Home / Pendidikan

Kamis, 20 Februari 2020 - 09:00 WIB

Di Komisi X DPR RI, Nadiem Makarim Mengaku Ekstra Jengkel karena Isu GoPay dan SPP

BERITAWAJO.COM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim jengkel karena dikaitkan dengan GoPay, yang baru menelurkan fitur GoBills yang bisa digunakan untuk pembayaran uang SPP.

Perasaan jengkel diungkap langsung Nadiem di awal rapat kerja di Komisi X DPR pada Kamis (20/2). Pada forum yang dipimpin Ketua Komisi X Syaiful Huda itu, mantan bos GoJek tersebut menepis semua tudingan miring berkaitan dengan fitur GoBills.

Mendikbud Nadiem Makarim saat Raker di Komisi X DPR, Kamis (20/2). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

“Saya ingin menjawab secara langsung pertanyaan ini. Saya pun dapat berita ini kaget langsung dari HP saya. Kenapa ini menjadi satu isu, jadi saya perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Nadiem mengawali penjelasannya.

Di depan lima pimpinan komisi pendidikan dan anggota, Nadiem menyatakan, dirinya sangat menjaga integritas. Bahkan dia mengklaim tidak seorang pun yang mengenal dirinya meragukan integritasnya.

“Makanya kalau ada komen-komen seperti itu saya ekstra jengkel. Karena itu merupakan satu hal yang saya merasa sangat bangga dengan diri saya, untuk menjaga integritas,” kata menteri yang akrab disapa dengan panggilan Mas Nadiem itu.

Dalam rapat itu, dia menjelaskan, GoBills yang sekarang menjadi isu hangat itu merupakan penambahan fitur, bukan aplikasi. Fitur tersebut menurutnya memang sudah direncanakan sejak lama dan merupakan kompetisi bebas antarsemua dompet digital di tanah air.

“Tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebijakan Kemendikbud,” ujarnya.

Nadiem menerangkan, program itu adalah hal yang terjadi di pasar, kompetisi sengit antardompet digital di mana semua bisa menerima apa pun. Mau itu GoPay, OVO, Dana, LinkAja dan semua dompet digital akan bermain di semua jenis merchant. Mulai restoran, sekolah swasta, warung pinggir jalan.

“Itu lah namanya digitialisasi sistem keuangan. Tidak akan pernah Kemendikbud, saya ulang lagi, tidak akan pernah Kemendibud terutama menterinya sendiri melakukan apa pun yang melanggar conflict of interest, yang menciptakan perbenturan kepentingan. Dan ini harus saya tekankan,” ujarnya dengan mimik muka serius.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Mengaku Diancam Dibunuh, Istri Polisi Polisikan Suaminya yang Ketahuan Selingkuh

Pendidikan

Agar Belajar Membaca al-Quran Menyenangkan Bagi Anak Anda

Nasional

Rekor Curah Hujan Tertinggi, Ketua IGI: Mereka yang Menghujat Anies Hanya Pembenci

Pendidikan

Bahaya! Atap Sekolah di Sompe, Wajo Diganjal Bambu

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Nasional

Kasek Pencabul 14 Siswi di Soppeng Divonis 5 Tahun, Arist Merdeka Sirait: Putusan Hukum yang Merendahkan

Nasional

Anggota TNI AD, Agus Prayogo Raih Emas SEA Games 2019 di Nomor Maraton

Nasional

Mulai Putus Asa, Honorer K2 Reni Anggraini Berniat Jadi TKW