Home / Nasional

Minggu, 7 Juni 2020 - 16:09 WIB

Buka-bukaan Pemerintah Soal 500 TKA China yang Bakal Masuk RI

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi membeberkan rencana masuknya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk membantu percepatan pembangunan smelter di Konawe, Sulawesi Selatan.

Hal ini merespons kegaduhan yang mengemuka di masyarakat terkait penggiringan opini bahwa isu tenaga kerja asing akan menggeser para pekerja Indonesia.

“Saya akan bicara apa adanya saja. Rencana kehadiran 500 TKA China sekitar akhir Juni atau awal Juli adalah untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China,” kata Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi, dalam pernyataannya, Minggu (7/6/2020).

Baca  Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

“Kita harus jujur bahwa dengan teknologi RKEF China mereka bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik.”

Jodi melanjutkan, TKA dari Negeri Tirai Bambu dibutuhkan karena bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter. Namun, setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing. “Pada saat operasi, mayoritas tenaga kerja berasal dari lokal,” tuturnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merespons positif terkait kedatangan 500 TKA China ke Indonesia. Luhut menyebut, sebagai negara yang menganut sistem politik bebas aktif, Indonesia bisa menjalin kerjasama dengan negara manapun.

Baca  Selidiki Sumber Corona, AS Minta Akses ke Laboratorium Wuhan

Ia juga menyebut China adalah salah satu negara yang memberikan andil besar terhadap perekonomian dunia. Juga menurut Luhut, tudingan kedekatan antara Indonesia dengan China tak seharusnya dianggap berlebihan.

“Supaya anak muda tahu, ekonomi Tiongkok ini hampir 18 persen berpengaruh ke ekonomi global. Amerika kira-kira 25 persen. Jadi suka tidak suka, senang tidak senang, mau bilang apapun, Tiongkok ini merupakan kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan,” katanya dalam diskusi virtual, Jumat (5/6/2020).

Baca  Perkarakan Said Didu, Luhut pun Banjir Dukungan

Besarnya pengaruh China terhadap dunia dinilai Luhut sebagai gambaran kepada masyarakat bahwa kerjasama dengan negara itu bisa dijalankan. Apalagi, Indonesia adalah negara yang menganut bebas aktif, sehingga bisa bekerja sama dengan negara manapun.

“Jadi tidak bisa kita musuhin satu (negara), maunya sama ini saja. Dan juga tidak ada alasan kita bermusuhan,” katanya. (cnbc)

Share :

Baca Juga

Terima 500 TKA China

Nasional

Fadli Zon Semprot Kemenaker Terima 500 TKA China: Negara Ini Milik Siapa?

Nasional

Ditjen Imigrasi Kemkumham Memberikan Izin Tinggal Terpaksa kepada 2.643 WN Tiongkok

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?

Nasional

Politikus PDIP Polisikan Novel, Pengacara: Dewi Tanjung Sedang Pertontonkan Fitnah Keji

Nasional

Ahok Dicari-cari Pengamat: Kok Harga BBM Tak Kunjung Turun?

Nasional

UAS tentang Habib Bahar: Boleh Kau Cabik-cabik Dagingku…Tapi Jiwaku Tak Bisa Kau Penjarakan

Nasional

Video: Suara Mengharukan Anies Saat Ungkap 283 Warga DKI Dimakamkan Sejak 6 Maret 2020

Nasional

Oknum Mahasiswi Tawarkan Temannya ke Lelaki Hidung Belang, Tarif Rp700 Ribu Kencan Singkat