Home / Nasional

Jumat, 1 November 2019 - 04:36 WIB

Cara Mengajak Buah Hati Kenal Allah Swt Semenjak Bayi

Buah hati kita tentunya merupakan tanggung jawab yang harus diemban kita sebagai orang tua, terutama dalam hal mengenalkannya kepada keimanan. Mendidik anak biar berakhlak mulia menjadi kewajiban setiap orang tua. Pada kesannya orang tualah yang akan mencicipi dampaknya pada final usia orang tua. Oleh alasannya ialah itu sejak sedini mungkin untuk mulai mendidik buah hatinya untuk mengenal Allah, sehingga akan tumbuh cahaya di dalam hatinya sebelum kotoran-kotoran mulai melekat di hatinya.
Kemudian, yang dimaksud semenjak dini ini kapan sebaiknya? Menurut Tika Bisono seorang psikolog menyatakan bahwa usia yang sempurna untuk mengenalkan konsep Ketuhanan kepada anak berdasarkan pengalamannya ialah ketika anak memasuki usia satu tahun. Sesuai dengan teori psikologi, mengenalkan Tuhan kepada anak sebaiknya dilakukan saat anak sudah mulai sanggup berkomunikasi.

 Buah hati kita tentunya merupakan tanggung jawab yang harus diemban kita sebagai orang tu Cara Mengajak Buah Hati Kenal Allah SWT Sejak Bayi

Saat Usia 1 Tahun

Pada usia ini, anak sudah melihat orangtua mengerjakan acara beribadah. Tika pun menyarankan biar ritual ibadah tersebut, dimaknakan atau diterjemahkan kepada sang anak. “Tentunya dengan bahasa anak-anak,” imbuhnya. 
Penjelasan yang diberikan, kata Tika, boleh dilakukan dalam perspektif dongeng untuk memudahkannya. Ajak anak menyanyikan lagu Pelangi-Pelangi, di liriknya terdapat kalimat “ciptaan Tuhan”. Nah, Tika mengatakan, orangtua sanggup mengajak anak wacana ciptaan Tuhan yang lain. Orangtua juga sanggup mengenalkan sosok Tuhan kepada anak melalui cerita-cerita nabi. Boleh juga membacakan dongeng nabi sebagai dongeng pengantar tidur.

Di samping cara ini menyenangkan, orangtua juga sanggup menanamkan moral kepada mereka. Lewat dongeng nabi tersebut, nilai-nilai moral umpamanya; baik, buruk, jujur, bertanggung jawab, ataupun jahat, sanggup dikenalkan kepada sang anak.Kegiatan inilah yang dilakukan oleh Astrid Dwiyanti kepada putranya, Kevin (3). Sebelum tidur, biasanya Kevin meminta dibacakan dongeng nabi. 

Mengajarkan cara Doa

Kegiatan berdoa juga sanggup diajarkan semenjak dini. Ajak anak berdoa dengan bahasa yang sederhana yang sanggup dimengertinya. 
Seperti, “Ya Allah jaga Dini selama perjalanan, Amin”. “Sesederhana itu, tapi maknanya sangat mendalam. Ketika mereka besar nanti, mereka sudah terbiasa berdoa sebelum beraktivitas,” kata Tika.

Kegiatan menghafal doa yang sudah dilakukan semenjak usia playgroup atau TK, berdasarkan Tika, meski anak belum mengerti betul maknanya, di sisi lain anak sanggup berguru berbahasa. Tidak ada salahnya bila saat menghafal doa, anak sekalian dikenalkan pada terjemahan doa tersebut, lagi-lagi dalam bahasa yang gampang dimengerti anak. 
Selain itu tanamkanlah kepada diri anak bahwa Allah itu Maha Penyayang.  Jangan menciptakan anak merasa bahwa Allah itu menakutkan. Sebaiknya jangan gunakan kata-kata seperti “Jangan bohong nanti kau dieksekusi di neraka”.
Cara menyerupai ini malah kesannya menciptakan anak berpikir Tuhan itu menyeramkan.  jika mengenalkan Tuhan seolah sosok yang menyeramkan kepada anak, malah sanggup menimbulkan si anak jauh dari Tuhan. 

Sebaliknya, pendekatan yang efektif untuk mengenalkan Tuhan kepada anak ialah dengan kasih sayang. Dengan kasih sayang yang diberikan orangtua tersebut, anak akan menjadi orang yang penyayang, bertoleransi, dan peduli terhadap sesama. 
Adapun pengamat pendidikan Arief Rachman mengatakan, orangtua sanggup mengenalkan ritual dan identitas agama kepada anak semenjak mereka masih berusia bayi. Cara yang gampang dilakukan, sanggup dengan menggendong anak sambil mendendangkan doa atau Asmaul Husna ataupun ayat-ayat Alquran. Mereka pun akan merekamnya dalam ingatan. 

Pengenalan pada ritual agama, berdasarkan Arief, sanggup diberikan secara bertahap. Pertama dengan mengenalkan, menginformasikan, membiasakan, mengamalkan, kemudian memahamkan. 
(disalin dari lifestyle.okezone.com)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pelatih Malaysia Takut Gaya Main Indonesia di Tangan Pelatih Yeyen Tumena

Nasional

Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK, Ini Reaksi Khofifah Indar Parawansa

Nasional

Buku Ustadz Abdul Somad: 37 Problem Terkenal Dan 77 Tanya Jawab Sholat

Nasional

Ruhut Sitompul: Kesombongan Orang yang Terpilih Gubernur dengan Cara SARA

Nasional

Lockdown, Anda Siap? Ini Syaratnya, Berat!

Nasional

Kasus Jiwasraya, Seperti Ini Desakan PSI

Nasional

Prabowo: Dalam Perang Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa

Nasional

Reuni Akbar PA 212, Ada Sesi Sambutan Habib Rizieq Shihab dan Anies Baswedan