Home / Pendidikan

Senin, 11 Mei 2020 - 14:47 WIB

Bentuk Penghormatan, Anies Gratiskan Pendidikan Anak dari Tenaga Medis yang Gugur

Tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan pandemi virus corona menjadi perhatian khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi anak dari tenaga medis yang meninggal selama masa penanggulangan pandemi corona.

“Sebagai bentuk hormat kami, bagi putra-putri dari tenaga kesehatan COVID-19 yang gugur, Pemprov DKI juga akan menjamin seluruh biaya pendidikannya sampai kuliah,” tulis Anies dalam akun instagramnya, Minggu, (10/5/2020).

Baca  Anies Minta Sri Mulyani Cairkan Dana Piutang DKI Rp 5,1 T

Anies mengatakan, Pemerintah DKI juga menyiapkan santunan kematian bagi keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya ialah memberikan biaya pendidikan kepada anak dari mendiang Ninuk Dwi, perawat di RSCM, tenaga medis pertama di Indonesia yang gugur dalam tugas melawan COVID-19.

Anies yang juga mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menegaskan sebesar apapun santunan atau jaminan sosial yang diberikan tidak akan pernah bisa menyamai perjuangan dan pengorbanan para tenaga medis tersebut.

Baca  Mau dapat Beasiswa KIP Kuliah 2020? Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

“Pada mereka kami haturkan rasa hormat dan rasa terima kasih yang tak terhingga,” tulis Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyatakan perlu ada tes swab bagi keluarga tenaga medis yang cepat agar tidak membebani keluarga. Dia menceritakan kisah keluarga mendiang Ninuk yang tidak bisa beraktivitas dan bekerja karena harus menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan hasilnya.

Baca  Kabar Gembira dari Menpan RB Tjahjo Kumolo soal Honorer K2

Gubernur menceritakan ada delapan orang keluarga Ninuk yang menjadi ODP dan diambil tes swab bulan Maret namun harus menunggu lebih dari 40 hari untuk mengetahui hasil tes.

“Akibat ketidakpastian, anggota keluarganya isolasi mandiri tidak bisa bekerja. Ini tidak bisa dibiarkan, keluarga tenaga kesehatan yang ditinggalkan tidak boleh terbebani lagi oleh hal-hal semacam ini,” tulis Anies. (BL)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Pemerintah

708.963 atau 47 Persen Guru Honorer Tak Bisa Nikmati Gaji dari Dana BOS

Pemerintah

Usia di Atas 35 Tahun, Guru Honorer Desak Diangkat PNS dengan Cara Ini

Pemerintah

Honorer K2 di Ambang Batas Pensiun, Begini Kepasrahan Eko Mardiono Cs

Pemerintah

Kabar Gembira dari Menpan RB Tjahjo Kumolo soal Honorer K2

Pendidikan

Ketum IGI; Nafsu Proyek di Kmendikbud Sangat Besar!

Pendidikan

Siswa di Pelosok Harus Naik Gunung demi Sinyal untuk Belajar Online

Pendidikan

Mau dapat Beasiswa KIP Kuliah 2020? Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya