Home / Nasional

Senin, 23 Desember 2019 - 16:36 WIB

Ayat-Ayat Al-Quran Wacana Jin, Syaitan Dan Iblis

Jin, Syetan dan Iblis yakni makhluk yang namanya ini diceritakan berulang-ulang di dalam Al-Qur’an. Secara tegas dinyatakan dalam Al-Quran bahwa “Syetan yakni MUSUH yang NYATA”.

Berikut ini yakni list ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kata-kata JIN, SYETAN dan IBLIS

AYAT TENTANG JIN

Jin yakni Makhluk Allah yang diciptakan oleh Allah SWT dari Api yang menyala. Mereka yakni kebanyakan pendusta, mereka menipu insan dengan bisikan jahat dan angan-angan kosong.

Banyak insan yang disesatkan oleh jin, mereka berbohong wacana segal hal sehingga membuat insan merasa takut, hasilnya insan terjerumus pada kesyirikan, dengan menghamba pada Jin.

Berikut ini yakni ayat-ayat Al-Quran yang mengandung kata JIN.

Al-An’am ayat 100
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang membuat jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah memiliki anak pria dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

Al-An’am Ayat 112
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) insan dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, pasti mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Al-An’am ayat 128
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kau telah banyak menyesatkan manusia”, kemudian berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah sanggup kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah hingga kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah daerah membisu kamu, sedang kau abadi di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Al-An’am ayat 130
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum tiba kepadamu rasul-rasul dari golongan kau sendiri, yang memberikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka yakni orang-orang yang kafir.

Al-A’raf ayat 38
Allah berfirman: “Masuklah kau sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan insan yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), ia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, alasannya yakni itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing menerima (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kau tidak mengetahui”

Al-A’raf ayat 179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki pendengaran (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Hud ayat 119
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (117)
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan insan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah membuat mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan insan (yang durhaka) semuanya. (119)

Q.S. AlHijr
Dan sesungguhnya Kami telah membuat insan (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (26) Dan Kami telah membuat jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (27)

Q.S. Al-Isra’ ayat 88
Katakanlah: “Sesungguhnya jikalau insan dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Alquran ini, pasti mereka tidak akan sanggup membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.

Q.S. AlKahfi ayat 50
Dan (ingatlah) saat Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kau kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia yakni dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kau mengambil ia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka yakni musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

Q.S. An-Naml
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, insan dan burung kemudian mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (17)

 Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar (Jin), siapakah di antara kau sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka tiba kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. (38) Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan tiba kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kau berdiri dari daerah dudukmu; sesungguhnya saya benar-benar berpengaruh untuk membawanya lagi sanggup dipercaya”. (39)

Q.S. AsSajdah ayat 13
Dan kalau Kami menghendaki pasti Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan insan bersama-sama”.

Q.S. Saba’
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (12) Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) menyerupai kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (13) Maka tatkala Kami telah memutuskan janjkematian Sulaiman, tidak ada yang memperlihatkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. (14)

Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (41)

Q.S. AsShaffat
Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka), (158) Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan, (159)

Q.S. Shad
Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai badan (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat. (34) Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah saya dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. (35) Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik berdasarkan ke mana saja yang dikehendakinya, (36) dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya andal bangunan dan penyelam, (37) dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu. (38) Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab. (39) Dan sesungguhnya ia memiliki kedudukan yang akrab pada sisi Kami dan daerah kembali yang baik. (40)

Q.S Fussilat
Dan Kami menetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang cantik apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, sesungguhnya mereka yakni orang-orang yang merugi. (25)

Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan insan supaya kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”. (29)

Q.S. Al-Ahqaf ayat 18
Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka yakni orang-orang yang merugi.

Ad-Dzariyat ayat 56
 Dan saya tidak membuat jin dan insan melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Ar-Rahman
Dia membuat insan dari tanah kering menyerupai tembikar, (14) dan Dia membuat jin dari nyala api. (15) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (16)

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai insan dan jin. (31) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (32) Hai jama’ah jin dan manusia, jikalau kau sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kau tidak sanggup menembusnya kecuali dengan kekuatan. (33) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (34) Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kau tidak sanggup menyelamatkan diri (dari padanya). (35) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (36) Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar menyerupai (kilapan) minyak. (37) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (38) Pada waktu itu insan dan jin tidak ditanya wacana dosanya. (39) Maka nikmat Tuhan kau yang manakah yang kau dustakan? (40)

Di dalam nirwana itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh insan sebelum mereka (penghuni-penghuni nirwana yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (56)

Q.S. AL-Jinn
Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), kemudian mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Alquran yang menakjubkan, (1)… dstnnya.. (Baca satu surat lengkap surat Al-Jinn – surat ke 72).

Dan bahwasanya: orang yang kurang nalar daripada kami selalu menyampaikan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, (4) dan sesungguhnya kami mengira, bahwa insan dan jin sekali-kali tidak akan menyampaikan perkataan yang dusta terhadap Allah. (5) Dan bekerjsama ada beberapa orang pria di antara insan meminta pinjaman kepada beberapa pria di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (6) Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kau (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun, (7)

Q.S. An-Naas
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (1) Raja manusia. (2) Sembahan manusia. (3) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (4) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5) dari (golongan) jin dan manusia. (6)

AYAT TENTANG IBLIS

Iblis yakni Makhluk Allah SWT dari kalangan Jin yang membangkang perintah Allah, yaitu saat Allah memerintahkan untuk bersujud di hadapan Adam, Iblis menolaknya karena kesombongannya, ia merasa lebih baik dari Adam karena diciptakan dari Api. Iblis akan tetap hidup hingga hari tamat zaman tiba. Iblis dan bala tentaranya baik dari Golongan Jin dan Manusia akan terus menjerumuskan insan supaya menempuh jalan ke Neraka.

Q.S ALBAQARAH
Dan (ingatlah) saat Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kau kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan yakni ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (34)

Q.S  Al-A’RAF
Sesungguhnya Kami telah membuat kau (Adam), kemudian Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kau kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (11)
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang ia Engkau ciptakan dari tanah”. (12) Allah berfirman: “Turunlah kau dari nirwana itu; karena kau sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kau termasuk orang-orang yang hina”. (13) Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya hingga waktu mereka dibangkitkan”. (14) Allah berfirman: “Sesungguhnya kau termasuk mereka yang diberi tangguh”. (15) Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (16) kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (17) Allah berfirman: “Keluarlah kau dari nirwana itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kau semuanya”. (18)

Q.S. AlHIJR
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kau kepadanya dengan bersujud. (29) Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (30) kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. (31)

Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kau tidak (ikut sujud) gotong royong mereka yang sujud itu?” (32) Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada insan yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” (33) Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kau terkutuk, (34) dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu hingga hari kiamat”. (35) Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku hingga hari (manusia) dibangkitkan, (36) Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kau termasuk orang-orang yang diberi tangguh, (37) hingga hari (suatu) waktu yang telah ditentukan, (38) Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh alasannya yakni Engkau telah memutuskan bahwa saya sesat, pasti saya akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti saya akan menyesatkan mereka semuanya, (39) kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (40)

Q.S. AL-ISRA’
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kau semua kepada Adam”, kemudian mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah saya akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (61) Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jikalau Engkau memberi tangguh kepadaku hingga hari kiamat, pasti benar-benar akan saya sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. (62) Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam yakni balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (63) Dan hasunglah siapa yang kau sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan bawah umur dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (64) Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kau tidak sanggup berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (65)

Q.S. Al-KAHF
Dan (ingatlah) saat Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kau kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia yakni dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kau mengambil ia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka yakni musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (50) Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (51)

Q.S. Thaha
Dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada malaikat: “Sujudlah kau kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (116) Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) yakni musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah hingga ia mengeluarkan kau berdua dari surga, yang mengakibatkan kau menjadi celaka. (117) Sesungguhnya kau tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, (118) dan sesungguhnya kau tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya”. (119) Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kau pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (120)

Q.S. ASSHU’ARA
dan diperlihatkan dengan terperinci neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”, (91) dan dikatakan kepada mereka: “Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kau selalu menyembah(nya) (92) selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kau atau menolong diri mereka sendiri?” (93) Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka gotong royong orang-orang yang sesat, (94) dan bala tentara iblis semuanya. (95) Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: (96) “demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, (97) karena kita mempersamakan kau dengan Tuhan semesta alam”. (98) Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. (99)

Q.S. SABA’
Dan sesungguhnya iblis telah sanggup mengambarkan kebenaran sangkaannya terhadap mereka kemudian mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. (20) Dan tidak yakni kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah supaya Kami sanggup membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan darul abadi dari siapa yang ragu-ragu wacana itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. (21)

Q.S. Shad.
kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan yakni ia termasuk orang-orang yang kafir. (74) Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kau sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kau menyombongkan diri ataukah kau (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (75) Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah”. (76) Allah berfirman: “Maka keluarlah kau dari surga; sesungguhnya kau yakni orang yang terkutuk, (77) Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu hingga hari pembalasan”. (78) Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah saya hingga hari mereka dibangkitkan”. (79) Allah berfirman: “Sesungguhnya kau termasuk orang-orang yang diberi tangguh, (80) hingga kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”. (81) Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau saya akan menyesatkan mereka semuanya, (82) kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (83)

AYAT TENTANG SYAITAN

Syaitan atau syetan yakni suatu sifat baik dari Jin dan Manusia yang menghamba pada Iblis, yaitu sifat jahat untuk menentang atau membangkang atas segala perintah Allah SWT, yang timbul dari hawa nafsu. Syetan itu sanggup berasal dari Golongan Jin maupun dari Golongan Manusia.

Q.S. AL-Baqarah
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari nirwana itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kau menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kau ada daerah kediaman di bumi, dan kesenangan hidup hingga waktu yang ditentukan”. (36)

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kau mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu yakni musuh yang aktual bagimu.(168)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kau ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kau turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang aktual bagimu.(208)

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kau dengan kemiskinan dan menyuruh kau berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (268)

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak sanggup berdiri melainkan menyerupai berdirinya orang yang kemasukan syaitan karena (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, yakni disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah hingga kepadanya larangan dari Tuhannya, kemudian terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum tiba larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu yakni penghuni-penghuni neraka; mereka abadi di dalamnya. (275)

Q.S. Ali Imran
Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya saya melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak pria tidaklah menyerupai anak perempuan. Sesungguhnya saya telah menamai ia Maryam dan saya mohon pinjaman untuknya serta bawah umur keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (36)

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (155)

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kau takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jikalau kau benar-benar orang yang beriman. (175)

Q.S. An Nisa’
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu yakni sahabat yang seburuk-buruknya. (38)

Apakah kau tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (60)

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, alasannya yakni itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya kebijaksanaan wangi syaitan itu yakni lemah. (76)

Dan apabila tiba kepada mereka suatu gosip wacana keamanan ataupun ketakutan, mereka kemudian menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kau mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (83)

dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), kemudian mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), kemudian benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (119)

Syaitan itu memperlihatkan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (120)

Q.S. AL-Maidah
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menjadikan permusuhan dan kebencian di antara kau karena (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kau dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kau (dari mengerjakan pekerjaan itu). (91)

Q.S. Al-An’am
Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri saat tiba siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.(43)

Dan apabila kau melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jikalau syaitan menjadikan kau lupa (akan larangan ini), maka janganlah kau duduk bersama orang-orang yang zalim itu setelah teringat (akan larangan itu).(68)

Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kau mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang aktual bagimu. (142)

Q.S. Al-A’raf
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kau tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kau berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang abadi (dalam surga)”. (20)

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kau berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu yakni musuh yang aktual bagi kau berdua?” (20)

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kau sanggup ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kau dan suatu daerah yang kau tidak sanggup melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (27)

Dan bacakanlah kepada mereka gosip orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan wacana isi Al Kitab), kemudian ia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, kemudian ia diikuti oleh syaitan (sampai ia tergoda), maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat. (175)

Dan jikalau kau ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. (200)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka saat itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (201)

Q.S. Al- Anfal
(Ingatlah), saat Allah menjadikan kau mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kau dengan hujan itu dan menghilangkan dari kau gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu). (11)

Dan saat syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang sanggup menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini yakni pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah sanggup saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya sanggup melihat apa yang kau sekalian tidak sanggup melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (48)

Q.S. Yusuf
Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kau ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu yakni musuh yang aktual bagi manusia”. (5)

Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu”. Maka syaitan menjadikan ia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah ia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya. (42)

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, saat Dia membebaskan saya dari rumah penjara dan saat membawa kau dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (100)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pesawat Batik Air Seri 320 Mendarat Darurat, Ini Kondisi Pilot

Nasional

Kasus Jiwasraya, Seperti Ini Desakan PSI

Nasional

Berita Gembira! Suplemen Pelawan Corona Ditemukan, 6 Provinsi Sudah Pesan

Nasional

Pelatih Vietnam Lakukan Hal Mengejutkan sebelum Lawan Indonesia, Apa Itu?

Nasional

Dewas KPK, Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Dinilai Momok Menakutkan

Nasional

Naik Jetski, Gubernur Sulsel Sambangi Warga Kepulauan

Nasional

Pandangan Ulama Ihwal Peringatan Maulud Nabi S.A.W

Nasional

Kasus ASABRI Dan Jiwasraya Dapat Menurunkan Keyakinan Masyarakat