Home / Kesehatan

Jumat, 1 Mei 2020 - 13:24 WIB

Bill Gates: Hanya Vaksin Bisa Mengalahkan Wabah ini. Siti Fadilah: Jangan Beli Vaksin Bill Gates

Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford

Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford

Pendiri Microsoft Bill Gates memberikan perhatian besar terhadap penyebaran virus corona Covid-19. Menurutnya satu-satunya cara untuk mengalahkan wabah ini adalah vaksin corona.

Menurutnya agar kita ingin hidup kembali normal dibutuhkan vaksin yang kuat dan efektif. Vaksin yang paling tidak 95% efektif untuk menghentikan wabah ini.

“Calon vaksin yang ada saat ini menuju ke sana. Mereka bisa menyelamatkan banyak nyawa, tetapi mereka tidak cukup untuk membuat kita kembali hidup normal,” ujar Bill Gates seperti dikutip dari blog resminya, Jumat (1/5/2020).

Untuk kembali ke kehidupan normal, Bill Gates memperkirakan dibutuhkan 7 miliar hingga 14 miliar vaksin corona. Artinya, vaksin ini harus tersedia bagi semua orang di planet ini.

Bill Gates sendiri memprediksi vaksin corona akan ditemukan 18 bulan lagi. Namun ada kemungkinan bisa ditemukan dalam 9 bulan. Masalahnya bagaimana memproduksi vaksin agar tersebut bagi semua orang.

“Hal yang perlu kita lakukan sekarang adalah membangun pabrik vaksin berbeda untuk persiapan. Tiap vaksin membutuhkan pabrik berbeda. Kita harus siap dengan fasilitas yang bisa membuat tiap tipe, sehingga kita bisa memulai pembuatan vaksin final segera saat kita bisa,” terangnya.

“Ini membutuhkan dana miliaran dolar. Pemerintah harus dengan cepat menemukan mekanisme untuk membuat pendanaannya tersedia.”

Setelah ditemukan, Bill Gates sepakat tahap pertama vaksin diberikan kepada tenaga medis, kemudian vaksin disebar ke negara berpendapatan rendah karena warga di sana berisiko tinggi jika kena COVID-19. (cnbc)

Siti Fadilah, Jangan beli vaksin dari Bill Gates

Meskipun sedang menjalani hukuman didalam penjara, Mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari, memperingatkan pemerintah RI untuk tidak menggunakan vaksin virus corona covid-19, yang diproduksi perusahaan farmasi bentukan pendiri Microsoft Corporation Bill Gates.

Baca  WNI yang Jalani Isolasi di Hotel Mewah Arab Saudi Sembuh dari Corona

Menurut Siti Fadilah Supari, ada sejumlah kejanggalan yang dia temui berkaitan dengan vaksin buatan Bill Gates.

Untuk diketahui, Bill Gates kekinian dilaporkan tengah mengembangkan vaksin corona untuk diberikan pada 7 miliar penghuni dunia.

Vaksin corona itu diberi nama INO-4800, di mana pengembangannya disokong Bill and Melinda Gates dan Foundation Coalition for Epidemic Preparedness Innovations.

Sebelum diproduksi massal, vaksin yang telah direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) itu bakal diuji coba klinis ke 40 relawan yang telah diseleksi. Uji coba akan berlangsung beberapa minggu ke depan.

Siti Fadilah Supari mengatakan , untuk mencapai obsesinya, Bill Gates bahkan telah menjalin hubungan dengan pemerintah negara-negara seluruh dunia termasuk Indonesia agar vaksin-nya menjadi program resmi pemerintah.

“Untuk menghadapi wabah Corona di Indonesia, sebaiknya pemerintah tidak menggunakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi yang berkaitan dengan Bill Gates,” kata Siti Fadilah Supari dalam keterangan resminya, Minggu malam, 19 April 2020.

Apa yang dikatakan Siti beralasan, sebab yang menjadi perhatiannya adalah, kapan Bill Gates mulai membuat vaksin. Sebab pembuatan vaksin memerlukan waktu yang tak sebentar.

“Kalau Bill Gates sudah siap dengan vaksin corona sekarang, kapan dia punya seed virus nya? Apa sebelum pandemik Corona? Apalagi pada tahun 2015 dia telah mengumumkan akan ada pandemik besar di 2020,” kata Siti lagi.

Baca  Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Hal berikutnya yang jadi perhatian Siti adalah seed virus Corona dari strain negara mana yang digunakan oleh Bill Gates untuk membuat vaksin.

Sebab menurut para ahli di dunia, virus corona hingga kini masih terus berubah-ubah, atau terus bermutasi.

Kabarnya bahkan sekarang sudah menjadi tiga clade atau bahkan ada yang bilang enam clade.

Maka jadi perhatian bagi Siti, mana seed virus yang dijadikan vaksin oleh Bill Gates, karena hingga kini belum jelas.

Dipasang microchip?

Bukan cuma dua alasan di atas yang menjadi dasar Siti Fadilah Supari untuk memperingatkan Pemerintah Indonesia agar tak menggunakan vaksin corona buatan Bill Gates.

Alasan lain yang tak kalah penting adalah, kemungkinan dipasangnya microchip oleh Bill Gates pada vaksin tersebut.

“Konon digunakan untuk memantau orang yang diberi vaksin tersebut. Sedangkan kita tidak tahu dampak negatif apa dari microchip tersebut terhadap tubuh kita dalam jangka panjang. Apa betul microchip itu hanya untuk tanda seperti yang dia katakan? Tidak ada bukti sama sekali. Kita wajib waspada karena Bill Gates mempunyai proyek ambisius yaitu depopulasi, demi mengatur populasi sedunia,” kata Siti.

Alasan berikutnya, dan cukup menggelitik, yakni, apabila Bill Gates sudah mulai membuat vaksin saat ini, apakah dia telah memiliki virus corona sebelum pandemi terjadi.

Maka tidak heran jika kemudian sejumlah peneliti dunia mengatakan bahwa pandemi corona saat ini tidak natural.

“Menurut saya Indonesia saat ini tidak perlu vaksin corona, karena virusnya sangat labil. Dan kita tidak punya data yang valid mana orang yang positif corona dan negatif.”

Baca  Ditjen PAS Usut Konten Youtube Siti Fadilah-Deddy Corbuzier

Siti pun kemudian menyarankan agar Pemerintah Indonesia membuat vaksin mandiri dengan strain kita sendiri. Artinya, sesuai dengan keamanan yang bisa dipercaya dan tidak ditumpangi kepentingan politik bangsa lain.

Sebab kata dia, kesehatan adalah kunci Ketahanan Nasional.

Kejanggalan Bill Gates

Nama Bill Gates belakangan memang masuk dalam sejumlah teori konspirasi kemunculan virus corona, yang dibahas sejumlah pihak.

Sebab bos teknologi kenamaan dan salah satu orang terkaya di dunia, itu telah memprediksi akan munculnya virus ini secara tidak langsung pada 2015 silam.

Kala itu Bill Gates berbicara di Ted.com. Belakangan, Bill Gates turut mendanai penelitian untuk mendiagnosa dan meneliti vaksin.

“Jadi di masa depan, kita mungkin akan menemukan virus yang menjangkiti orang yang cukup sehat, lalu mereka naik pesawat, mereka ke pasar. Bisa jadi ini virus datang dari alam, atau dari terorisme biologi,” kata Bill Gates pada 2015 lalu.

“Jadi banyak hal yang sebenarnya bisa membuat situasi ribuan kali lebih buruk.”

Anehnya, di akhir tahun 2019 lalu, Bill Gates juga pernah melakukan sejumlah simulasi pandemik yang diberi nama Event201. Dia juga memprediksi kalau virus corona akan memakan korban hingga 65 juta jiwa.

Tak jelas apa ini sebuah kebetulan, ataukah ada sangkut pautnya dengan dia, termasuk apakah memang sengaja disebarkan, dan sudah masuk ke sebuah agenda tertentu. Yang pasti semua pihak hingga kini masih dibuat bertanya-tanya. (suara)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Pasien Terjangkit Corona Tidak Ditanggung BPJS Ya…
Kasus Corona Covid 19 di Indonesia Akan Turun

Kesehatan

WHO: Kasus Corona Covid 19 di Indonesia Akan Turun dalam Beberapa Pekan
BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020

Kesehatan

Catat! Iuran BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020

Kesehatan

Ada Teori Bahaya Corona, Jika Diterapkan di RI Satu Generasi Lenyap

Kesehatan

Penyakit Alzheimer? Jangan Takut, Tempe Obatnya!

Kesehatan

Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020

Global

Betulkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Uang? Ahli Jepang Meng-Iya-kan

Kesehatan

Mengerikan, Ternyata Ini 5 Bahaya Smartphone Bagi Anak!