Home / Ekonomi

Sabtu, 18 April 2020 - 19:24 WIB

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah

Ekonomi – Pandemi corona covid-19 mengakibatkan tingkat pengangguran terbesar sepanjang sejarah dunia. Bahkan, lonjakan pengangguran di dunia telah mencapai dua digit, mirip Depresi Ekonomi pada 1929.

Di Indonesia, pengangguran sudah mencapai 1,5 juta orang. Sebanyak 90 persennya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 10 persennya dirumahkan hingga 11 April 2020.

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan berdasarkan surveinya sebanyak 77 persen masyarakat Indonesia menganggap wabah ini mengancam penghasilan.

Baca  Kisah Mengharukan! Jangan Terkecoh. Wabah Ini Sudah Ada di Sekitar Kita.

Survei tersebut juga melaporkan sebanyak 25 persen warga dewasa tak bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman. Kesulitan ekonomi ini juga menekan ekonomi secara nasional.

Pemerintah saja terpaksa tak membayarkan tunjangan hari raya pejabat negara dari presiden hingga eselon II pada 2020. Dana tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk penanganan pandemi corona.

Peningkatan pengangguran di tanah air saat pandemi corona menyita perhatian pembaca VIVAnews. Berikut tiga berita seputar hal tersebut:

Baca  Antisipasi Virus Corona di Mobil; Ini Langkahnya!

1. Corona akibatkan lonjakan pengangguran terparah dalam sejarah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran dunia, termasuk Indonesia, saat ini semakin memburuk akibat wabah virus corona (Covid-19). Bahkan, dia mengatakan, tingkat pengangguran saat ini terbesar sepanjang sejarah dunia.

2. Corona hambat penghasilan 77 persen masyarakat

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil riset penelitiannya terkait ancaman pandemi Corona Covid-19. Dari hasil survei disebut sekitar 77 persen masyarakat Indonesia menganggap wabah Covid-19 mengancam pemasukan atau penghasilan mereka.

Baca  Ikatan Dokter Indonesia Protes dan Mengancam Mogok Tangani Pasien Corona

3. Pemerintah juga berhemat

Pemerintah mampu menghemat anggaran hingga Rp5,5 triliun dengan adanya kebijakan tidak dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pejabat negara dari Presiden hingga eselon II pada 2020. Itu dilakukan demi memprioritaskan anggaran untuk kepentingan penanganan virus corona (Covid-19). (viva)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pembiayaan Defisit Rp 1.400 Triliun, Bagaimana Ekonomi RI?

Ekonomi

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Ekonomi

Soal 500 TKA China, Pengusaha: “Melihatnya Agak Miris dan Sedih”

Ekonomi

Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China

Ekonomi

Prediksi Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Ekonom
wali kota banda aceh

Ekonomi

Layak Ditiru! Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Online

Ekonomi

Bank Dunia Kucurkan Utang Rp3,6 T ke Indonesia Lawan Corona

Ekonomi

Pemerintah Terbitkan Surat Utang Raup Rp11,38 Triliun