Home / Islam

Rabu, 7 Agustus 2019 - 19:53 WIB

Bahaya Keluar Rumah di Waktu Maghrib, Terutama buat Anak! Ini Penjelasannya

Ilustrasi Iblis

Salah satu shalat yang dilakukan ketika kondisi bumi berpindah dari siang ke malam ialah shalat maghrib.

Biasanya orang bau tanah yang mengetahui anaknya tengah main ketika harusnya orang shalat maghrib tersebut pribadi menyuruh anaknya untuk masuk ke rumah.

Konon mitos larangan keluar ketika maghrib ini dikarenakan banyak setan atau jin yang bergentayangan di luaran sana.

Namun jikalau waktu maghrib sudah berlalu, orang bau tanah pun membiarkan kembali anak-anaknya untuk bermain di luar.

Tentunya bagi umat Islam, pelarangan yang dilakukan oleh orang bau tanah tersebut hanya merupakan mitos yang disampaikan secara turun temurun.

Biasanya orangtua yang melarang hal tersebut juga pernah mengalami larangan oleh kakek atau neneknya dan tidak mengetahui apakah larangan tersebut ada dalam Al Alquran ataupun Hadis. 

Ternyata, dalam hadis Nabi saw memang ada dijelaskan bahwa ketika maghrib, setan dan jin tengah berkeliaran.

Benarkah hal tersebut? Bisakah dijelaskan dengan cara ilmiah? Ternyata sekali lagi Alquran memang menjadi sebuah kitab yang kebenarannya tidak diragukan lagi dan sanggup dijelaskan dengan ilmiah. 

Isi hadis tersebut berbunyi “Jangan kalian membiarkan bawah umur kalian di ketika matahari terbenam hingga menghilang kegelapan malam lantaran setan berpencar jikalau matahari terbenam hingga menghilang kegelapan malam” (Dari Jabir dalam Shahih Muslim).

Dalam Shahih Muslim juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika sore hari mulai gelap, tahanlah bayi-bayi kalian lantaran iblis mulai bergentayangan pada ketika itu.

Jika malam telah berlalu, maka lepaslah mereka, kunci pintu rumah dan sebutlah nama Allah lantaran setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat daerah air kalian dan sebutlah nama Allah dan tutup daerah makanan kalian dan sebutlah nama Allah meskipun kalian mendapat sesuatu padanya”.

Hadist yang disampaikan tadi ternyata sanggup dijelaskan secara ilmiah. Hal ini dijelaskan oleh  Osly Rachman, dalam buku yang berjudul “The Science Of Shalat” terbitan Qultummedia.

Penulis tersebut memberikan bahwa ketika menjelang maghrib, alam akan berubah spektrum cahaya berwarna kemerahan. Cahaya tersebut merupakan gelombang elektromagnetik yang setiap warnanya mempunyai perbedaan energi, frekuensi serta panjang gelombang yang berbeda.

Perubahan spektrum tersebut ternyata selaras dengan frekuensi bangsa jin dan iblis yaitu spektrum merah. Iblis dan Jin akan bertambah berpengaruh lantaran mempunyai gelombang yang sama dengan alam dunia.

Dengan tumpang tindihnya gelombang menciptakan penglihatan menyerupai tak terang dan terjadi fatamorgana.

Agama Islam menjelaskan bahwa setan akan tiba bersamaan dengan datangnya malam untuk tujuan mencari daerah tinggal. Bahkan dikatakan bahwa setan yang satu akan takut pada setan yang lainnya sehingga mereka harus mencari daerah berlindung akan hal tersebut.

Dengan gerak berkecepatan melebihi manusia, setan-setan tersebut akan mencari daerah berlindung menyerupai wadah kosong, rumah kosong dan bahkan duduk diantara orang-orang yang tengah duduk.

Manusia tidak akan menyadarinya lantaran memang setan tidak kasat mata. Setan hanya ingin berlindung dari penindasan setan lain yang berkeliaran di dunia luar. Secara singkat hanya setan yang kuatlah yang sanggup berkeliaran dengan bebas.

Kadang setan menggangu anak kecil supaya sanggup mendapat daerah bernaung. Bahkan dalam popok bayi yang kotor pun setan akan berlindung. Ini lantaran popok yang kotor terdapat najis dan setan menyukai hal tersebut sebagai daerah berlindung.

Bagi Anda sebagai orang bau tanah tentu beberapa pernah melihat bawah umur yang menjerit tiba-tiba dan bahkan menggelepar dalam tidurnya. Itu dikarenakan gangguan iblis yang merasukinya supaya sanggup menjadi tempt bernaung.

Saat maghrib pun kita disarankan untuk menjauhi hewan-hewan menyerupai kucing, burung serta mengurangi kecepatan ketika berkendaraan. Karena sanggup jadi kita akan menbrak binatang yang sudah dirasuki oleh setan.

Kita juga tidak disarankan untuk duduk di daerah yang sepi atau melemparkan kerikil ke air. Meski awalnya hanya sebuah mitos, namun dengan mengetahuinya bahwa Rasulullah pun menjelaskannya dalam hadis dan bisa dijelaskan secara ilmiah, sudah sepatutnya untuk kita sebagai orang bau tanah supaya menjaga bawah umur kita dari waktu tersebut.

Alangkah baiknya juga melakukan shalat maghrib berjamaah baik itu di Masjid ataupun di rumah bagi wanita supaya terhindar dari gangguan setan dan jin.

Share :

Baca Juga

Islam

Begini Cara Orang Beriman Menghadapi Wabah Penyakit Menurut UAS

Islam

Hukum Islam, Syariat dan Fikih, Apa Perbedaannya?

Islam

7 Hal yang Dimiliki Aisyah Istri Rasulullah saw, yang Tak Dimiliki Wanita Mana Pun

Islam

Jika Wabah Corona Masih Ada di Bulan Ramadhan, Ini Tuntunan Muhammadiyah

Islam

Mengapa Sehabis Menikah Perempuan Lain Semakin Cantik Dibanding Istri Sendiri?

Islam

Cara Lucu Abu Nawas Berdoa Minta Jodoh, Jangan Ditiru!

Islam

Qori dan Imam Terkenal Syeikh Abu Bakr al-Shatri Terinfeksi Virus Corona COVID-19

Islam

Ternyata Ini Sebab Mengapa Disebut Masjidil Haram Bukan Masjidil Halal