Home / Global

Rabu, 13 Mei 2020 - 07:00 WIB

Didesak Investigasi Corona, China Setop Impor Sapi Australia

China menangguhkan impor dari empat pemasok utama daging sapi Australia setelah mengancam memboikot Negeri Kanguru sebagai respons atas desakan penyelidikan asal usul virus corona.

Duta besar China untuk Australia Cheng Jingye beberapa pekan lalu memperingatkan agar negara lain tak mendesak penyelidikan muasal wabah corona.

Sementara Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham menyatakan pengiriman daging dari rumah potong telah ditangguhkan karena pelanggaran minor terkait dengan kesehatan dan syarat pelabelan sertifikat.

“Kami khawatir penangguhan tersebut didasarkan pada masalah yang sangat teknis, yang pernah terjadi lebih dari setahun lalu,” kata Birmingham.

Baca  China Akan Bor Minyak di Laut Sengketa, AS dan Australia Kirim Kapal Perang

“Kami akan bekerja dengan industri dan otoritas di Australia dan China untuk mencari solusi yang memungkinkan bisinis ini berlanjut secara normal secepat mungkin,” tambahnya dikutip dari AFP.

Birmingham membantah pemerintah Australia menanggapi masalah perdagangan dengan pengusutan virus.

“Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengaturan ekspor daging sapi Australia atau untuk gandum Australia dan lainnya. Kami tidak melihat ada hubungannya dan kami juga berharap tidak ada negara mitra lain yang akan melihat hubungan faktor-faktor itu,” kata Birmingham.

Baca  Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

China merupakan pangsa besar daging sapi Australia, sekitar 35 persen ekspor diperuntukkan bagi Negara Tirai Bambu dengan nilai sekitar US$1,1 miliar.

Selain itu, China juga ditengarai sedang mempertimbangkan menaikkan pajak bea masuk gandum Australia sebesar lebih dari 70 persen. Akhir April lalu, Duta Besar Jingye juga menyinggung impor anggur Australia.

Para analis menilai langkah tersebut dapat memunculkan pertikaian antara Australia dan mitra dagang terpentingnya yang dapat meluas ke sektor-sektor lain di tengah perjuangan bangkit dari krisis ekonomi yang disebabkan pandemi corona.

Baca  Jokowi Digugat Pedagang UMKM Rp 10 Miliar, Ngabalin: Minta Sana Sama Corona

Ketegangan kedua negara meningkat sejak Australia menyerukan penyelidikan independen terhadap epidemi virus corona yang bermula dari China dan kemudian menyebar menjadi pandemi ke seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 280.000 orang serta meluluhlantakkan ekonomi global.

Sebelumnya, China dan Australia sudah berselisih terkait pungutan anti-dumping pada aluminium dan baja dari negara Asia Timur tersebut.

Beijing pun gusar dengan pelarangan pembangunan jaringan 5G milik Huawei di Australia. (nva)

Share :

Baca Juga

Global

Krisis Iran, 40 Persen Penduduk Teheran Diprediksi Tertular Corona

Global

Uni Eropa Tidak Akan Akui Kedaulatan Israel

Global

Waduh! Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, Dikarantina Terkait Virus Corona

Global

Waduh, Pria Ini Tewas Diserang Ayam Sabung Peliharaannya

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan

Global

Raja Salman Mengizinkan Jamaah Mengitari Ka’bah Tanpa Boleh Menyentuhnya

Global

Pelajaran! New Normal Ala Swedia Berakhir Gagal Total
Rayakan Berakhirnya Lockdown

Global

Rayakan Berakhirnya Lockdown, Wanita Malah Tewas Terpeleset dari Ketinggian