Home / Nasional

Kamis, 26 Desember 2019 - 09:00 WIB

Didesak Mundur Pihak Istana, Ketua KPK Firli Bahuri Bilang Ini

BERITAWAJO.COM, JAKARTA– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri angkat bicara menanggapi pernyataan pihak Istana yang meminta dirinya untuk mundur dari jabatan struktural Polri. Firli mengaku saat ini sudah tidak memiliki jabatan apapun di Korps Bhayangkara.

Jabatan Kabarhakam Polri sudah dilimpahkan ke koleganya di Polri. ‎”Saya tidak punya jabatan apapun di Polri. Terakhir jabatan saya Kabaharkam Polri dan sudah diserahterimakan 19 Desember 2019 kepada Irjen Pol Agus Andriyanto,” ujar Firli kepada JawaPos.com, Kamis (26/12).


Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) berjabat tangan dengan Ketua KPK sebelumnya Agus Raharjo usai saat serah terima jabatan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Saat ini Firli hanya fokus kepada jabatan barunya di lembaga antirasuah. Karenanya, Firli membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya masih mempunyai posisi struktural di Polri. ‎”Sekarang saya hanya fokus untuk menjalankan tugas sebagai komisioner KPK RI. Saya akan kerja,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri diminta mundur dari struktural Polri. Selain itu, dua anggota Dewan Pengawas Syamsuddin Haris yang kini masih di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Albertina Ho yang tercatat masih sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang NTT, perlu mundur dari jabatannya.

“Perlu (mundur dari jabatan lama). Itu sudah clear di UU KPK bahwa Dewas tidak boleh rangkap jabatan. Jadi harus mundur/nonaktif dari jabatan lain,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono dikonfirmasi, Rabu (25/12).

Dini menyampaikan, Pimpinan KPK tidak boleh merangkap jabatan. Karena dalam Pasal 29 UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK, dijelaskan bahwa semua jabatan harus dilepaskan oleh pimpinan KPK.

Termasuk Ketua KPK Komjen Polisi Firli Bahuri yang masih aktif di Kepolisian. Menurutnya harus non-aktif. Kini Firli masih tercatat sebagai Analisis Kebijakan Utama Badan Pemelihara Keamanan Polri.

“Pasal 29 tersebut berlaku juga terhadap beliau. Jadi harus non-aktif dari jabatan lain selama menjabat sebagai pimpinan KPK,” katanya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Viral Video Mobil Ferrari dalam Pesawat Garuda, Penyelundupan?

Nasional

Jakarta dan Pekalongan, Kota di Dunia Paling Potensi Tenggelam ke Laut

Nasional

Bambang Widjojanjo Bilang Korupsi Tidak Bisa Kau Habisi dengan Ribuan Piring

Nasional

Anggota DPR Charles Honoris Sebut Analogi Rizal Ramli Dangkal

Nasional

Pandangan Ulama Ihwal Peringatan Maulud Nabi S.A.W

Nasional

Ahok Jadi Direksi di BUMN, Jokowi: Ini Masih Proses Seleksi

Nasional

Paket Prabowo Subianto-Puan Maharani Sudah Dirancang Jauh-jauh Hari

Nasional

Tampik Isu Hubungannya Renggang, Surya Paloh: InsyaAllah Pak Jokowi Datang