Home / Kesehatan

Minggu, 10 Mei 2020 - 18:19 WIB

Dinkes: Selain Jemaah Tabligh, Ada Klaster Aparat dalam Penyebaran Corona

Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebut ada lima klaster penularan Covid-19 di daerah itu. Salah satunya yakni klaster aparat penegak hukum.

“Ada lima klaster, yaitu klaster jamaah tabligh, klaster karyawan perbankan, klaster tenaga kesehatan, klaster aparat dan klaster riwayat perjalanan keluar daerah,” ucap Herwan di Bengkulu, Minggu.

Kendati demikian Herwan tak menyebut ada berapa orang yang sudah tertular dari klaster aparat ini dan berasal dari instansi mana aparat penegak hukum yang dimaksud.

Baca  dr Tompi: Corona Covid 19 Bisa Sembuh Sendiri, Ini Syaratnya

Lain halnya dengan empat klaster lainnya. Misalnya dalam klaster jamaah tabligh, Herwan menyebut penularan pada klaster ini bahkan sudah menyebar ke beberapa kabupaten.

Hal serupa juga pada klaster karyawan perbankan. Dalam klaster ini Herwan menyebut sudah melakukan kontak tracing bahkan sampai ke lingkungan tempat tinggal kasus tersebut.

Begitu juga dengan klaster tenaga kesehatan. Klaster ini disebut sebagai penyumbang terbanyak kasus positif Covid-19 di Bengkulu dan klaster riwayat perjalanan luar daerah merupakan klaster paling sedikit menyumbang angka positif.

Baca  Menurut Ahli, Suami yang Bantu Pekerjaan Rumah Akan Bahagia dan Lebih Sehat

Sedangkan soal klaster aparat, Herwan hanya menjelaskan jika pihaknya akan terus melakukan penelusuran terhadap siapa saja orang yang kontak dengan kasus yang ada dalam klaster ini. “Klaster aparat ini sudah dilakukan tracing dan tentu akan kita progresifkan kembali. Kita harus mendapat dukungan dari semua pihak untuk melakukan tracing ini,” ucapnya.

Baca  Perjuangan Dokter Tangani Pasien Corona Akui Sempat Demam, Lelah dan Stres

Sementara itu, dari beberapa informasi yang diperoleh, ada beberapa petinggi Polda Bengkulu yang dinyatakan positif Covid-19, salah satunya yakni mantan Kapolda Bengkulu. Petinggi polisi ini disebut termasuk dalam 23 orang yang diumumkan positif Covid-19 pada Sabtu (9/5) oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Bengkulu. (rep)

Share :

Baca Juga

Global

Takut Dijangkiti Virus Corona, Nelayan Tolak Karantina WNI di Natuna

Kesehatan

Hasil Penelitian; 5 Bahaya Kesepian, Salah Satunya Bisa Menyebabkan Kematian Dini
harga rapid tes corona

Kesehatan

Fadli Zon; Agar Masyarakat Tahu, Prabowo Bilang Harga Alat Rapid Corona Test Hanya 3,5 Dollar

Global

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona

Kesehatan

AS Curiga soal Jumlah Kasus Corona di RI, Ini Respon Ahli Epidemiologi

Kesehatan

Resmi! Dua WNI Positif Corona di Indonesia, Waspadalah

Kesehatan

Tak Mau Tangani Pasien Corona, 109 Nakes di RSUD Ogan Ilir Dipecat

Kesehatan

Pemerintah: Sebelum Ada Vaksin, Wabah COVID-19 Belum Berakhir