Home / Ekonomi

Minggu, 19 April 2020 - 17:54 WIB

Bersiap, Jokowi Sebut Ekonomi RI Akan Terkoreksi Dalam

Foto: Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Kris)

Foto: Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Kris)

Jakarta – Semua negara yang terjangkit pandemi berdampak pada pertumbuhan ekonomi, hal ini juga dirasakan Indonesia. Presiden Joko Widodo pekan ini menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan terkoreksi cukup tajam dampak pandemi virus corona (Covid-19).

“Saya harus bicara apa adanya. Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu.

Dari berbagai lembaga internasional pun seperti IMF ataupun Bank Dunia, sudah memproyeksikan ekonomi global akan terjadi resesi. Hitungan terakhir diterima olehnya adalah tumbuh negatif. Ekonomi global tumbuh negatif 2,8%, artinya tertarik 6%.

“Kita harus siapkan diri dengan berbagai skenario, tidak boleh pesimis dan tetap ikhtiar berusaha. Bekerja keras dalam upaya pemulihan kesehatan,” kata Jokowi.

Baca  Dewan Pakar ICMI: TKA China Bikin Ekonomi Ambyar! 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, membeberkan secara rinci skenario terberat yang akan dihadapi ekonomi Indonesia, akibat dampak dari wabah pandemi virus corona (Covid-19).

“Saat ini kami estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita (pertumbuhan ekonomi) 5,3% akan mengalami tekanan pada level turun sampai level 2,3%. Bahkan dalam situasi yang sangat berat, mungkin menurun sampai negatif,” katanya.

Situasi ini bisa membuat angka kemiskinan di Indonesia meningkat 1,1 juta orang. Bahkan dalam skenario terberat, bukan tidak mungkin jumlah orang miskin bertambah hingga 3,78 juta orang.

“Angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, kemungkinan akan mengalami kenaikan. Dalam skenario berat, ada kemungkinan naik 2,9 juta orang pengangguran baru. Skenario berat bisa sampai 5,2 juta,” katanya.

Baca  Trump Ungkap Jokowi Minta Bantuan Ventilator dari AS

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, membeberkan secara rinci skenario terberat yang akan dihadapi ekonomi Indonesia, akibat dampak dari wabah pandemi virus corona (Covid-19).

“Saat ini kami estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita (pertumbuhan ekonomi) 5,3% akan mengalami tekanan pada level turun sampai level 2,3%. Bahkan dalam situasi yang sangat berat, mungkin menurun sampai negatif,” katanya.

Situasi ini bisa membuat angka kemiskinan di Indonesia meningkat 1,1 juta orang. Bahkan dalam skenario terberat, bukan tidak mungkin jumlah orang miskin bertambah hingga 3,78 juta orang.

“Angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, kemungkinan akan mengalami kenaikan. Dalam skenario berat, ada kemungkinan naik 2,9 juta orang pengangguran baru. Skenario berat bisa sampai 5,2 juta,” katanya.

Baca  Susul Belva, Andi Taufan Juga Mundur dari Stafsus Jokowi

Sebelumnya, IMF merillis laporan terbarunya pada Selasa (14/4/2020). Dalam laporan itu, IMF meramalkan akan ada kontraksi atau pertumbuhan yang negatif tahun ini -3%, turun 6,3 poin persentase dibanding proyeksi Januari lalu yang 3,3%.

“Tahun ini sepertinya ekonomi global akan menghadapi resesi terburuk sejak Great Depression, krisis keuangan global yang terjadi beberapa dekade lalu,” kata Gita Gopinath, Kepala Ekonom IMF, dalam Outlook Ekonomi Global: The Great Lockdown.

“Krisis ini di mana semua ekonomi mengalami shock adalah sesuatu yang tak bisa dikontrol oleh kebijakan ekonomi.” ujarnya dikutip CNBC International. Setidaknya hingga pandemi berakhir. (CNBC)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China
wali kota banda aceh

Ekonomi

Layak Ditiru! Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Online

Ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI; Karena Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terjun Bebas

Ekonomi

Minyak dan Saham Rontok, Harga Emas Bangkit ke Rp924 Ribu

Ekonomi

Luhut Optimis Ekonomi Pulih Bulan Juli, Semua Berkat Tangan Dingin Jokowi

Ekonomi

Perpres Kemudahan Impor Terbit, Mafia Impor Makin Merajalela?

Ekonomi

Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI Harus Waspada!

Ekonomi

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat