Home / Hankam

Sabtu, 25 April 2020 - 17:16 WIB

Datangi Polda Maluku, 3 Anggota FKM Bentangkan Bendera RMS

Maluku – Tiga orang dari kelompok Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang berafiliasi dengan Republik Maluku Selatan (RMS) mendatangi Markas Polda Maluku. Mereka membawa bendera Benang Raja yang melambangkan komitmen mereka terhadap RMS.

Pimpinan kelompok FKM-RMS Simon Viktor Taihitu mengatakan mereka bertanggungjawab terhadap pengibaran bendera RMS di Maluku.

Ketiga anggota FKM itu mendatangi Polda Maluku untuk menindaklanjuti komitmen politik mereka sebelumnya. Pada Sabtu (18/4) lalu, mereka berkomitmen membebaskan tahanan politik anggota FKM-RMS yang masih ditahan.

“Kita datang bukan serahkan diri, kita punya wilayah, tidak mungkin kita serahkan diri, kita punya tanah air, penjajah harus bebaskan kita, tinggalkan tanah air kita,” ujar Simon, Sabtu (25/4) sore.

Baca  Asia Dalam Bahaya, Adu Kuat Rudal Nuklir Mahadahsyat China Vs India

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Mohamad Roem Ohoirat membenarkan bahwa ketiga orang membawa bendera RMS sambil berteriak “Mena Muria”. Mereka berjalan kaki dari arah jembatan Skip menuju halaman Polda Maluku.

Ohoirat menyebutkan ketiga anggota FKM-RMS itu adalah Simon Viktor Taihitu (57), Abner Litamahuputi (44), dan Jannes Patiasina (52).

“Mereka mengaku pimpinan kelompok Front Kedaulatan Maluku yang berafiliasi dengan Republik Maluku Selatan,” kata Ohoirat dalam pernyataan resmi, Sabtu sore.

Baca  Mata-mata Aria-body China Ancam Indonesia, BIN Diminta Gerak Cepat

Ohoirat dalam rilisnya mengatakan ketiga orang tersebut saat ini ditangkap aparat. Mereka tengah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Maluku.

Selama diintrogasi, kata Ohoirat, mereka mengaku telah menyebar video untuk mengajak masyarakat mengibarkan bendera Benang Raja pada puncak HUT RMS.

“Per hari ini Sabtu mereka mendengar ada kelompok FKM yang ditangkap sehingga mereka datang dengan tujuan untuk menyerahkan diri,”ucapnya.

Ohoirat berujar per hari ini Sabtu (25/4), jajaran Polda Maluku dan Polresta Kota Ambon sudah menangkap lima aktivis kelompok yang mengibarkan bendera Benang Raja bertepatan dengan HUT RMS.

Baca  Ledakan Keras di Polrestabes Medan, Diduga Bom Bunuh Diri

Berdasarkan interogasi aparat, kelima orang tersebut menyatakan sengaja mengibarkan bendera akibat mendapat upah atau dibayar oleh kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Lima orang aktivis FKM-RMS ditangkap lebih awal, ditambah lagi tiga sehingga total menjadi delapan orang,” kata Ohoirat.

Sebelumnya, kelompok FKM-RMS menggelar peringatan Hari Ulan Tahun yang ke-70 tahun di Desa Aboru, Kecamatan Haruku, Maluku Tengah, Maluku.

Mereka merayakan dengan turun ke jalan menggelar pawai membawa atribut bendera berlambang burung pombo itu mengelilingi perkampungan. (sai/pmg)

Share :

Baca Juga

Hankam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Inisial RMN, Mahasiswa Berusia 24 Tahun

Hankam

Ditelepon Wei Fenghe, Menhan Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Angkatan Bersenjata Tiongkok
Amerika Ancam Ledakan Bom Nuklir

Hankam

Gila, Amerika Ancam Ledakan Bom Nuklir Jika Corona Berujung Konflik

Hankam

Bayi 9 Bulan Jatuh ke Laut Saat Turun dari Kapal, Untung Ada Brigpol Alfred Nikodemus Dimu

Hankam

Gawat! Laporan WSJ; China Suap NU dan Muhammadiyah Soal Uighur

Hankam

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Akan Aksi di Senayan, Ini Komentar Polisi
Telegram Baru Kapolri

Hankam

Telegram Baru Kapolri, Optimalkan Bhabinkamtibmas dan Hidupkan Siskamling

Global

Brigadir Jenderal Esmail Qaani Jadi Komandan Pasukan Elit Quds, Ini Ancamannya