar pedagang kaki lima di sana menutup dagangannya di saat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), khususnya mencegah berkumpulnya orang.

Seorang anggota Shabara Polres Kota Tangerang terlihat meminta agar pedagang kaki lima untuk menaati aturan dari Presiden Joko Widodo untuk menghindari kerumunan.

Seorang ibu yang mengaku bernama Yernis itu terlihat memelas saat dihampiri petugas. Ibu Yernis bahkan langsung meluapkan keluh kesahnya, terutama faktor perekonomian keluarga.

Baca  Viral Gadis di Garut Pingsan Dikira Corona, Ternyata Diputusin Pacar

Yernis mengaku memiliki empat orang anak yang harus dia nafkahi bersama suaminya, yang juga berdagang di lokasi yang sama.

Yernis menyadari dan menghormati aturan dari pemerintah pusat untuk menghindari kegiatan yang berkerumun yang dapat melanggar aturan physical distancing.

Namun apa boleh buat, Yernis juga dihadapkan pada kenyataan bahwa dia dan suami harus terus berjualan agar dapat memberi makan ke empat anaknya yang masih kecil.

“Kalau bisa kalau boleh ya pak (Polisi), saya mewakili ibu-ibu, kami butuh makan pak, anak kami masih kecil-kecil pak, diluar mati sama corona, di rumah kami mati kelaparan pak, kan sama-sama mati juga pak, apa nggak kasihan sama kami?” rintih Ibu Yernis dalam video berdurasi 2 menit 4 detik yang dilihat pada Minggu (12/4).

Baca  Ratapan Driver Ojol Saat PSBB, Sampai Diusir dari Kontrakan!

Bahkan, Yernis merasa kecewa dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, lantaran tak sesuai dengan kenyataan soal penangguhan kredit.

“Cicilan katanya boleh ditangguhkan, tapi tidak ada penangguhan pak. Boleh ditangguhkan tapi dendanya harus dibayar, kami bayar darimana pak? Kami dagang dari kaki lima,” tegasnya.

Yernis pun meminta kepada petugas tersebut untuk menyampaikan aspirasinya agar pemerintah memberikan solusi maupun bantuan sembako agar mereka tetap bisa makan di saat usaha jualannya dihentikan.

“Kami juga ngerti buat kita bersama, tapi kalau seperti ini kita sampai nggak makan gimana pak? Kalau ada solusi dari pemerintah tolong kami, bantu kami sembako buat makan pak,” rintihnya sambil merapikan dagangannya.

Anggota polisi tersebut pun menyebut akan menyampaikan keluhan para pedagang kaki lima tersebut.

Baca  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto; Corona Tidak Seganas H5N1 dan Flu Burung

“Jadi ibu tenang saja, nanti keluhan ibu akan saya sampaikan,” kata anggota Polres Kota Tangerang itu.

Lagi-lagi, Yernis pun kembali meluapkan kegelisahan nasib perekonomian keluarganya, jika dilarang untuk berjualan seperti hari-hari biasanya. Terutama agar keempat anaknya dapat diberi makan.


Kebingungannya itu lantaran dia mengaku telah memiliki utang kepada tetangganya untuk makan selama 10 hari sebelumnya lantaran kondisi dagangannya mulai sepi.

Wanita yang mengaku berasal dari Sumatera Barat ini pun takut jika tetangganya tidak lagi bisa memberikan utang lantaran dia belum membayar utang yang sebelumnya.

“Di rumah mati kelaparan, di luar mati corona pak. Gimana kami harus ngadu pak,” katanya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Data KPU Dikabarkan Bocor dan Dijual di Pasar Bebas

Peristiwa

Untuk Khofifah dan Bu Risma: Seorang PDP Corona Meninggal setelah Ditolak 2 RS

Peristiwa

Viral! Wanita Nekat Lepas Baju di Mall Summarecon

Peristiwa

Bantuan Makanan Siap Santap Bertulisan “Nasi Anjing” Bikin Gaduh Warga

Peristiwa

Misyanto Penjual Es Keliling untuk Nafkahi Anak Istrinya Ditemukan Meninggal di Atas Motor

Peristiwa

Diadang 3 Harimau, Warga Solok Panjat Pohon dan Lari ke Pondok

Peristiwa

Heboh Wanita Medan Dirampok Pria yang Menolong dari Jambret, Begini Ceritanya

Peristiwa

Ketua Gangster Paling Sulit Ditangkap, Tewas di Tangan Corona dalam 2 Hari