Home / Hankam

Minggu, 5 Januari 2020 - 13:00 WIB

Bayi 9 Bulan Jatuh ke Laut Saat Turun dari Kapal, Untung Ada Brigpol Alfred Nikodemus Dimu

BERITAWAJO.COM, KUPANG – Seorang personel polisi bernama Brigpol Alfred Nikodemus Dimu berhasil menyelamatkan seorang bayi berumur 9 bulan yang tercebur ke laut di sekitar Pelabuhan Biu, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Personel polisi di Kepolisian Sektor Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, itu tanpa ragu terjun ke laut dan melakukan aksi heroiknya mengangkat sang bayi ke darat.


Foto Istimewa

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP Johannes Bangun, Minggu, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/1) sekitar pukul 18.00 WITA.

Dia menjelaskan, peristiwa terjadi ketika sebuah kapal cepat KM Cantika 77 yang terpaksa bersandar di Pelabuhan Biu karena cuaca buruk yang terjadi di sekitar Pelabuhan Seba, Kecamatan Sabu Barat, yang merupakan tujuan berlabuh kapal.

Di antara para penumpang yang turun, terdapat bayi berusia 9 bulan bernama Chalinda Tansantrisna yang sedang digendong ibunya Angel Selan. Namun, tiba-tiba bayi tersebut terlepas dan tercebur ke laut.

Dia menjelaskan, ayah korban, Kevin Tansatrisna yang melihat kejadian itu langsung melompat ke laut untuk menolong anaknya, namun mengalami kesulitan akibat kondisi gelombang dan arus laut yang cukup kencang.

“Secara spontan, personel kami Brigpol Alfred Nikodemus Dimu juga langsung melompat untuk menolong ayah dan bayi tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan,” katanya.

Bayi tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Bolou untuk mendapat perawatan medis hingga dinyatakan sudah dalam keadaan aman dan sehat.

Namun, dokter menyarankan apabila dalam beberapa hari ke depan, jika bayi mengalami batuk atau pilek maka segera dibawa ke rumah sakit untuk memastikan bahwa air laut tidak masuk ke paru-parunya.

Atas peristiwa itu, pihaknya menyarankan agar pengelola kapal cepat Cantika 77 mengorganisir kedatangan dan keberangkatan penumpang secara baik, dengan dilengkapi peralatan keselamatan yang memadai.

Johannes menambahkan, selain itu pihak Syahbandar di Sabu Raijua juga agar memperhatikan kelengkapan dermaga seperti lampu dan tangga darat untuk kepentingan penumpang.

“Jatuhnya bayi menjadi perhatian banyak pihak karena sangat disayangkan apalagi dalam situasi cuaca buruk seperti ini, karena itu pihak terkait harus mengantisipasi agar tidak ada lagi kejadian serupa,” katanya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Hankam

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Akan Aksi di Senayan, Ini Komentar Polisi

Hankam

Ledakan Keras di Polrestabes Medan, Diduga Bom Bunuh Diri

Hankam

KKSB Papua Turun Gunung Jelang HUT OPM 1 Desember, Keamanan 4 Kota Ini Diperketat

Hankam

Gawat! Laporan WSJ; China Suap NU dan Muhammadiyah Soal Uighur

Hankam

Brigadir Jenderal Esmail Qaani Jadi Komandan Pasukan Elit Quds, Ini Ancamannya

Hankam

Mantan Kepala BIN: Mestinya OPM Sudah Masuk List Teroris International

Hankam

Kasus Penembakan Pengusaha, Anak Bupati Jadi Tersangka

Hankam

Pemerintah Belum Patuhi Putusan MK, Bayar BPJS Kesehatan Masih Pakai Iuran yang Mahal