Home / Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2020 - 14:53 WIB

Begini Cara Mendidik Anak di Zaman Modern Menurut Abdul Somad

Kewajiban setiap orangtua Muslim mendidik anak sejak dini. Hanya saja sebagian ayah-bunda kesulitan mendidik anak di zaman modern seperti sekarang.

Contoh kasusnya sulit mengontrol anak zaman sekarang yang sudah memegang gadget atau smartphone. Jika tidak dikontrol, alat tersebut bisa memberi efek negatif kepada si buah hati.

Lalu bagaimana cara mendidik anak dalam kehidupan modern yang tak lepas dari gadget? Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya yang diunggah ke akun Instagram pribadinya mengatakan, orangtua harus mengetahui password gadget milik anak.

“Pertama ibu jangan sampai password gadget anaknya tidak tahu. Kemudian ia menekankan bawa tidak ada itu anak umur 18 tahun, ia tulis di pintu ia berkata permisi, izinkan,” ucapnya.

Baca  Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan

“Memang betul kita harus mengentuk pintu karena mungkin takut terbuka auratnya. Tapi kalau sampai dia punya privasi dan boleh membawa pacarnya, saya sudah 18 tahun, terserah saya, jangan masuk privasi saya, itu bukan pendidikan Islam. Itu orang barat punya kerja,” tambah Abdul Somad.

Ia mengatakan orangtua Muslim harus mendidik anak secara Islami. “Kita didikan kita, membersarkan tiga anak perempuan dididik dengan pendidikan yang Islami, nikahkan dengan orang baik-baik, berbuat baik sampai mati,” tutur Abdul Somad.

“Dalam Islam itu pendidikan itu bukan sejak 18 tahun, tapi dari buaian hingga ke liang lahat,” tambahnya.

Jadi, menurutnya ketika gadget diberikan kepada si anak maka harus ditekankan di awal bahwa itu hanya untuk komunikasi. “Boleh ada tontonan tapi sekaligus tuntunan. Channel youtube apa yang kamu lihat, siapa,” kata Abdul Somad.

Baca  UAS Mendorong Agar Melawan Dampak Covid Lewat Masjid

Selanjutnya orangtua harus jeli memilih pendidikan formal untuk anak. Jangan sampai si buah hati masuk sekolah yang tidak mengarahkan anak kepada ahlakul karimah. “Di sekolah juga sekolah yang mengarahkan dia kepada ahlakul karimah, menutup aurat,” ucap Abdul Somad.

“Maka lihatlah kurikulumnya, berapa pendidikan agamanya, bagaimana guru-gurunya di sekolah. Kalau gurunya mengajak parti, gurunya tidak berhijab, gurunya juga pacaran, bagaimana dengan anak-anak kita?” tambahnya.

Abdul Somad pun mengibaratkan pentingnya memilih sekolah secara benar seperti memilih bidan untuk istri yang akan melahirkan.

Baca  Agar Belajar Membaca al-Quran Menyenangkan Bagi Anak Anda

“Seorang bapak tidak mungkin melepas istrinya yang sedang hamil ke bidan yang tidak jelas sekolahnya. Dia pasti cari bidan yang berijazah karena dia takut nyawa istrinya melayang atau nyawa anaknya melayang,” katanya.

“Bagaimana mungkin seorang ibu dan ayah bisa melepas pendidikan anaknya. Ini bukan nyawa, lebih daripada nyawa. Karena nyawa habis mati selesai, tapi ini bagaimana kehidupan dia setelah mati, di alam kubur, di hari berbangkit, di titian siratolmustaqim menuju surga,” lanjutnya.

Kenapa penekanan Islam di sekolah penting dalam hal mendidik anak, kata Abdul Somad karena anak lebih lama di sekolah daripada di rumah. “Mudah-mudahan Allah menyelamatkan generasi kita,” pungkasnya. (abp)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Soal Ujian Anak SD Dinilai Lecehkan Nabi saw! Kok Bisa?

Pendidikan

Ketum IGI; Nafsu Proyek di Kmendikbud Sangat Besar!

Pendidikan

Bentuk Penghormatan, Anies Gratiskan Pendidikan Anak dari Tenaga Medis yang Gugur

Kesehatan

Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Pendidikan

SIARAN PERS; BSNP Siapkan POS UN Baru

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Pendidikan

Kecewa, Ketum IGI Serukan Guru Honorer Bersatu Tinggalkan Ruang Kelas

Pendidikan

3 Syarat Guru Honorer Bisa Digaji Pakai Dana BOS