Home / Pendidikan

Senin, 9 Desember 2019 - 13:01 WIB

Bahaya! Atap Sekolah di Sompe, Wajo Diganjal Bambu

FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR. Co.id

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 285 Sompe, Kelurahan Sompe Kecamatan Sabbangparu memprihatinkan. Atap sekolah rusak, sampai diganjal pakai batang bambu.

Kepala Sekolah SDN 285 Sompe, Asri mengatakan, ada tiga ruangan yang rusak parah. Yakni, ruang untuk kepala sekolah, ruang kelas 5 dan 6. Kerusakan itu sudah dan seakan dibiarkan semakin parah. 

“Sebelum saya menjadi Kepsek Juli 2015, begini memang mi kondisinya. Terpaksa kami ganjal dengan bambu, karena atapnya mau roboh,” ujarnya, Senin, 9 Desember.

Baca  Kemendikbud: Zona Merah dan Kuning Tak Boleh Menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

Dia menilai, rusaknya Ruangan Kelas Belajar (RKB), membahayakan keselamatan 101 perserta didik SDN 285 Sompe. Utamanya siswa-siswi 23 orang dikelas 5 dan 16 orang dikelas 6.

“Beberapa kali kita minta untuk di rehab, pernah juga diusulkan melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sabbangparu tidak sampai sekarang ada anggarannya,” ungkapnya.

Sementara, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Wajo, Andi Merly Iswita membenarkan, tidak layaknya beberapa RKB di SDN 285 Sompe itu. Itu diketahuinya saat melakukan kunjungan, Rabu, 4 Desember kemarin. 

Baca  Ketum IGI; Nafsu Proyek di Kmendikbud Sangat Besar!

“Itu mendesak direhab. Kondisinya sangat memprihatinkan, rusak berat. Bisa-bisa membahayakan anak-anak, karena proses belajar mengajar sampai sekarang masih berlangsung ditempat itu,” akuinya.

Maka dari itu, anggota dari Fraksi PAN ini berjanji melaporkan kerusakan tersebut di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wajo.

“Kami dari dewan akan mengawal agar dialokasikan anggaran. Kasihan anak bangsa kalau tempatnya menuntut ilmu saya membahayakan nyawa mereka sendiri,” kritiknya.

Baca  Nadiem Akan Rombak Kurikulum demi Kurangi Beban Siswa

Tenaga pendidikan di SDN 385 Sompe di Kelurahan Sompe Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo memperlihatkan kondisi atap sekolahnya yang rusak parah. Terpaksa diganjalnya bambu.

Sumber

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Soal Ujian Anak SD Dinilai Lecehkan Nabi saw! Kok Bisa?

Kesehatan

Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan

Pendidikan

Ditemukan Pasal Aneh dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja; Guru dan Dosen Asing Tak Perlu Disertifikasi

Pendidikan

Kecewa, Ketum IGI Serukan Guru Honorer Bersatu Tinggalkan Ruang Kelas

Pemerintah

Usia di Atas 35 Tahun, Guru Honorer Desak Diangkat PNS dengan Cara Ini

Pemerintah

Honorer K2 di Ambang Batas Pensiun, Begini Kepasrahan Eko Mardiono Cs