Home / Opini

Minggu, 22 Maret 2020 - 16:44 WIB

Daftar Hadis Sahih dan Dha’if (Lemah) tentang Wabah Corona

Oleh: Dr Agung Danarto, MAg

Pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) telah menjadi wabah global. Covid-19 telah menginfeksi dunia di banyak negara kecuali Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim.

Oleh karena itu, para sarjana dan pemimpin agama harus berhati-hati dalam kesetiaan mereka dan hanya menggunakan argumen otoritatif dalam membimbing orang-orang. Di antara mereka, kita hanya harus menggunakan hadits shahih dan meninggalkan hadits dha’if dalam damai.

Hadits shahih dapat digunakan sebagai panduan dalam membimbing orang-orang untuk menangani wabah penyakit termasuk yang berikut:

Hadis Hadis 1

Hadis dan Sejarah Bukhari dan Sejarah Muslim.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الطاعون آية الرجز ابتلى الله عز وجل به ناسا من عباده فإذا سمعتم به فلا تدخلوا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تفروا منه

Nabi saw mengatakan: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari antara manusia. Jadi ketika Anda mendengar bahwa penyakit ini menular di suatu negara, jangan memasukinya. Dan ketika tulah menyebar di tanah tempat kamu berada, jangan lari darinya. ” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Hadis Sahih 2

Sejarah Bukhari dan Muslim

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

Nabi saw mengatakan: “Jangan biarkan orang sakit bercampur dengan orang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Hadis Sahih 3

Unduh sekarang

Utusan Allah (mayallahu ‘alaihi wasallam) mengatakan: “Tidak mungkin untuk berbuat salah dan menyebabkan kerusakan.” (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn ‘Abbas)

Hadis Hadis 4

Sahih Hadis Sejarah Bukhari dan Sejarah Muslim tentang Doa Nubuat di rumah ketika hujan pada hari Jumat sore.

Baca  Kenapa Presiden Erdogan Bertahan dan Disukai Rakyatnya?

عن عبد الله بن عباس أنه
قال لمؤذنه في يوم مطير إذا قلت أشهد أن لا إله إلا الله أشهد أن محمدا الله فلا تقل حي على الصلاة قل صلوا في بيوتكم قال فكأن الناس استنكروا ذاك فقال أتعجبون من ذا قد فعل ذا من هو خير مني إن الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّ

Dari Abdullah bin Abbas, dia memberi tahu muadzin ketika hujan turun (pada hari Jumat sore), jika Anda mengatakan “Assyadu an laa ilaaha illallaah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah,” maka jangan katakan “Hayya alash shalaah,” tetapi katakan shalluu fii buyuutikum (Berdoalah di hadapan Anda). ” Abdullah bin Abbas berkata; “Ternyata orang-orang tampaknya tidak setuju dengan ini, dan dia berkata; “Apakah kalian bertanya-tanya tentang semua ini? Bahkan, ini dilakukan oleh seseorang yang lebih baik dari saya (Rasulullah). Doa Jumat adalah suatu keharusan, tetapi saya tidak ingin membuat Anda keluar sehingga Anda dapat berjalan di lumpur dan pendatang. ” (HR. Bukhori Muslim dari Abdullah ibn Abbas).

Hadits Sahih 5

Hadis panjang sejarah Bukhari Muslim artinya.

Pada satu titik ‘Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah tiba di Saragh, komandan pasukannya di Syam datang untuk menyambutnya. Di antara mereka adalah Abu “Ubaidah bin Jarrah dan teman-teman lainnya. Mereka memberi tahu Umar bahwa wabah penyakit itu menular di Syam. Umar kemudian berkonsultasi dengan para pemimpin Muhajirin, Anshor dan Quraisy.

Kemudian Umar memanggil rombongannya; “Besok pagi aku akan kembali ke rumah. Jadi, bersiaplah! ‘Abu’ Ubaidah bin Jarrah bertanya; ‘Apakah kita ingin lepas dari takdir Allah? ‘Jawab’ Umar; ‘Kenapa kamu menanyakan ini, Abu’ Ubaidah? ‘Umar tidak ingin berdebat dengannya. Dia menjawab; Ya, kita lari dari takdir Allah ke takdir Allah. Bagaimana menurut Anda, jika Anda memiliki unta, maka Anda pergi ke lembah dengan dua sisi. Yang satu subur dan yang lainnya mandul. Bukankah ketika Anda sedang merumput di tempat yang subur, Anda sedang merumput dengan nasib Tuhan, dan jika Anda sedang merumput di tanah tandus, apakah Anda memberinya makan dengan nasib Allah? ‘

Baca  Hadis Wacana Pulau Dajjal; Dongeng Aljassasah

Tiba-tiba ‘Abdurrahman bin’ Auf tidak hadir untuk beberapa waktu. Lalu dia berkata; “Saya mengerti masalah ini. Saya mendengar Utusan Allah (semoga damai besertanya) mengatakan: ‘Ketika Anda mendengar wabah penyakit di suatu negara, jangan pergi ke tanah itu. Dan jika tulah itu menyebar di tanah di mana kamu berada, maka kamu tidak akan keluar dari sana, untuk melarikan diri ke sana. ‘ Ibnu Abbas berkata; ‘Umar bin Khaththab lalu berterima kasih kepada Allah, lalu dia pergi.’ (HR Bukhari dan Muslim).

Di antara hadits dha’if hadits yang paling umum digunakan adalah:

Hadits Dha’if 1

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah berkata:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنَّ عُمَّارِ الِدَسَ

Memang, ketika Allah menurunkan penyakit dari surga ke penghuni bumi, Allah menghapus penyakit dari mereka yang mengabadikan masjid.

Sejarah Hadits Ibn Asakir (juz 17 hal. 11) dan Ibn Adi (juz 3 hal. 232).

Hadits ini dinyatakan sebagai hadits oleh Nashir al-Din al-Albani dalam buku Silsilat al-ahadits al-Dho’ifat wa al-Maudhu’at, juz IV, hal. 222, hadis no. 1851.

Hadits Dha’if 2

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah berkata:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُ

Baca  Meski Heboh Virus Corona, Peziarah Tetap Padati Rumah Opick Lihat Rambut Nabi

Ketika Allah menghendaki penyakit pada manusia, maka Allah melihat masjid dan menyingkirkannya.

Sejarah Ibnu Adi (lih. 3 hal. 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi pada 1 hal. 292 [220]); Abu Nu’aim dalam Ashbihan Press (lih. 1 hal. 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Interpretasi Ibn Katsir juz hal. 341).

Hadits ini adalah hadha dha’if. (lihat Nashiruddin al-Albani, Sahih wa Dha’if al-Jami ‘al-Shoghir, juz IV, hal 380, hadits no. 1358).

Hadits Dha’if 3

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه mengatakan: “Saya mendengar Rasulullah (saw) mengatakan:

يقول الله عز وجل: “إني لأهم بأهل الأرض عذابا فإذا نظرت إلى عمار بيوتي والمتحابين في والمستغفرين بالأسحار صرفت عنهم”

Allah عز وجل mengatakan: “Sesungguhnya aku berniat untuk menjatuhkan siksaan kepada penduduk bumi, ketika aku melihat orang-orang yang bersukacita di rumah-rumahku, yang saling mencintai untukku, dan mereka yang mencari pengampunan pada saat kematian, siksaan dari mereka.

Sejarah al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2946].

Hadits ini dho’if Jiddan. (Lihat Nashiruddin al-Albani, Kitab Sahih wa Dha’if al-Jami ‘al-Shaghir, juz 9, hlm. 121, hadits no. 3674).

Hadits Dha’if 4

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah (saw) mengatakan:

“إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ”

Ketika penyakit itu diturunkan dari langit, ia dijauhkan dari mereka yang mengaitkan masjid.

Sejarah al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (lih. 3 hal. 232). Al-Baihaqi mengatakan: “Beberapa baris dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, ketika digabungkan, memberikan kekuatan (untuk berlatih)”.

Hadits ini adalah Dha’if. (Lihat Nashiruddin al-Albani, al-Silsilah dari al-Dha’ifah, juz IV, hal. 350, hadits no. 1851).

Dr Agung Danarto, M.Ag , Sekretaris Jenderal Muhammadiyah Tengah

Share :

Baca Juga

Opini

Tulisan Menohok dari Netizen Terkait Corona Kepada Presiden
Dosa Jokowi Selalu Berkurang

Opini

Pandu Jokowi; Dosa Jokowi Selalu Berkurang Karena Selalu Difitnah

Islam

Makkah adalah Baladul Amin, Tidak Akan Dimasuki Corona Jika Corona Itu Tha’un

Opini

Mempertanyakan Kebenaran Sebuah Agama

Opini

Cara Praktis One Day One Juz Sendirian

Opini

Mengintip Keadilan Sistem Islam

Opini

Ukir Kembali Kejayaan Islam, Jangan Hanya Besar Hati Masa Lalu

Opini

Persiapkan Lumbung Pangan, Prabowo Belajar dari Kisah Nabi Yusuf?