Home / Nasional

Rabu, 20 Mei 2020 - 16:19 WIB

Din Syamsuddin: Jangan Larang Umat ke Masjid, Tapi Izinkan Orang Menumpuk di Bandara

Wabah virus corona baru atau Covid-19 masih merebak di wilayah Indonesia. Tercatat sebanyak 18 ribu lebih kasus corona terjadi di Indonesia, dengan 4.324 orang sembuh dan 1.191 meninggal dunia.

Atas dasar tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah imbauan kepada rakyat Indonesia, pemerintah, dan umat Islam.

Baca  DPR Bertanya Kepada Jokowi: Apa Bedanya Kerumuman di Pasar dan Rumah Ibadah

Kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, Din Syamsuddin meminta agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing).

“Yakni dengan menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19,” tekannya kepada wartawan, Selasa (19/5).
Sementara kepada pemerintah, mantan ketua umum PP Muhammadiyah meminta untuk melaksanakan secara konsekwen peraturannya sendiri tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca  Din Syamsuddin Bongkar Percakapan dengan Jokowi: Dia Baik tapi Tak Bisa Atasi Orang Buruk di Sekitar

Di antaranya dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum.

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” tegasnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Mengenai Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas
KSPI akan Gugat Perpres

Nasional

Anggap Akal-akalan Pemerintah, KSPI akan Gugat Perpres Kenaikan Iuran BPJS

Nasional

Video: Suara Mengharukan Anies Saat Ungkap 283 Warga DKI Dimakamkan Sejak 6 Maret 2020

Nasional

Konser BPIP Tak Patuhi Social Distancing, Ketua MPR Minta Maaf

Nasional

Pengamat: Kritikan Tanpa Bukti, Justru Datangkan Simpati untuk Anies Baswedan

Nasional

Bantah Faktor Kemiskinan, Keluarga: Kakek Ambo Tang Menghilang Sebelum Ditemukan Meninggal

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Nasional

Ringankan Beban di Tengah Pandemi, Mestinya Harga BBM Turun